Fakultas Syariah Unisba Gelar ISLAMI 2026, Hadirkan Kolaborasi Global untuk Kebangkitan Peradaban Wakaf

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kontribusi akademik di tingkat internasional melalui penyelenggaraan The 2nd International Seminar on Law, Muamalah, and Islamic Finance (ISLAMI) 2026 pada Kamis (18/6/2026) di Aula Utama Unisba.

Mengusung tema “Revitalizing Waqf Civilization: Economic Empowerment, Historical Legacy, Legal Reform, and Global Humanitarian Collaboration”, seminar internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati hukum Islam dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, mendiseminasikan hasil riset, serta membangun kolaborasi global dalam pengembangan hukum, ekonomi, dan keuangan syariah.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ISLAMI 2026 sebagai bagian dari langkah strategis Fakultas Syariah dalam membawa Unisba semakin dikenal di kancah internasional.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian global saat ini, wakaf memiliki potensi besar sebagai alternatif sistem keuangan sosial yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan yang produktif, wakaf dapat berperan dalam mengatasi berbagai persoalan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Fakultas Syariah hari ini telah memainkan perannya dalam mengangkat Unisba ke panggung global dengan menghadirkan para pakar dari berbagai negara. Semoga forum ini tidak hanya menghasilkan gagasan-gagasan baru, tetapi juga melahirkan inisiatif nyata bagi pembangunan berkelanjutan masyarakat Muslim di dunia,” ujarnya.

Dekan Fakultas Syariah Unisba, Dr. N. Eva Fauziah, Dra., M.Ag., menyampaikan bahwa pembahasan mengenai wakaf tidak hanya terbatas pada aspek ibadah, tetapi juga sebagai salah satu instrumen peradaban yang memiliki daya transformasi besar.

Ia menjelaskan bahwa sejarah telah menunjukkan bagaimana wakaf pada masa kejayaan Islam menjadi penggerak utama pembangunan fasilitas umum, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan. Oleh karena itu, revitalisasi wakaf menjadi sebuah kebutuhan dalam menjawab persoalan sosial dan kemanusiaan kontemporer.

“Wakaf merupakan warisan peradaban Islam yang memiliki kekuatan luar biasa. Melalui seminar ini, kami berharap dapat menggali kembali potensi wakaf sebagai solusi dalam pemberdayaan ekonomi, penguatan sosial, serta kolaborasi kemanusiaan global,” ungkapnya.

Ketua pelaksana ISLAMI 2026, Arif Rijal Anshori, S.Sy., M.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Fakultas Syariah dalam mendukung internasionalisasi Unisba menuju universitas berkelas dunia.

ISLAMI 2026 menghadirkan dua sesi seminar internasional. Pada sesi pertama secara luring menghadirkan Prof. Dr. Raditya Sukmana, S.E., M.A. dari Universitas Airlangga dengan materi mengenai ekonomi wakaf produktif, investasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat; Dr. Zaini Abdul Malik, S.Ag., M.A. dari Fakultas Syariah Unisba yang membahas reformasi hukum dan tata kelola wakaf di Indonesia; Dr. Maman Surahman, Lc., M.A., dari Fakultas Syariah Unisba yang mengangkat sejarah perkembangan wakaf dalam peradaban Islam dan Nusantara; serta Dr. H. M. Faisal Muchtar, Lc., M.Si. dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk Unit Usaha Syariah yang memaparkan implementasi wakaf dalam praktik perbankan syariah.

Sementara itu, sesi kedua secara daring menghadirkan pembicara internasional, yaitu Dr. Ahmad Soleh Ali Bafadol dari Fakultas Syariah Al-Ahqaf University Yaman, Almir Colan selaku Deputy CEO National Zakat Foundation Australia sekaligus Founder Muslim Money Matters Australia, serta Prof. Dr. Yusuf Ibrahim Sulaiman AlZamli dari Al-Aqsa University Palestina yang membahas peran wakaf dalam memperkuat ketahanan sosial dan kemanusiaan global.

Selain seminar internasional, rangkaian ISLAMI 2026 juga mencakup kegiatan Call for Papers yang berhasil menghimpun sekitar 50 artikel ilmiah dari berbagai negara seperti Indonesia, Inggris, Turki, Malaysia, India, dan Brunei Darussalam.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 600 peserta baik secara luring maupun daring yang berasal dari mahasiswa, akademisi, serta berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Melalui penyelenggaraan ISLAMI 2026, Fakultas Syariah Unisba menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan hukum, muamalah, dan keuangan Islam yang responsif terhadap tantangan global.

Kolaborasi yang terbangun bersama para akademisi, praktisi industri, serta mitra internasional diharapkan dapat melahirkan gagasan dan solusi nyata dalam mengembangkan peran wakaf sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan kemanusiaan yang berkelanjutan. [ ]

Dok foto: Humas