BERITAUNGGULAN.COM, BOGOR — Menjaga persatuan dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dari peran generasi muda dalam pembangunan bangsa. Semangat kepemudaan perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPR RI H. Slamet Ariyadi, S.Psi., M.Sos., saat menutup Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) National Leadership Academy (NLA) 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertanian, Bogor, Minggu (1/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Slamet mengingatkan bahwa idealisme pemuda harus berjalan seiring dengan tindakan nyata. Gagasan dan semangat perubahan, menurutnya, perlu diwujudkan dalam kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, mahasiswa perlu terus mengembangkan kepedulian, memperkuat kebersamaan, dan berani mengambil peran di tengah masyarakat.
Slamet berharap nilai-nilai kepemudaan yang diperoleh selama NLA 2026 tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi dorongan untuk melakukan pengabdian secara berkelanjutan.
GMH Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Perubahan
Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) Rizki Ulfahadi menjelaskan, NLA 2026 merupakan bagian dari pembinaan mahasiswa untuk membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas dan memiliki wawasan kebangsaan.
Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas perspektif kebangsaan, serta membangun semangat persatuan.
“Melalui NLA, kami ingin melahirkan generasi muda yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, dan semangat persatuan. Mereka harus siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” kata Rizki.
Ia menambahkan, pengalaman selama mengikuti program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan peran di lingkungan kampus maupun dalam kegiatan sosial di daerah masing-masing.
Rizki juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui gagasan, inisiatif, dan aksi yang memberikan dampak positif.
“Spirit kepemudaan harus terus dirawat melalui kerja nyata. Mahasiswa tidak boleh berhenti menjadi pengamat, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat,” ujarnya.
Lima Hari Pembinaan Kepemimpinan Mahasiswa
GMH National Leadership Academy 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan dibuka pada 28 Oktober di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
Mengusung tema “Generasi Pemimpin Persatuan Indonesia”, NLA 2026 menjadi salah satu program PP GMH dalam mempersiapkan mahasiswa muslim yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan kemampuan kepemimpinan.
Pembinaan ini tidak hanya diarahkan pada pengembangan kapasitas pribadi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta keberanian untuk mengambil peran dalam mendorong kemajuan bangsa.
Penutupan NLA 2026 menjadi momentum bagi peserta untuk membawa nilai-nilai kepemimpinan, persatuan, dan pengabdian ke dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat dan menghadirkan kontribusi yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.











