BERITAUNGGULAN.COM, SEMARANG (HUMAS) – Universitas Islam Bandung (Unisba) melepas Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) AI.HUMORTHERAPEUTIK yang berhasil lolos seleksi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39. Kompetisi tingkat nasional tersebut akan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.
Kegiatan pelepasan dilaksanakan di Ruang Rapat Rektorat Unisba, Jalan Tamansari No. 20, Bandung. Pelepasan dilakukan langsung oleh Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta dihadiri Dekan, para Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), dan Kepala Seksi Kemahasiswaan dari masing-masing fakultas.
Tim PKM-RSH AI.HUMORTHERAPEUTIK dibimbing oleh Tri Nur Aini Noviar, S.Sos., M.Si., dengan tiga anggota mahasiswa, yaitu Dyanda Nadia Nadissa dari Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2025, Liya Aliyatul Badriah dari Program Studi Statistika angkatan 2024, serta Hasna Athiya Muthmainah dari Program Studi Psikologi angkatan 2025.
Dalam pembukaan kegiatan, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim yang mampu melewati tahapan seleksi hingga memperoleh kesempatan berkompetisi di PIMNAS ke-39. Menurutnya, pencapaian tersebut perlu menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya untuk semakin aktif mengembangkan kreativitas dan berpartisipasi dalam kompetisi akademik.

“Dari ribuan proposal yang masuk di Diktisaintek, kami berharap prestasi kawan-kawan ini bisa menular dan menjadi kebiasaan, bahkan lifestyle,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keikutsertaan dalam PKM tidak hanya memberikan pengalaman dalam bidang akademik dan penelitian, tetapi juga membentuk berbagai kemampuan penting mahasiswa, seperti ketelitian, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Menurutnya, proses yang harus dilalui hingga mencapai PIMNAS bukanlah hal mudah karena banyak tim yang tidak berhasil melewati tahapan seleksi.
Frida juga berharap kreativitas dan budaya berkompetisi di lingkungan Unisba dapat terus ditingkatkan. Ia menilai, tradisi tersebut perlu tumbuh menjadi gerakan bersama agar semakin banyak mahasiswa Unisba yang berprestasi di tingkat nasional.
“Ini PIMNAS kali kedua bagi Universitas Islam Bandung. Menjelang Milad ke-68, baru dua tahun terakhir kita berhasil masuk PIMNAS. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak prestasi positif yang bisa diraih dan ada medali-medali lagi yang diperoleh,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., berpesan agar seluruh anggota tim dapat menjalani kompetisi dengan penuh semangat dan tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, kesempatan mengikuti PIMNAS merupakan pengalaman berharga yang harus dinikmati sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri.
“Kalah menang itu adalah sebuah kompetisi, jangan dijadikan tujuan. Ini bukan menjadi beban bagi adik-adik semua, tetapi kesempatan baru untuk menunjukkan eksistensi kalian sebagai mahasiswa Universitas Islam Bandung,” ujarnya.
Rektor juga mengingatkan agar mahasiswa meluruskan niat dalam mengikuti kompetisi dengan menjadikannya sebagai bagian dari ibadah dan perjuangan menuntut ilmu. Ia berharap para mahasiswa dapat menikmati setiap proses, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri dengan baik, terutama dalam menyampaikan dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan dewan juri.
“Kalau kita niatkan dengan ibadah, beban itu tidak akan terasa berat. Kita nikmati saja prosesnya. Semua sudah Allah yang mengatur, menang dan kalah. Kalau menang, Alhamdulillah. Kalau tidak menang, kalian sudah menunjukkan bahwa kalian adalah mahasiswa Unisba yang sudah menanamkan DNA 3M dalam diri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Harits berharap pengalaman mengikuti PIMNAS dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan menularkan semangat berprestasi kepada mahasiswa lainnya. Ia juga mengingatkan agar keberhasilan tidak menjadikan mahasiswa sombong, sementara kegagalan tidak membuat mereka rendah diri.
Sambutan perwakilan Dekan disampaikan oleh Dekan Fakultas Farmasi dan Sains Unisba, Dr. Apt. Suwendar, M.Si. Ia menyampaikan dukungan dan doa dari seluruh Dekan fakultas agar tim diberikan kelancaran selama mengikuti kompetisi serta memperoleh hasil terbaik.
“Atas nama para Dekan fakultas, kami mengucapkan selamat jalan. Seperti yang disampaikan Pak Rektor tadi, jangan terlalu terbebani. Enjoy saja, nikmati saja. Tahu-tahu juara,” ujarnya.
Dosen pembimbing tim, Tri Nur Aini Noviar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa tim telah berupaya melakukan berbagai persiapan dan perbaikan secara optimal menjelang pelaksanaan PIMNAS. Ia berharap seluruh ikhtiar yang telah dilakukan dapat berjalan dengan baik dan memperoleh hasil terbaik.
“Kami berupaya seoptimal mungkin melakukan banyak perbaikan. Insya Allah, semoga Allah menyempurnakan upaya yang sudah dilakukan dan memberikan hasil yang baik,” tuturnya.
Mewakili anggota tim, Dyanda Nadia Nadissa menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tim mencapai PIMNAS ke-39 setelah melalui berbagai proses dan perjuangan. Ia berharap keikutsertaan di Undip Semarang dapat membawa nama baik Unisba sekaligus memberikan hasil membanggakan.
“Alhamdulillah, seluruh perjuangan yang sudah kami lakukan selama ini membawa kami ke PIMNAS yang sejak awal memang sudah kami harapkan. Semoga nanti di Undip Semarang kami bisa membawa nama baik Unisba dan pulang membawa double medal, Insya Allah,” ungkapnya.
Keikutsertaan Tim PKM-RSH AI.HUMORTHERAPEUTIK dalam PIMNAS ke-39 menjadi salah satu capaian mahasiswa Unisba dalam mengembangkan budaya riset, kreativitas, dan kompetisi akademik. Melalui kesempatan ini, Unisba berharap semangat berprestasi dapat terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk berkarya serta memberikan kontribusi melalui keilmuan yang dimiliki. [ ]
Dok foto: Unisba












