Unisba Sambut Mahasiswa Internasional melalui International Students Orientation Week 2026

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menyelenggarakan International Students Orientation Week (O-Week) bagi mahasiswa internasional yang akan menempuh pendidikan di Unisba. Kegiatan yang berlangsung pada Senin–Jumat (7-11/9) tersebut menjadi rangkaian pengenalan lingkungan akademik, administrasi, budaya, serta kehidupan sosial di Bandung bagi mahasiswa internasional.

Pembukaan O-Week dilaksanakan di Ruang Rapat 3 dan 4 Lantai 8 Gedung Dekanat Unisba, Jalan Tamansari No. 24, Bandung, Senin (7/9). Kegiatan diawali dengan activity report oleh Kepala Kantor Urusan Internasional, M. Imam Pamungkas, S.Pd.I., M.Ag., Ph.D., dan welcoming remarks oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H.

Dalam activity report-nya, M. Imam Pamungkas menyampaikan bahwa O-Week diikuti oleh enam mahasiswa dari sejumlah negara. Kehadiran keenam mahasiswa tersebut menambah jumlah mahasiswa internasional yang saat ini menempuh pendidikan di Unisba.

Selain ketiga mahasiswa tersebut, terdapat tiga mahasiswa internasional lainnya yang belum dapat bergabung pada pembukaan O-Week. Islam Karem Rouby Mohammed masih dalam masa pemulihan, sedangkan Irham Sadeng dan Nasuha Bula dari Thailand dijadwalkan tiba di Indonesia pada 12 September.

Imam berharap pelaksanaan O-Week tidak hanya membantu mahasiswa internasional memahami sistem akademik dan administrasi Unisba, tetapi juga mengenal kehidupan kampus, lingkungan akademik Islam, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari Unisba. “Selamat datang ke Unisba, selamat datang ke Bandung, dan selamat datang ke perjalanan akademik baru Anda dan keluarga baru Anda,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ratna Januarita dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses orientasi bagi mahasiswa internasional tidak berhenti pada satu pekan, melainkan terus berlangsung seiring mereka menghadapi berbagai pengalaman dan hal baru selama menempuh pendidikan di Unisba.

Menurutnya, Unisba memandang pendidikan tidak hanya sebagai proses pengembangan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Ia berharap mahasiswa internasional dapat berkembang secara akademik sekaligus menjadi pribadi yang lebih berpikir kritis, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat di negara masing-masing. “Semoga setelah Anda selesai belajar, Anda akan menjadi versi yang lebih baik dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Anda,” tuturnya.

Prof. Ratna juga mendorong para mahasiswa untuk membangun relasi, berbagi budaya dengan lingkungan sekitar, serta memahami budaya Indonesia selama berada di Bandung. Ia menegaskan bahwa mahasiswa internasional dapat menghubungi KUI, teman-teman pendamping, maupun tim akademik di fakultas apabila membutuhkan bantuan. “Semoga perjalanan Anda di sini membawa pelajaran berarti, memiliki teman-teman, dan memiliki ingatan yang indah,” ungkapnya.

Usai pembukaan, mahasiswa mengikuti materi pertama bertajuk Introduction to Unisba and Bandung yang disampaikan Prof. Ratna Januarita. Materi tersebut memperkenalkan Unisba sekaligus lingkungan Kota Bandung kepada mahasiswa internasional. Materi kedua, Introduction to KUI and International Students Responsibilities, disampaikan M. Imam Pamungkas, termasuk pengenalan peran buddies sebagai student support services.

Rangkaian hari pertama kemudian dilanjutkan dengan campus tour. Mahasiswa diajak mengenal berbagai fasilitas dan unit di lingkungan Kampus 1 Unisba, mulai dari gedung Dekanat, Yayasan Unisba, Gedung LPPM, Gedung Kedokteran, Rektorat, Masjid Al-Asy’ari, Klinik Unisba, Aula, Perpustakaan, Student Center, hingga UPT Bahasa.

