Unisba Terjunkan 884 Mahasiswa KKN Tematik Zero Waste, Targetkan Pengurangan Sampah 20 Persen

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) menerjunkan 884 mahasiswa dan 50 dosen pembimbing lapangan (DPL) ke Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, melalui Program Gradasi–KKN Tematik Sampah Tuntas. Program ini bertujuan mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus menargetkan pengurangan volume sampah minimal 20 persen.

 

Pelepasan mahasiswa KKN Tematik Zero Waste dilaksanakan di Auditorium Gedung Dekanat Unisba Lantai 8, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Unisba, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat upaya penanganan sampah secara berkelanjutan.

 

Program ini mengadopsi pendekatan social engineering atau rekayasa sosial melalui HI-CARE Zero Waste Unisba. Pendekatan tersebut sebelumnya diterapkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Zero Waste Unisba di Kecamatan Arcamanik. Model serupa juga digunakan oleh perguruan tinggi lain yang terlibat dalam Program Gradasi–KKN Tematik Sampah Tuntas di sejumlah kecamatan di Bandung Raya.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa akan mendampingi masyarakat untuk membangun kebiasaan mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Salah satu fokusnya adalah mengurangi sampah makanan melalui penerapan prinsip zero food waste. Pelaksanaan program juga didukung pemanfaatan data untuk memetakan persoalan dan menentukan solusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Unisba untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

 

“Unisba berkomitmen untuk selalu hadir di masyarakat, memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar, serta menghadirkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, dalam program sebelumnya di Kecamatan Arcamanik, Unisba melibatkan ratusan mahasiswa untuk mendampingi warga di 54 RW yang tersebar di empat kelurahan. Program tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

 

Pengalaman itu menjadi bekal bagi Unisba untuk melanjutkan program serupa di Kecamatan Babakan Ciparay. Pelaksanaan kegiatan akan mencakup pemetaan permasalahan, edukasi, dan pendampingan masyarakat agar kebiasaan mengurangi serta memilah sampah dapat diterapkan secara konsisten.

“Kami ingin menekankan pada social engineering, bagaimana memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat serta menghadirkan solusi agar volume sampah dari sumbernya dapat berkurang,” jelasnya.

 

Menurut Rektor, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada keterlibatan mahasiswa, tetapi juga membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta pengurus RT dan RW. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah tetap berlanjut meskipun masa KKN telah berakhir.

 

Wakil Rektor Bidang Belajar Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba sekaligus penanggung jawab KKN Tematik Zero Waste, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa 884 mahasiswa yang terlibat berasal dari 10 fakultas. Mereka dibagi ke dalam 63 kelompok dan didampingi oleh 50 dosen pembimbing lapangan.

 

Program ini juga melibatkan berbagai unit di lingkungan Unisba untuk mendukung pelaksanaan kegiatan akademik, kemahasiswaan, penelitian, dan publikasi ilmiah.

 

Dr. Asnita menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

 

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu masyarakat melalui pendekatan yang sesuai dengan keilmuan masing-masing fakultas, sehingga memberikan manfaat yang nyata,” ungkapnya.

 

Ia mencontohkan, mahasiswa Fakultas Kedokteran dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sementara itu, mahasiswa dari fakultas keagamaan dapat berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan ulama untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan.

 

Keterlibatan mahasiswa lintas disiplin ilmu diharapkan dapat menghadirkan pendekatan yang beragam dan inovatif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengapresiasi keterlibatan Unisba dalam program penanganan sampah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

 

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak ditugaskan untuk menggantikan petugas kebersihan, melainkan berperan dalam mendorong perubahan perilaku dan budaya masyarakat dalam mengelola sampah.

 

“Mahasiswa bukan pengganti petugas pemilah sampah. Kami berharap mahasiswa mampu mengubah budaya masyarakat karena kita ingin membangun peradaban yang baru,” tegasnya.

 

Menurut Dr. Lukman, Program Gradasi–KKN Tematik Sampah Tuntas memiliki dua target utama. Pertama, memastikan setiap rumah tangga memahami cara memilah sampah organik dan anorganik. Kedua, mengurangi volume sampah minimal 20 persen.

 

Untuk memastikan pencapaian target tersebut, pelaksanaan program akan dipantau melalui sistem pelaporan LLDIKTI Wilayah IV. Dengan demikian, perkembangan pengelolaan sampah di setiap wilayah dapat diukur secara berkala. Ia berharap program ini mampu menghasilkan perubahan yang terukur dan berkelanjutan, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.

 

Apresiasi juga disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, H. Sumasna, S.T., MUM., yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai pengurangan sampah dari sumbernya, terutama rumah tangga, merupakan langkah penting untuk menekan beban tempat pemrosesan akhir (TPA), khususnya TPA Sarimukti yang menghadapi keterbatasan kapasitas.

 

Sumasna menekankan tiga aspek penting dalam pelaksanaan program, yaitu pendampingan masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah, pengukuran hasil pendampingan, serta pembentukan kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

 

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan sistem pengelolaan sampah yang efektif serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan.

 

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat melalui penyuluh lingkungan hidup alih madya, Pipin Diana, S.T. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang dapat mengajak masyarakat memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan.

 

Rangkaian kegiatan pelepasan mahasiswa ditandai dengan penyerahan simbolis mahasiswa KKN Tematik Zero Waste Unisba oleh Wakil Rektor Bidang Belmawa kepada Camat Babakan Ciparay, Edi Juhendi.

 

Melalui program ini, Unisba memperkuat peran perguruan tinggi sebagai Kampus Berdampak, yang menghubungkan pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, dan pemecahan persoalan lingkungan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga berkontribusi menerapkan ilmu untuk mendorong perubahan di tengah masyarakat.

 

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan rekayasa sosial, edukasi pemilahan sampah, penetapan target pengurangan volume sampah sebesar 20 persen, serta pengukuran hasil pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

 

Selain itu, program ini berkontribusi terhadap SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat; SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat; SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan pengelolaan sampah di lingkungan permukiman; SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya menjaga kelestarian lingkungan; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dan berbagai instansi terkait.

 

Melalui upaya tersebut, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah, memperkuat praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta menjaga kelestarian lingkungan. [ ]

Dok foto: Unisba