Unisba Meriahkan Ramadan: Tabligh Akbar & Santunan 613 Anak Yatim Serta Guru Ngaji

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG —  Di Masjid Al-Asy’ari Universitas Islam Bandung (Unisba),  Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) menghadirkan suasana Ramadan yang penuh makna melalui rangkaian kegiatan tabligh akbar, santunan bagi anak yatim, dhuafa, dan guru ngaji, serta i’tikaf bersama  pada Sabtu–Minggu (14–15/3/2026).

Kegiatan  ini menjadi bagian dari Gebyar Ramadan 1447 H sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat spiritualitas sivitas akademika dan masyarakat.

Tabligh akbar tersebut menghadirkan penceramah K.H. Rukman Wiriadinata, M.Ag., yang menyampaikan tausiyah kepada para jamaah. Acara ini turut dihadiri pimpinan universitas, pengurus yayasan, sivitas akademika, para penerima santunan, serta masyarakat sekitar Tamansari.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan merupakan agenda rutin Unisba setiap Ramadan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Islam di lingkungan kampus.

Ia berharap jumlah penerima santunan dapat terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Unisba.  “Mudah-mudahan ke depan, seiring dengan bertambahnya kepercayaan masyarakat untuk menguliahkan putra-putrinya ke Unisba, jumlah yang bisa kami santuni pun akan semakin meningkat,” ujarnya.

Rektor juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan bagi sebagian kalangan.

“Kehadiran Unisba diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini mendapat ridha dari Allah SWT dan Unisba semakin jaya dalam mencetak generasi yang faqih fiddin, berakhlakul karimah, serta menjadi pemimpin umat di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan bulan istimewa yang mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperbanyak kepedulian sosial.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa, bulan di mana ibadah kita harus ditingkatkan dan bulan di mana kita harus banyak memberi. Mudah-mudahan semua amal yang dilakukan pada kegiatan ini diterima oleh Allah SWT,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pesan moral dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Ad-Duha, yang menegaskan pentingnya memuliakan anak yatim dan tidak membentak orang yang meminta. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa merupakan salah satu jalan untuk meraih rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., melaporkan bahwa santunan tahun ini diberikan kepada 613 penerima, yang terdiri atas 484 anak yatim dan dhuafa serta 129 guru ngaji.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memberikan penghargaan kepada para guru ngaji yang telah mengabdikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung visi Unisba dalam membentuk generasi yang memiliki karakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid, yaitu generasi yang berilmu, berjuang, serta mampu memberikan kemaslahatan bagi umat,” ujarnya.

Setelah kegiatan tabligh akbar dan santunan, rangkaian acara dilanjutkan dengan I’tikaf Unisba 1447 H yang mengusung tema “Sentuhan Ilahi: Ketika Allah SWT Lebih Dekat dari Urat Nadi Kita” di Masjid Al-Asy’ari Unisba pada Sabtu–Minggu (14–15/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 276 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba menyampaikan bahwa kegiatan i’tikaf merupakan ikhtiar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan. Menurutnya, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan pendidikan, evaluasi diri, dan perencanaan masa depan.

Ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momentum i’tikaf tidak hanya untuk mendoakan diri sendiri, tetapi juga untuk mendoakan kemajuan Universitas Islam Bandung.

“Unisba adalah kampus perjuangan yang terus berikhtiar melahirkan insan cerdas, kompetitif, dan berkarakter. Kami berharap dari kampus ini lahir para pemimpin yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam atau tafaqquh fiddin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep tafaqquh fiddin tersebut diterjemahkan dalam nilai-nilai 3M, yaitu Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, yang menjadi karakter lulusan Unisba.

“Mudah-mudahan para calon Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid ini terus bertambah setiap tahunnya. Mari kita juga berdoa agar Unisba semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Unisba,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, menyampaikan bahwa antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan i’tikaf cukup tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 276 orang.

Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan memperbanyak ibadah, bermunajat kepada Allah SWT, serta memohon ampunan atas segala khilaf dan kesalahan. “Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, dan mampu memaksimalkan sisa waktu Ramadan tahun ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Kegiatan i’tikaf ini menghadirkan sejumlah pengisi acara, di antaranya Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Dr. H. Asep Ramadan Hidayat, Drs., M.Si., Dr. Parihat, Dra., M.Si., serta Dr. Muhammad Yunus, S.H.I., M.E.Sy. sebagai imam salat Tarawih. Sementara itu, qiyamul lail dipimpin oleh Rabi Dzaky Ryzkullah, Imam Muda sekaligus mahasiswa Fakultas Syariah Unisba. [ ]

Dok foto: Unisba