Wujudkan Komunikasi Inklusif, Unisba Bekali Sivitas Akademika Kemampuan Bahasa Isyarat

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Setiap mahasiswa berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Namun, bagi mahasiswa Tuli, komunikasi masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam kegiatan perkuliahan maupun pelayanan di lingkungan kampus.

 

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Gugus Tugas Unit Layanan Disabilitas (ULD) menggelar Sign of Inclusion 2026, Kamis (29/10/2026), di Student Center Unisba. Kegiatan ini berupa workshop bahasa isyarat bagi dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa relawan disabilitas.

 

Ketua ULD Unisba, Dr. Khambali, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara mahasiswa Tuli dan sivitas akademika.

 

Saat ini, Unisba memiliki 28 mahasiswa disabilitas. Sebagian di antaranya merupakan mahasiswa Tuli yang tersebar di beberapa program studi.

 

“Harapannya, dosen dan tendik bisa berkomunikasi dengan mahasiswa Tuli, minimal menggunakan bahasa isyarat dasar. Dengan komunikasi yang lebih baik, mahasiswa dapat lebih mudah mengikuti perkuliahan dan mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” jelasnya.

 

Mengusung tema “Membangun Komunikasi Inklusif melalui Bahasa Isyarat untuk Mewujudkan Kampus Ramah Disabilitas”, workshop ini menghadirkan Hasbi Ridla Ilahi sebagai narasumber dan Aditya sebagai instruktur dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (PUSBISINDO) Jawa Barat.

 

Peserta tidak hanya mendapatkan pengenalan bahasa isyarat, tetapi juga berlatih menggunakan ungkapan sederhana untuk berkomunikasi dengan individu Tuli.

 

Dr. Khambali berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai pelatihan satu kali. ULD Unisba berencana menjadikannya sebagai program berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa relawan disabilitas. Ke depan, mereka diharapkan dapat membentuk wadah kegiatan yang mendukung pelatihan bahasa isyarat secara rutin.

 

ULD Unisba juga melihat peluang pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mahasiswa Tuli memahami percakapan melalui teks yang ditampilkan di telepon genggam.

 

“Harapan kami, mahasiswa Tuli bisa berkomunikasi dengan baik di lingkungan kampus, sukses menjalani perkuliahan, dan menyelesaikan studinya. Itulah bagian dari cita-cita Unisba menjadi kampus inklusif,” tuturnya.

 

Melalui Sign of Inclusion 2026, Unisba terus berupaya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif agar seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Upaya ini sejalan dengan komitmen Kampus Berdampak serta mendukung pencapaian SDGs, terutama dalam bidang pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, serta penguatan kelembagaan yang inklusif. [ ]

Dok foto: Unisba