Ikhtiar Pulihkan Pendidikan Pasca Bencana di Aceh Tamiang Melalui Program Bangkit Sekolah Sinergi Foundation

BERITAUNGGULAN.COM, ACEH TAMIANG – Pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, geliat aktivitas pendidikan kembali terlihat . Sebelumnya, aktivitas di seluruh sektor kehidupan warga termasuk pendidikan sempat lumpuh total lantaran material lumpur yang menutup akses jalanan dan berbagai infrastruktur.

Sinergi Foundation turut berpartisipasi dalam mendukung percepatan normalisasi kegiatan pendidikan khususnya di Aceh Tamiang. Partisipasi ini dituangkan melalui program Bangkit Sekolah yang menyasar beberapa institusi pendidikan di wilayah tersebut, SD Negeri Lhok Medang Ara dan SD Negeri Paya Rahat merupakan dua di antaranya. Pelaksanaan program ini mencakup aksi pembersihan sekolah hingga penyaluran sarana untuk mendukung aktivitas pembelajaran.

Aksi dimulai dengan revitalisasi bangunan dan lingkungan sekolah yang tertimbun lumpur. SD Negeri Lhok Medang Ara di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi sekolah pertama yang menjadi titik pertama berjalannya aksi ini pada Sabtu (20/12/2025).

Warga sekitar sekolah dilibatkan dalam proses pembersihan ini, selain untuk mempercepat tahapan juga mendorong peningkatan produktivitas para penyintas pasca bencana.

Bersamaan dengan dimulainya aktivitas pembersihan, dilakukan pula layanan dukungan psikososial sekaligus pembagian bingkisan berisi makanan ringan untuk 20 anak di sekitar SD Negeri Lhok Medang Ara. Penyediaan layanan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk meredakan beban psikologis anak-anak yang baru saja menghadapi situasi bencana luar biasa.

Pembersihan berjalan selama sekitar dua minggu. Aksi ini diikuti dengan pengecatan ulang dinding bangunan sekolah pada Sabtu (03/01/2026) untuk menghilangkan sisa-sisa lumpur yang masih menempel. Para murid pun diajak ikut serta dalam aksi ini, untuk mempersiapkan mereka menyambut kembali kegiatan pembelajaran setelah sekian lama terpaksa diliburkan karena bencana.

Aksi ditutup dengan distribusi sarana pembelajaran berupa tikar untuk alas duduk para murid di kelas. Distribusi dilakukan pada Rabu (07/01/2026) dan langsung digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Tikar dipilih sebagai alternatif pengganti kursi yang hampir seluruhnya rusak karena terjangan banjir dan lumpur.

Merespons bantuan yang berharga ini, Muhammad Reza S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri Lhok Medang Ara tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Secara pribadi dirinya menyampaikan rasa terima kasih kepada Sinergi Foundation, khususnya para mitra baik dan donatur.

Reza menjelaskan, bantuan yang dikemas dalam program Bangkit Sekolah ini memberikan dampak positif baik bagi para guru dan 165 murid yang bersekolah di SD Negeri Lhok Medang Ara.

Sebagaimana yang diketahui, sekolah ini tergolong menerima dampak banjir yang cukup parah dengan lumpur tebal yang menutupi seluruh area sekolah. Kondisi ini sempat menimbulkan kebingungan di kalangan guru dan murid, karena aktivitas pendidikan tidak mungkin dilakukan dalam keadaan tersebut.

“Namun, alhamdulillah, berkat bantuan dari relawan yang tidak lelah dan menyerah untuk membersihkan, akhirnya aktivitas belajar bisa berlangsung di sini. Untuk itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan, sinergi Foundation, para donatur, serta pihak-pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung akan terselenggaranya program bantuan ini,” tandasnya.

Sebagaimana yang disebutkan di atas, SD Negeri Lhok Medang Ara bukan satu-satunya titik pelaksanaan program Bangkit Sekolah. Titik aksi lainnya berada di SD Negeri Paya Rahat di Kecamatan Bandamulya, Kabupaten Aceh Tamiang. Skema dan aksi yang diterapkan sama persis dengan yang berjalan di titik sebelumnya, yakni pembersihan sekolah dari lumpur, layanan dukungan psikososial, pengecatan dinding sekolah, dan distribusi meja lipat untuk belajar

Namun, dilakukan aksi tambahan berupa pembagian paket-paket sembako untuk 14 orang guru SD Negeri Paya Rahat. Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung bangkitnya kehidupan para guru yang pekerjaannya sempat lumpuh karena bencana banjir.

Kepala Sekolah SDN Paya Rahat, Rusnaeni, pun menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima pihaknya. Dirinya bercerita, pasca bencana, pihak sekolah merasa kebingungan apa yang harus dilakukan agar proses KBM kembali berjalan. Apalagi waktu itu, sekolahnya diterjang banjir setinggi dua meter lebih yang setelah surut menyisakan lumpur setebal 40 centimeter.

