Jadi Bagian Rutin Ta’aruf Unisba, P3M Tanamkan Karakter Islami bagi Mahasiswa Baru

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali membekali mahasiswa baru dengan pemahaman dan karakter Islami melalui kegiatan Pengenalan & Pengembangan Pribadi Mukmin, Muslim, dan Muhsin (P3M). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Ta’aruf Unisba untuk mengenalkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun karakter mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan perkuliahan.

P3M tahun ini dilaksanakan di ruang-ruang kelas Kampus Utama Unisba dan Gedung LPPM Unisba, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 1.941 mahasiswa baru yang terbagi dalam 59 kelas.

P3M merupakan pelatihan pembentukan karakter Islami (Islamic Character Building) yang mengajak mahasiswa mengenal dirinya melalui pendekatan Psikologi Islam sekaligus menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kerangka 3M, yaitu Pribadi Mukmin, Muslim, dan Muhsin yang kemudian diarahkan pada karakter Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.

Koordinator P3M Unisba, Hendi Suhendi, S.Sos.I., M.M., mengatakan P3M menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian Ta’aruf yang secara rutin diberikan kepada mahasiswa baru setiap tahunnya.

“P3M ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian Ta’aruf mahasiswa baru Unisba. Kegiatannya berupa pelatihan pengenalan dan pengembangan pribadi 3M, yaitu Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, melalui materi Pribadi Mukmin, Pribadi Muslim, dan Pribadi Muhsin,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas dan permainan yang dirancang untuk membantu memahami materi secara lebih interaktif. Tahun ini, rangkaian P3M yang sebelumnya berlangsung sekitar satu setengah hari dipadatkan menjadi satu hari.

“Materinya tetap diberikan secara utuh, hanya games yang dikurangi. Kalau sebelumnya games cukup banyak di setiap sesi, sekarang ditempatkan sebagai jeda antar-materi,” jelas Hendi.

Setiap kelas berisi maksimal 33 peserta dan didampingi dua fasilitator. Dengan 59 kelas, terdapat 118 fasilitator yang terlibat dalam pelaksanaan P3M tahun ini.

Para fasilitator merupakan mahasiswa minimal semester lima dan sejumlah alumni. Mayoritas berasal dari Fakultas Psikologi, meskipun kesempatan menjadi fasilitator terbuka bagi mahasiswa dari seluruh fakultas di Unisba.

Sebelum mendampingi mahasiswa baru, para fasilitator terlebih dahulu mengikuti Training for Facilitator selama satu hari. Pelatihan tersebut menggunakan materi dan metode yang sama dengan yang diberikan kepada mahasiswa baru, termasuk simulasi dan roleplay.

Menurut Hendi, keterlibatan fasilitator menjadi bagian penting agar proses pembelajaran di setiap kelas dapat berlangsung dengan pendekatan yang seragam sekaligus lebih dekat dengan mahasiswa.

“Kami menginginkan mahasiswa baru mendapatkan pengenalan dan pengembangan pribadi Muslim, khususnya berkaitan dengan karakter Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid,” katanya.

Ia menyadari bahwa pembentukan karakter tidak dapat selesai hanya melalui satu kegiatan. Karena itu, nilai-nilai yang diperkenalkan dalam P3M diharapkan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pembinaan mahasiswa selama menjalani pendidikan di Unisba.

“Dalam waktu satu hari tentu belum optimal. Mudah-mudahan nanti dilanjutkan melalui materi-materi berikutnya, seperti Pesantren Mahasiswa Baru, Pesantren Calon Sarjana, maupun dalam proses perkuliahan dan kegiatan lainnya,” tutur Hendi.

Melalui P3M yang rutin menjadi bagian dari Ta’aruf Unisba setiap tahunnya, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga mendapatkan bekal nilai dan karakter yang menjadi bagian dari identitas pendidikan di Unisba.

Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai pribadi yang beriman, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. [ ]

Dok foto: HUMAS