Dukung Pengelolaan Tailing Berkelanjutan, Unisba Berkontribusi dalam Penyusunan Masterplan Pemanfaatan Tailing PTFI di  Kabupaten Mimika

BERITAUNGGULAN.COM, PAPUA TENGAH — Sebagai bagian dari komitmennya sebagai Kampus Berdampak, Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan Survey Review Penyusunan Dokumen Masterplan Pemanfaatan Tailing Kabupaten Mimika Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Mei 2026 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah ini dilaksanakan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba.

Kegiatan tersebut bertujuan mengumpulkan data, mengidentifikasi berbagai permasalahan, serta memastikan titik-titik Lokasi dari area pengambilan (quary), area pengumpulan (collecting point) dan titik-titik simpul untuk pendistribusian tailing yang akan dikeluarkan dari area PTFI. Kajian survei ini diharapkan mampu memotret secara keseluruhan lingkungan yang akan menjadi titik-titik kesepakatan. Kesepakatan ini akan dibuat paying hukum melalui peraturan daerah/ kepala daerah.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penyusunan masterplan pemanfaatan tailing yang telah dilakukan pada tahun 2022 antara Pemda Mimika dengan LPPM UNISBA. Seiring dengan sudah dibentuknya PT Mimika Abadi Sejahtera (PT MAS) sebagai perusahaan daerah (Perusda) yang menggawangi pemanfatan tailing, maka tahun 2026 dilakukan review masterplan. Review ini dilakukan karena banyaknya penyesuaian mulai dari pergantian peraturan, kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi Masyarakat sehingga diharapkan masterplan semakin relevan untuk digunakan perusda.

Tim yang terlibat merupakan tim besar gabungan/ kolaborasi beberapa perguruan tinggi. Sesuai permintaan pihak pemda yang mengharapkan dilakukan oleh tim yang sama. Kajian ini dipimpin oleh Ir. Andi Oetomo, MPL (ITB) kemudian dibantu oleh Prof. Boy Kombaitan, MSc dan Dr. Ir. Fadhli Muhammad ST, MT. Dari Tim ITERA terdapat Prof. Ibnu Syabri B.Sc,M.Sc, Ph.D dan Tim Unisba yang terlibat terdiri atas dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik, Tarlani, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Saraswati, M.T., serta dosen Fakultas Hukum Asep Hakim Zakiran, S.H., M.H. Mereka bekerja sama dengan sejumlah tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu di bawah koordinasi LPPM Unisba melalui kegiatan swakelola tipe 3.

Tarlani sebagai tenaga ahli ekonomi wilayah menekankan bahwa kegiatan ini memiliki dampak multiplayer yang bagus, bukan hanya semata-mata membantu mengurangi jumlah tailing yang setiap harinya rata-rata dikeluarkan sebanyak 220 rbu ton, melainkan mampu mendongkrak pendapatan daerah dari hasil pengolahan tailing ini. “Kami membantu menyempurnakan masterplan agar pemanfaatan tailing dapat berjalan lebih terarah, memberikan manfaat ekonomi bagi daerah, serta tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan ketentuan yang berlaku sejalan dengan SDGs no 8 tentang pertumbuhan ekonomi, no 15 ekosistem darat dan no 17 kemitraan untuk mencapai tujuan,” ujarnya.

Selama kegiatan survei, tim memperoleh berbagai masukan dari Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, PT Mimika Abadi Sejahtera, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya. Masukan tersebut mencakup aspek tata ruang, hukum, teknis operasional, lingkungan hidup, hingga peluang investasi yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan tailing.

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa roadmap pemanfaatan tailing oleh PTFI tahap pertama telah selesai pada tahun 2024 dan kini memasuki tahap kedua untuk periode 2025–2030. Pemanfaatan tailing dapat dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan maupun skema komersial sesuai ketentuan yang berlaku atas dasar izin yang diberikan oleh kementrian lingkungan hidup.

Pada kajian sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan tailing mampu dilakukan melalui produk paving blok dan mortar. Namun, Selain dimanfaatkan sebagai bahan baku konstruksitersebut, kajian terbaru juga menunjukkan adanya potensi lain dari tailing termasuk potensi kandungan logam bernilai ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama investasi dan penguatan peran perusahaan daerah. Hal ini terbukti dari banyaknya investor yang mau memanfaatkan tailing khususnya dari luar.

Dalam kajian ini, Personil yang berasal dari Unisba memiliki peran strategis masing-masing. Tarlani berperan sebagai tenaga ahli pengembangan ekonomi wilayah yang mengkaji potensi ekonomi dan model bisnis pemanfaatan tailing. Dr. Saraswati mengkaji aspek sosial budaya masyarakat, sementara Asep Hakim Zakiran memberikan dukungan pada aspek hukum, khususnya dalam penyusunan naskah akademik dan rancangan regulasi daerah.

Kegiatan review masterplan ini akan berlangsung hingga Juli 2026 dan dilanjutkan dengan penyusunan laporan akhir, diseminasi hasil kajian, serta penyusunan naskah akademik dan rancangan peraturan daerah. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mengelola dan memanfaatkan tailing secara optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Melalui keterlibatan dalam program ini, Unisba kembali menunjukkan perannya sebagai Kampus Berdampak yang hadir melalui riset, kajian, dan kolaborasi untuk mendukung pembangunan daerah serta memberikan solusi bagi berbagai kebutuhan masyarakat dan pemerintah. [ ]

Dok foto: Unisba