Edukasi Literasi Wakaf : Transformasi Pengelolaan Wakaf Menjadi Intrumen Dana Abadi

BERITAUNGGULAN.COM, YOGYAKARTA  — Rumah Zakat berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder mengadakan edukasi dan literasi wakaf, diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari mitra PT Trimegah Sekuritas dan donatur Rumah Zakat.

Acara kali ini menghadirkan pembicara Bapak Irvan Nugraha selaku Chief Executive Officer Rumah Zakat, Bapak Didi Sabir selaku Chief Marketing and Digital Fundraising Officer Rumah Zakat, dan Bapak Hasbie Sukaton selaku Head of Mutual Fund Strategic & Partnership PT Trimegah Sekuritas Indonesia.

Acara yang didukung oleh Bank Indonesia Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan bagian dari rangkaian program edukasi Wakaf kepada masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, bahwa wakaf tidak hanya dalam bentuk fisik berupa tanah atau bangunan, namun wakaf juga dapat berupa uang yang tidak ada batasan nominalnya.  Wakaf dapat menjadi instrumen number daya produktif yang potential untuk kebermanfaatan jangka panjang.

Selain diikuti oleh mitra dan donatur dari Rumah Zakat dan Trimegah, acara ini juga diikuti oleh sejumlah tamu undangan dari para institusi yang selama ini beririsan langsung dengan optimalisasi sumber daya wakaf.

Diantaranya Bapak Arif Wijayanto Pemimpin Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BPD DIY, Bapak Mahmudi (KPw Bank Indonesia DIY), Prof Eduardus Tandelilin (Guru Besar FEB UGM), Bapak Nadhif Masykur (Kanwil Kemenag DIY), Tri Sumardiyati (Biro Kesra Pemda DIY), Muhammad Zahron (SAKAFA).

Dalam pemaparanya, Irvan Nugraha menyampaikan bahwa potensi filantropi Islam yang cukup besa di Indonesia ini tidak hanya berasal dari Zakat, Infak dan Sedekah yang kecenderungan penyaluranya langsung kepada penerima program.

“Namun ada potensi dana wakaf yang pokoknya tetap dan dapat di kelola untuk instrumen produktif sehingga pembiayaan jangka panjang untuk pemberdayaan masyarakat tidak lagi bergantung pada ZIS namun dari hasil produktif pengelolaan wakaf produktif, katanya, Minggu (26/7/2026).

Menurut Hasbie, Inovasi wakaf kini bertransformasi menjadi instrumen endowment fund (dana abadi) strategis yang melampaui sekadar bantuan sosial (charity) instan.

Melalui pengelolaan modern, wakaf uang ditahan sebagai aset produktif yang terus berputar, sementara surplus investasinya dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan kali ini juga dilakukan lelang wakaf berupa penawaran kepada peserta acara kesempatan untuk ikut serta dalam menyokong program wakaf yang sedang dikerjakan oleh Rumah Zakat yaitu Wakaf Sarana Air Bersih Sumur dan Wakaf Uang produktif.

Lelang wakaf ini difasilitasi oleh platform kolaborasi funding wakaf gandenggendong.com yang di inisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta. [ ]