BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali melahirkan dokter-dokter baru melalui Yudisium dan Sumpah Dokter Gelombang V Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Trans Convention Centre, Bandung, Kamis (23/7).
Sebanyak 15 dokter baru, terdiri atas tiga laki-laki dan 12 perempuan, resmi menyandang gelar dokter setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPDPD).
Ketua Program Studi Pendidikan Dokter sekaligus Ketua Tahap Profesi FK Unisba, dr. Budiman, M.K.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menempuh rangkaian pendidikan profesi selama kurang lebih dua tahun.

Tahapan tersebut meliputi tes CBT dan MMPI, Pembentukan Karakter Dokter Muslim (PKDM), pra-kepaniteraan, stase klinik di rumah sakit pendidikan dan jejaring, hingga kegiatan pascarotasi seperti pelatihan Hiperkes dan Kesehatan Kerja serta Pesantren Calon Dokter. Seluruh peserta juga telah lulus ujian nasional OSCE dan CBT sebagai syarat akhir pendidikan profesi.
Ia menambahkan, yudisium gelombang ini diikuti oleh 15 peserta dengan rata-rata IPK 3,54 dan IPK tertinggi 3,65. Hingga saat ini, Fakultas Kedokteran Unisba telah meluluskan 2.105 dokter sejak tahun 2010.
Mewakili para dokter baru, dr. Siti Fani Farida Hendrik mengungkapkan rasa syukur serta terima kasih kepada dosen, pembimbing, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.
“Hari ini bukan akhir dari perjuangan. Hari ini adalah awal dari sebuah pengabdian. Sebentar lagi kami akan mengucapkan sumpah. Sebuah janji yang bukan hanya didengar oleh ruangan ini, tetapi juga akan menjadi saksi bagi hati nurani kami sepanjang hidup,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa para dokter baru berkomitmen menjaga kehormatan profesi, mengutamakan keselamatan pasien, terus belajar, serta melayani masyarakat dengan hati.
Dekan Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., menekankan bahwa sumpah dokter bukan sekadar seremoni akademik, melainkan ikrar moral, etika, dan spiritual yang akan melekat sepanjang perjalanan profesi seorang dokter.
Menurutnya, FK Unisba yang berlandaskan nilai-nilai Islam memandang profesi dokter sebagai jalan pengabdian sekaligus ibadah. Oleh karena itu, fakultas berupaya membentuk dokter muslim yang memiliki karakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid, yakni dokter yang memiliki semangat pengabdian, kemampuan berpikir ilmiah dan kritis, serta keberanian berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan moral Islam.
“Para dokter baru senantiasa menjunjung tinggi keselamatan pasien, menjaga integritas, dan terus mengembangkan kompetensi sepanjang hayat,” tuturnya.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa sebagai perguruan tinggi Islam, Unisba memiliki komitmen untuk melahirkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter Islami sebagai landasan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Sumpah yang Saudara ucapkan hari ini bukanlah formalitas semata, melainkan janji yang menjadi landasan hidup dalam setiap langkah pengabdian Saudara kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar para dokter baru senantiasa memegang prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas dalam menjalankan profesinya. Menurutnya, kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, dan digitalisasi layanan kesehatan harus diimbangi dengan nilai kemanusiaan, akhlak, empati, serta keikhlasan yang menjadi ruh profesi dokter.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi atas capaian Fakultas Kedokteran Unisba yang berhasil mempertahankan Re-Akreditasi Internasional ASIIN untuk Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen FK Unisba dalam menjaga mutu pendidikan sesuai standar internasional.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, mengingatkan bahwa sumpah memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar janji. Ia berharap seluruh dokter baru mampu menjalankan sumpah profesinya dengan penuh keikhlasan, menjaga kejujuran, memperkuat keimanan, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai tantangan profesi di masa mendatang.
Melalui pelaksanaan Yudisium dan Sumpah Dokter Gelombang V ini, Unisba kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter muslim yang kompeten, berintegritas, dan berkarakter Islami, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. [ ]
Dok foto: HUMAS












