BERITAUNGGULAN.COM, CIANJUR — Kolaborasi Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) PermataBank Syariah dengan Sinergi Foundation dalam kebaikan terus dilakukan dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang merintangi umat. Mulai dari masalah kesehatan, pendidikan, hingga akses penghubung yang terputus.
Saat ini manfaat kolaborasi tersebut dirasakan dalam bentuk jembatan gantung yang menghubungkan akses Kampung Cisarakan, Desa Gelarpawitan dan Kampung Cipetir, Desa Cidaun di Kabupaten Cianjur.
Jembatan gantung Cisarakan terbentang di ketinggian kurang lebih 40 meter dari lembah dan sungai yang berada di bawahnya. Momen peresmian jembatan ini dilaksanakan pada Senin (16/2) dan diselimuti suasana menggembirakan di kalangan warga.

Menurut cerita masyarakat setempat, kampung dari dua desa yang berbeda tersebut sudah 5 tahun lebih terpisah tanpa adanya akses penghubung yang memadai. Jembatan yang dulu pernah mereka miliki hanyut terbawa air sehingga akses terputus. Selama 5 tahun ini, warga hanya bisa melintas menggunakan jembatan sementara yang jauh dari kata layak.
Tak terhitung berapa kali kecelakaan yang terjadi di jembatan tersebut. Kondisi jembatan yang terbilang licin membuat sejumlah kendaraan atau bahkan pejalan kaki terpeleset. Padahal, akses penghubung terbilang vital karena sering dilalui anak-anak yang harus menyeberang desa untuk pergi ke sekolah.
Kondisi ini yang kemudian menjadi bahan pertimbangan dibangunnya jembatan yang layak bagi penduduk kedua desa tersebut. Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) PermataBank Syariah berkomitmen menyalurkan dana berupa zakat perusahaan dan kontribusi donatur sebagai modal pembangunan jembatan.
Sementara itu, tahapan pembangunan dilaksanakan dan diawasi oleh Sinergi Foundation melalui Sasaka Indonesia. Masyarakat turut dilibatkan sebagai bentuk pemberdayaan sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap jembatan tersebut.
Proses pembangunannya sendiri memakan waktu sekitar 135 hari sejak awal Oktober 2025. Rentang waktu ini telah mencakup proses dari persiapan, belanja alat dan bahan yang dibutuhkan, fabrikasi, hingga finishing. Dengan struktur dan bahan yang digunakan dalam pembuatannya, Jembatan Gantung Cisarakan diperkirakan dapat bertahan hingga 25-30 tahun lamanya.
Kehadiran jembatan baru ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi penduduk di kedua desa. Hal ini terlihat dari pernyataan Kepala Desa Gelarpawitan, Heri Suwanto, yang menyampaikan ucapan terima kasih ketika memberikan sambutan pada acara peresmian.
“Saya mewakili masyarakat dari dua belah desa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada UPZDK PermataBank Syariah dan Sinergi Foundation yang telah mewujudkan harapan kami,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengisahkan bahwa kejadian hanyutnya jembatan mereka bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Insiden ini membuat Kampung Cisarakan sempat terisolir bersama stok kebutuhan pokok yang sangat terbatas. Saat itu, warga bertahan hanya dengan mengandalkan dan saling membantu satu sama lain.
Heri kemudian menutup penyampaiannya dengan harapan setelah hadirnya Jembatan Gantung Cisarakan. “Semoga jembatan ini bisa bermanfaat mengantarkan anak sekolah dengan mudah dan nyaman, meningkatkan ekonomi, kesehatan dan bidang yang lainnya.” Ia juga berharap jembatan ini menjadi ladang pahala tanpa putus bagi semua stakeholder yang terlibat, yakni UPZDK PermataBank Syariah, Sasaka Indonesia, dan Sinergi Foundation.
Terakhir, Wakil Ketua UPZDK PermataBank Syariah Awaludin Gumbira menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Cisarakan. Ia menyatakan ini merupakan jembatan terpanjang yang dihasilkan dari kolaborasi UPZDK PermataBank Syariah dengan Sinergi Foundation.
Ia pun berharap jembatan ini dapat menjadi solusi bagi beragam persoalan masyarakat. “Semoga bukan hanya menjadi solusi, tapi juga bisa meningkatkan kembali potensi-potensi yang ada di dua desa ini,” tutup Awaludin. [ ]
Dok foto: Sinergi Foundation












