Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Unisba Siapkan Tim Penilai RPL Tipe A

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) terus mempersiapkan penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan tim penilai agar proses pengakuan pengalaman belajar dan kerja masyarakat dapat berjalan sesuai aturan serta tetap memenuhi standar akademik.

 

Persiapan tersebut dilakukan melalui Workshop Tim Penilai RPL Tipe A yang digelar di Ruang Kuliah Gedung Pascasarjana Unisba, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini diikuti 58 peserta dari delapan fakultas, yang terdiri atas pengelola RPL, tim kurikulum, serta calon tim penilai dari program studi.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa program RPL tidak boleh dijadikan jalan pintas untuk menambah jumlah mahasiswa. Program ini harus menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan pengakuan atas pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja.

 

Menurutnya, Unisba perlu memastikan proses penilaian berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai aturan. Hal ini bertujuan agar pengalaman calon mahasiswa dapat diakui tanpa mengabaikan standar akademik program studi.

 

“RPL bukan sekadar cara untuk menambah jumlah mahasiswa, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Rektor juga mengingatkan bahwa pelaksanaan RPL harus sejalan dengan nilai IMAN dan karakter 3M yang menjadi identitas Unisba. Nilai Islamic Spirit, Maintening Sustainability, Adaptability, serta National and Global Excellence perlu menjadi landasan dalam proses penilaian.

 

Sementara itu, karakter Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid diharapkan tercermin dalam diri tim penilai. Tim tidak hanya dituntut memiliki komitmen menjaga mutu, tetapi juga mampu menilai pengalaman dan capaian pembelajaran calon mahasiswa secara cermat serta menghadirkan pembaruan dalam pengelolaan akademik.

 

Rektor berharap seluruh program studi dapat mengikuti proses persiapan ini dengan serius. Ia menekankan bahwa kualitas lulusan dan kepercayaan masyarakat terhadap Unisba harus tetap menjadi prioritas dalam penyelenggaraan RPL.

 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan Unisba untuk menyelenggarakan RPL.

 

Persiapan telah dilakukan sejak awal 2026, mulai dari penguatan pemahaman mengenai RPL bersama LLDIKTI Wilayah IV, penyusunan draf pedoman penyelenggaraan, hingga asesmen awal terhadap minat dan kesiapan program studi.

 

Saat ini, draf pedoman penyelenggaraan RPL Unisba telah memasuki tahap akhir. Secara teknis, dokumen tersebut juga telah disampaikan melalui sistem SIERRA. Tahap selanjutnya adalah melengkapi dokumen persyaratan dari program studi yang akan membuka program RPL.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan penjelasan mengenai prosedur penilaian, dokumen pendukung, dan persiapan teknis yang perlu dilakukan tim penilai.

 

Anggoro Suryo Pramudyo, S.Kom., M.Kom., menyampaikan materi tentang prosedur penilaian RPL, kesiapan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta pelaporan melalui SIERRA. Ia juga membahas sejumlah studi kasus sebagai gambaran pelaksanaan penilaian.

 

Sementara itu, R. Desutama Rachmat Bugi Prayogo, S.T., M.T., membahas kriteria dokumen bukti pembelajaran lampau dan cara menilai kesesuaiannya dengan kompetensi pelamar serta capaian pembelajaran yang tercantum dalam RPS.

 

Melalui rangkaian persiapan ini, Unisba menargetkan program studi yang telah memenuhi persyaratan dapat mulai menyelenggarakan RPL pada gelombang ketiga Tahun Akademik 2027/2028. [ ]

Dok foto: Unisba