Asrama Yatim Kopo Permai Kembali Dibuka Setelah 2 Tahun Jadi Kantor

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Asrama Yatim Kopo Permai kembali dibuka setelah dua tahun menjalankan fungsi berbeda. Sebelumnya, bangunan tersebut digunakan sebagai Kantor Pemberdayaan dan Training Center. Kini, tempat tersebut kembali menjadi ruang tumbuh bagi anak yatim dan dhuafa.

Peresmian kembali berlangsung pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut digelar di Komp. Kopo Permai Blok F2 No. 01, Kabupaten Bandung. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pengurus yayasan turut hadir.

Pemerintah desa dan pengelola asrama juga menghadiri acara tersebut. Selain itu, anak asuh dari beberapa asrama di wilayah Bandung turut mengikuti kegiatan.

Asrama Yatim Kopo Permai Kembali Dibuka

Pembukaan kembali Asrama Yatim Kopo menjadi bagian dari upaya PYI. Tujuannya adalah menghadirkan ruang pembinaan bagi anak yatim dan dhuafa.

Selama dua tahun, bangunan tersebut memiliki fungsi sebagai kantor pemberdayaan. Tempat tersebut juga digunakan sebagai pusat pelatihan. Kini, bangunan itu kembali menjadi tempat tinggal anak asuh.

Dengan demikian, asrama dapat kembali menjalankan fungsi pembinaan. Anak-anak juga memperoleh lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.

Dihadiri Pengurus Yayasan dan Pemerintah Desa

Wakil Ketua Yayasan, Suparjat, S.E., hadir dalam kegiatan peresmian. Kepala Desa Acep Koswara juga turut menghadiri acara tersebut.

Selain itu, Kepala Cabang Bandung Adang SR Wijaya turut hadir. Para kepala asrama area Bandung juga mengikuti kegiatan tersebut.

Anak-anak asuh dari sejumlah asrama Bandung turut memeriahkan acara. Kehadiran mereka menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam pembukaan kembali asrama.

Menjadi Tempat Tinggal Anak Asuh Laki-Laki

Asrama Yatim Kopo Permai nantinya dihuni oleh anak asuh laki-laki atau ikhwan. Asrama ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal.

Lebih dari itu, asrama menjadi lingkungan untuk pendidikan dan pembinaan. Anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka.

Pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendampingan. Selain itu, nilai-nilai kemandirian juga akan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Asep Deni dan Ummi Hani Dampingi Anak Asuh

Dalam pengelolaannya, anak-anak akan mendapatkan pendampingan secara rutin. Asep Deni dan Ummi Hani dipercaya menjadi kepala asrama.

Keduanya akan mendampingi anak-anak selama tinggal di asrama. Mereka juga berperan sebagai sosok pendamping sekaligus orang tua.

Pendampingan tersebut diharapkan menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Dengan begitu, anak-anak dapat menjalani proses pendidikan dengan lebih baik.

Asrama Menjadi Ruang Pembinaan Berkelanjutan

Kehadiran kembali Asrama Yatim Kopo diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas. Asrama tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal.

Sebaliknya, tempat ini diproyeksikan menjadi ruang pembinaan berkelanjutan. Anak-anak akan mendapatkan pendidikan, perhatian, serta pendampingan yang terarah.

Selain itu, lingkungan asrama diharapkan membantu membentuk karakter anak. Bekal tersebut penting untuk mendukung kemandirian mereka pada masa depan.

Kopo Permai Siap Cetak Generasi Penuh Harapan

Pembukaan kembali Asrama Yatim Kopo menjadi langkah baru bagi PYI. Kehadiran asrama diharapkan melahirkan generasi yang lebih mandiri.

Ke depan, anak-anak diharapkan memiliki bekal pendidikan dan karakter yang kuat. Mereka juga diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pada akhirnya, Kopo Permai diharapkan menjadi tempat tumbuh penuh harapan. Asrama ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendukung masa depan anak yatim dan dhuafa. [ ]

Dok foto: PYI