Perkuat Tata Kelola Mahasiswa Internasional, Unisba Jalani Evaluasi Program KNB 2026

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG (HUMAS) – Universitas Islam Bandung (Unisba) menerima kunjungan Tim Pokja Penguatan Kelembagaan, Direktorat Kelembagaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dalam rangka Evaluasi Laporan Akhir Penyelenggaraan Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat 4-5 Lantai 3 Gedung LPPM Unisba, Jalan Hariangbanga No. 4-6, Bandung, Jumat (30/10).

 

Evaluasi tersebut bertujuan untuk memantau sekaligus menilai proses dan perkembangan pengelolaan mahasiswa internasional penerima Beasiswa KNB di Unisba. Penilaian mencakup berbagai tahapan layanan, mulai dari persiapan sebelum kedatangan, proses kedatangan, hingga pendampingan setelah mahasiswa berada di Indonesia.

 

Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan atas amanah yang diberikan Kemdiktisaintek kepada Unisba dalam penyelenggaraan program beasiswa tersebut.

“Pada intinya, hari ini pihak KNB ingin melihat dan menilai bagaimana proses serta progres yang sudah dilakukan Unisba dalam menata kelola kegiatan ini. Kurang lebih sudah berjalan tiga bulan, dan evaluasi ini menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana pelaksanaannya,” ujarnya.

 

Pada tahun 2026, Unisba memperoleh kepercayaan untuk menerima dua mahasiswa penerima Beasiswa KNB. Keduanya direncanakan menempuh pendidikan pada Program Studi Sarjana Psikologi dan Program Doktor Ilmu Komunikasi. Sebelum mengikuti perkuliahan di program studi masing-masing, para penerima beasiswa mendapatkan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melalui UPT Bahasa Unisba.

 

Prof. Ratna menjelaskan, pengelolaan program KNB melibatkan berbagai unit di lingkungan Unisba. Koordinasi dilakukan mulai dari Kantor Urusan Internasional (KUI), program studi dan fakultas penerima, bagian keuangan, bidang akademik, UPT Bahasa, UPT Kesehatan, hingga unit terkait lainnya, termasuk bidang kemahasiswaan dan pembelajaran.

 

“Pengelolaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak di internal Unisba agar seluruh kebutuhan mahasiswa dapat terlayani dengan baik, baik dari sisi akademik maupun nonakademik,” jelasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Beasiswa, Magang, dan Mobilitas Internasional, Rama Arianto Widagdo, S.T., M.URP., memaparkan berbagai tahapan pengelolaan mahasiswa internasional penerima KNB. Materi presentasi mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan tata kelola beasiswa, pengurusan dokumen izin belajar dan keimigrasian, persiapan keberangkatan, penyediaan akomodasi, hingga protokol penjemputan mahasiswa.

 

Pada tahap kedatangan, Unisba menyiapkan pendampingan melalui program buddies yang membantu mahasiswa mengenal lingkungan kampus dan beradaptasi dengan kehidupan di Bandung. Pendampingan tersebut mencakup orientasi awal, pengenalan lingkungan sekitar, serta dukungan dalam adaptasi sosial dan bahasa.

 

Sementara itu, pada tahap pascakedatangan, Unisba menyelenggarakan Orientation Week selama lima hari. Kegiatan ini meliputi pengenalan kampus, fasilitas dan sistem akademik, lingkungan sekitar kampus, informasi keimigrasian, budaya Bandung, hingga pengenalan budaya Indonesia. Mahasiswa juga mendapatkan pendampingan awal dari program studi untuk menyelaraskan kebutuhan dan harapan akademik.

 

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah pelaksanaan pembelajaran BIPA. Berdasarkan pemaparan Rama, program BIPA dirancang sebanyak 195 pertemuan dengan durasi masing-masing dua jam atau total 390 jam pembelajaran. Hingga pelaksanaan evaluasi, pembelajaran telah berlangsung sebanyak 29 pertemuan atau setara dengan 58 jam, dengan format pembelajaran individual.

 

Pembelajaran BIPA dikembangkan melalui silabus intensif level A1 hingga B2 dengan mengintegrasikan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, serta pengenalan budaya Indonesia. Perkembangan mahasiswa juga dipantau melalui kehadiran, portofolio, rubrik penilaian empat keterampilan berbahasa, dan catatan penguasaan kosakata.

 

Prof. Ratna mengapresiasi perkembangan mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran BIPA. Menurutnya, kedua penerima beasiswa menunjukkan semangat dan etos belajar yang baik. Namun, terdapat satu penerima beasiswa asal mesir yang belum dapat hadir di Unisba karena masih menghadapi proses pengurusan visa. Unisba telah menyiapkan langkah mitigasi agar pembelajaran BIPA tetap dapat diikuti secara daring selama mahasiswa tersebut belum tiba di Indonesia.

 

Lebih lanjut, Prof. Ratna berharap evaluasi ini dapat memperkuat tata kelola program sekaligus menjadi momentum bagi Unisba untuk meningkatkan kepercayaan dalam penyelenggaraan Beasiswa KNB pada tahun-tahun mendatang.

 

“Amanah menerima dua mahasiswa KNB ini merupakan momentum dan kepercayaan yang besar bagi Unisba. Kami berharap pada tahun mendatang dapat kembali memperoleh kepercayaan untuk menerima lebih banyak mahasiswa. Dengan begitu, fakultas-fakultas yang belum mendapatkan kesempatan menerima mahasiswa asing melalui program KNB juga dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya. [ ]

Dok foto: Unisba