BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) terus mengembangkan layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk mewujudkan kampus yang inklusif dan memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi semua mahasiswa.
Upaya tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., dalam Seminar Kampus Inklusif bertema “Mewujudkan Kampus Inklusif: Kepedulian, Kesetaraan, dan Kesempatan Pendidikan bagi Semua” di Aula Unisba, Kamis (22/10/2026).
Dr. Asnita mengatakan, kampus inklusif membutuhkan dukungan seluruh sivitas akademika. Karena itu, Unisba mulai memetakan kebutuhan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan penyandang disabilitas.

Unisba juga menyediakan sistem informasi pembelajaran yang memuat kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Informasi ini menjadi acuan bagi dosen untuk menyesuaikan metode pembelajaran dan pemberian tugas agar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. “Ke depan, kebutuhan akomodasi yang inklusif ini bukan sekadar inisiatif, tetapi memang wajib kita penuhi,” ujar Asnita.
Selain itu, Unisba memberikan kesempatan kepada mahasiswa penyandang disabilitas berprestasi untuk memperoleh beasiswa melalui Beasiswa 3M yang berlandaskan nilai Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid. Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan penuh pada program studi yang menyediakan skema tersebut.
Unisba juga terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Jika terdapat kendala dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa, fakultas dan program studi dapat berkonsultasi dengan UPT Layanan Disabilitas Unisba.
Dr. Asnita berharap, berbagai upaya tersebut dapat terus dikembangkan melalui masukan dan kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan begitu, layanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Seminar ini menghadirkan Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND RI), Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., dan Direktur Bandung Independent Living Center (BILiC) yang juga merupakan Aktivis Disabilitas, Praktisi Layanan Publik, dan Akademisi, Zulhamka Julianto Kadir. S.Kom.
Dr. Dante membahas kebijakan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di perguruan tinggi. Sementara itu, Zulhamka berbagi pengalaman mengenai aksesibilitas, akomodasi yang layak, dan pemenuhan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
Kegiatan ini diikuti pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta relawan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Unisba dalam mewujudkan Kampus Berdampak melalui penyediaan pendidikan yang inklusif dan setara. Upaya tersebut juga sejalan dengan SDGs, khususnya tujuan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh semua kalangan. [ ]
Dok foto: Unisba