“Jujur kami tidak tahu harus membersihkan dari mana dan bagaimana caranya. Akan tetapi, melalui bantuan para relawan dan orang-orang baik, akhirnya sekolah bersih kembali dan aktivitas mengajar bisa diselenggarakan, meskipun masih sederhana,” ucapnya.

Ucapan terima kasih turut disampaikan salah seorang siswa SD Negeri Paya Rahat yang bernama Moza. Moza sempat menegaskan keinginannya untuk kembali bersekolah setelah terjangan bencana. Ketika melihat sekolahnya yang sudah bersih kembali, murid kelas 3 SD tersebut mengatakan, “Senang sekolahku telah dibersihkan. Aku jadi bisa belajar lagi. Terima kasih, kakak-kakak Sinergi!”

CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia menegaskan, Bangkit Sekolah merupakan upaya lembaganya menjawab tantangan dan amanah donasi dari para donatur serta mitra kebaikan. “Kami hanyalah jembatan penyalur amanah. Bantuan yang kami salurkan sejak awal kebencanaan hingga masa trauma healing adalah bentuk kepedulian nyata untuk saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga menjadi wasilah pemulihan Aceh Tamiang dan diridhai Allah SWT,” ungkap Ima.

Ima menjelaskan, selain aksi di lapangan, koordinasi bantuan dari pusat (red_Bandung) juga berjalan beriringan. Pihaknya juga tidak hanya memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti ATK, tas, dan Sepatu, tapi juga mengirimkan Alquran. Selain itu juga, aksi bantuan terus diperluas, salah satunya distribusi 80 meja belajar yang diberikan kepada pihak sekolah SDN Jamur Jelatang, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada (28/01/2026).

“Semua ini bukti kepedulian kami untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga Allah meridhoi dengan aksi yang telah di lakukan dan aksi yang akan dilaksanakan ke depan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, apa saja yang telah dilakukan oleh Tim Relawan Sinergi Foundation terkait program ini. Pada Sabtu (20/12/2025), tim relawan mengadakan layanan psikososial yang diikuti oleh 20 anak anak yang berada di sekitaran sekolah SDN Lhok Medang Ara, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, serta pemberian bingkisan untuk mereka.

Kemudian, dilakukan pembersihan material lumpur di SDN Lhok Medang Ara melalui kolaborasi aktif bersama masyarakat. Upaya revitalisasi fisik terus digenjot, pada Sabtu, (03/01/2026), tim melakukan pengecetan ulang gedung sekolah serta empat hari berikutnya mendistribusikan bantuan berupa alas atau tikar belajar, pada Rabu (07/01/2026).

“Berkat sinergi apik yang dilakukan sejak 11 Desember hingga awal tahun 2026, alhamdulillah, pada 5 Januari sebetulnya, para siswa dapat kembali bersekolah untuk memulai aktivitas pembelajaran pascabencana,” tambah Ima.

Untuk diketahui, SD Lhok Medang Ara ini bukan satu-satunya destinasi program Bangkit Sekolah Sinergi Foundation. Kegiatan serupa, seperti layanan pendampingan psikososial juga dilakukan di SD Negeri Paya Rahat, Kecamatan Bandamulya, Kabupaten Aceh Tamiang, dan diikuti oleh sekitar 100 murid melalui berbagai kegiatan aktivitas ramah anak, seperti permainan edukatif, dongeng, dan pembagian bingkisan.

“Di momen itu juga kita ada penyaluran bantuan sembako sebanyak 14 paket untuk guru yang juga terdampak,” katanya.

Tim relawan juga, sambungnya, melakukan pembersihan lingkungan sekolah dengan melibatkan sekitar 20 warga sekitar melalui skema cash for work (dibayar). Dengan demikian, skema ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, lebih dari itu, mendorong pemulihan perekonomian warga yang berkontribusi.

Senada dengan apa yang disampaikan Muhammad Reza, Kepala Sekolah SDN Paya Rahat, Rusnaeni juga turut bersyukur atas bantuan yang diterima pihaknya. Dirinya bercerita, pasca bencana, pihak sekolah merasa kebingungan apa yang harus dilakukan agar proses KBM kembali berjalan. Apalagi waktu itu, sekolahnya diterjang banjir setinggi dua meter lebih dan setelah surut menyisakan lumpur setebal 40 centimeter.

“Jujur kami tidak tahu harus membersihkan dari mana dan bagaimana caranya. Akan tetapi, melalui bantuan para relawan dan orang-orang baik, akhirnya sekolah bersih kembali dan aktivitas mengajar bisa diselenggarakan, meskipun masih sederhana,” ucapnya.

Tentang Bangkit Sekolah
Sekolah Bangkit merupakan inisiatif pemulihan pendidikan pascabencana dari Sinergi Foundation. Program ini bertujuan mempercepat normalisasi aktivitas belajar bagi sekolah dan siswa di wilayah terdampak, seperti Aceh Tamiang. Sebagai bagian terintegrasi dari program Kampung Bangkit, Sekolah Bangkit berfokus pada rehabilitasi sarana fisik serta pendampingan psikososial guna memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan layak dan ceria. [ ]

Dok foto: Sinergi Foundation