FK Unisba Kukuhkan 119 Dokter Baru pada Yudisium dan Sumpah Dokter Gelombang IV

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) kembali melahirkan ratusan tenaga medis profesional melalui prosesi Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada Senin (4/5) di InterContinental Bandung Dago Pakar. Kegiatan berlangsung khidmat sebagai momentum penting yang menandai awal pengabdian para lulusan dalam dunia kedokteran.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan pengabdian yang sarat tanggung jawab moral dan spiritual.

Ia mengingatkan bahwa sumpah dokter yang diucapkan bukanlah formalitas semata, tetapi janji suci yang akan menjadi landasan dalam menjalankan profesi.

“Menjadi seorang dokter bukanlah sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian. Saudara dituntut tidak hanya memiliki kompetensi ilmiah dan keterampilan klinis, tetapi juga integritas moral, empati, serta komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan etika kedokteran,” ujarnya.

Rektor juga menekankan bahwa setiap tindakan medis merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT.

“Setiap pasien yang Saudara tangani adalah amanah, setiap keputusan adalah pertanggungjawaban, tidak hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berpesan agar para dokter baru senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman dalam praktik kedokteran. “Jadilah dokter yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan keikhlasan.

Dokter yang hadir bukan hanya untuk mengobati penyakit, tetapi juga memberi harapan, menenangkan hati, dan menguatkan jiwa pasien,” tuturnya

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl menekankan pentingnya nilai spiritual dalam menjalankan profesi dokter, khususnya sebagai dokter muslim. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga oleh kekuatan iman dan akhlak.

“Mudah-mudahan saudara-saudara dapat melaksanakan segala apa yang menjadi kewajiban sebagai dokter muslim yang khidmat,” ujarnya. Ia juga membagikan prinsip hidup sebagai pegangan, “Mantapkan iman, lakukan sholat dengan khusyuk, tinggalkan kegiatan yang tidak bermanfaat, biasakan hidup jujur, serta tepati janji. Mudah-mudahan ini menjadi pegangan dan amalan kita”.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FK Unisba Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M. menegaskan bahwa momentum sumpah dokter merupakan pengukuhan identitas profesional yang sarat makna dan tanggung jawab.

“Hari ini bukan sekadar seremoni. Hari ini adalah pengukuhan identitas profesional Anda—sebuah amanah yang tidak ringan. Gelar ‘dokter’ yang Anda sandang bukan hanya simbol kompetensi akademik, tetapi juga cerminan integritas, empati, dan komitmen kemanusiaan,” ungkapnya .

Ia juga mengingatkan para lulusan untuk menjaga kerendahan hati dalam menjalankan profesi. “Ada satu jebakan yang sering mengintai para profesional yang baru meraih puncak pencapaiannya yaitu kesombongan yang terselubung. Maka pesan saya, tetaplah rendah hati. Ingatlah: gelar bukan tujuan, tetapi kurban,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dekan menekankan bahwa sumpah dokter merupakan janji suci yang harus dipegang sepanjang hayat. “Sumpah dokter bukan sekadar rangkaian kata, melainkan janji suci – janji kepada Allah SWT, kepada profesi, dan kepada kemanusiaan,” tambahnya. Ia pun berharap para lulusan mampu menjadi dokter yang tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga merawat harapan dan menghadirkan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Perwakilan dokter baru, dr. Ridwansyah Fajari Zaenudin, menyampaikan rasa syukur sekaligus refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama rekan sejawatnya. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah hasil perjuangan individu semata.

“Hari ini bukan hanya tentang seremoni, tetapi tentang perjalanan panjang yang penuh dengan air mata, lelah, dan pengorbanan. Namun hari ini membuktikan bahwa kita mampu melewati semuanya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan penuh. “Gelar dokter yang kita sandang hari ini sejatinya bukan hanya milik kita, tetapi juga milik mereka yang selalu memperjuangkan kita,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa gelar dokter membawa tanggung jawab besar. “Gelar ini bukan sekadar simbol intelektual, tetapi juga panggilan moral dan kemanusiaan. Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian seumur hidup,” ungkapnya.

Laporan akademik disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Dokter sekaligus Ketua Tahap Profesi FK Unisba, dr. Budiman, M.K.M. yang melaporkan bahwa pada gelombang ini, FK Unisba meluluskan 119 dokter baru dari angkatan 2020, 2022, dan 2023, yang terdiri dari 37 laki-laki dan 82 perempuan.

“Mahasiswa tahap profesi yang mengikuti yudisium dan sumpah dokter hari ini telah menempuh seluruh rangkaian pendidikan profesi selama kurang lebih dua tahun, mulai dari CBT dan MMPI, pembentukan karakter dokter muslim, hingga stase klinik di 16 bagian medis,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa para mahasiswa telah menjalani pendidikan klinik di rumah sakit pendidikan utama serta berbagai rumah sakit jejaring, serta berhasil lulus Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPDPD) yang terdiri dari ujian OSCE dan CBT.

“Unisba menjadi top 10 universitas penyumbang lulusan UKNPDPD terbanyak periode Februari 2026 dengan jumlah lulusan 119 mahasiswa,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya yudisium ini, para lulusan secara resmi berhak mengikuti pengambilan sumpah dokter dan mengemban amanah sebagai tenaga medis profesional. “Sampai saat ini, FK Unisba telah berhasil meluluskan 2.090 dokter sejak tahun 2020,” pungkasnya .

Prosesi ini menjadi penegasan komitmen FK Unisba dalam mencetak dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Para dokter baru diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menghadirkan pelayanan medis yang humanis dan berorientasi pada kemaslahatan umat. [ ]

Dok foto: Humas Unisba