Hari pertama ditutup dengan materi ketiga, Introduction of UPT Bahasa and BIPA, yang disampaikan Kepala UPT Pusat dan Laboratorium Bahasa Unisba, Dr. Chairiawaty, Dra., Dipl. TESOL., M.Si. Materi tersebut sekaligus menjadi pengenalan layanan UPT Bahasa dan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Memasuki hari kedua, Selasa (8/9), mahasiswa mendapatkan materi You Need Help? We Got You! yang disampaikan Kepala Seksi Beasiswa, Magang dan Mobilitas Internasional Unisba, Rama Arianto Widagdo, S.T., M.URP. Materi ini membekali mahasiswa dengan informasi mengenai saluran komunikasi dan emergency protocol selama berada di Unisba.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi Have a Safe Stay with Updated Documents oleh Kepala Seksi Kerja Sama Luar Negeri Akademik dan Non-Akademik, Rose Fatmadewi, S.Si., M.URP. Mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai dokumen keimigrasian, tanggung jawab memperhatikan tanggal-tanggal penting, serta informasi dasar mengenai asuransi dan simulasi klaim.

Setelah itu, mahasiswa mengikuti Unisba Surrounding Tour yang membawa mereka mengenal sejumlah fasilitas dan tempat penting di sekitar kampus. Rangkaian tersebut meliputi kunjungan ke Baltos sebagai student hub, Cikapayang Dago Park, DolarAsia Dukomsel, Superindo Taman Radio, Jalan Purnawarman, hingga Gramedia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi Gramedia Merdeka serta Bandung Electronic Centre (BEC). Hari kedua ditutup dengan Karaoke Night.

Pada Rabu (9/9), mahasiswa mengikuti materi How to Get That Ijazah! yang disampaikan Rose Fatmadewi atau Alexandria Cempaka Harum, S.I.Kom., M.I.Kom. Materi membahas regulasi akademik, persyaratan kelulusan, dan pencatatan akademik mahasiswa, termasuk sejumlah aturan akademik seperti kehadiran serta kewajiban pelaporan perkembangan studi kepada KUI setiap semester.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan pengalaman budaya melalui kunjungan ke Saung Angklung Udjo. Mahasiswa memperoleh kesempatan mengenal dan menyaksikan pertunjukan seni angklung sebagai salah satu kekayaan budaya Jawa Barat. Setelah kembali ke Unisba, kegiatan dilanjutkan dengan Movie Night yang menampilkan film Indonesia dengan terjemahan Bahasa Inggris.

Pada Kamis (10/9), O-Week mengajak mahasiswa mengenal sejarah Kota Bandung dan Indonesia melalui rangkaian kunjungan ke sejumlah museum. Kegiatan diawali dengan eksplorasi Museum Konferensi Asia-Afrika, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Kota Bandung dan Museum Gedung Sate. Rangkaian ini menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa untuk mengenal sejarah, perkembangan, dan identitas Kota Bandung secara lebih dekat.

Hari terakhir, Jumat (11/9), diawali dengan eksplorasi pasar tradisional. Mahasiswa diajak mengenal aktivitas jual beli di pasar tradisional sekaligus mengikuti permainan sederhana menggunakan Bahasa Indonesia.

Pada sore hari, rangkaian O-Week dilanjutkan dengan Culture Afternoon di Ruang Rapat 2 dan 3 Lantai 3 Gedung LPPM. Kegiatan diawali dengan pembukaan, activity report oleh Kepala KUI, serta sambutan dan penutupan O-Week oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama.

Culture Afternoon menjadi momentum bagi mahasiswa internasional untuk menampilkan budaya dan kreativitas mereka. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa internasional diwajibkan menampilkan pertunjukan, disertai penampilan dari perwakilan U-GIS dan tim KUI.

Melalui pelaksanaan International Students Orientation Week 2026, Unisba tidak hanya memperkenalkan aspek akademik dan administratif kepada mahasiswa internasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan kampus dan kehidupan di Bandung. Rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkenalkan budaya, sejarah, fasilitas, layanan, serta membangun interaksi antara mahasiswa internasional dengan komunitas Unisba.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Unisba dalam memperkuat internasionalisasi kampus dan menciptakan lingkungan akademik yang inklusif bagi mahasiswa dari berbagai negara. [ ]

Dok foto: HUMAS