BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – – Lima ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Bela Palestina Boikot Israel (ABABIL) Bandung Raya kembali turun ke jalan. Mereka menggelar aksi damai dukung Palestina di depan Gedung DPRD Jawa Barat dan depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (13/2/2026).
Dalam aksinya, massa menyoroti situasi genosida yang tak kunjung usai dan mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomasi yang lebih tegas, termasuk mengevaluasi keanggotaan dalam Board of Peace (BOP).
Koordinator aksi ABABIL, Dani M Ramdhan mengungkapkan data memprihatinkan terkait situasi di Gaza. Menurutnya, narasi gencatan senjata yang didengungkan dunia internasional nyatanya tidak berjalan di lapangan.
”Kami melihat gencatan senjata itu hanyalah sebuah ilusi saja,” kata Dani di sela-sela aksi.
Dani memaparkan, dalam kurun waktu empat bulan terakhir pascasepakatan, Israel tercatat melakukan setidaknya 1.620 pelanggaran. Akibatnya, korban jiwa terus berjatuhan.
“Korban pun tidak kalah banyak, sekitar 500 orang meninggal dunia dan mayoritas adalah rakyat sipil,” ujarnya.
Lebih jauh, massa aksi menyoroti keberadaan Board of Peace (BOP). Badan yang diklaim dibentuk untuk perdamaian dunia ini dinilai Dani justru berpotensi menjadi “kuda troya” bagi Israel untuk melancarkan strategi tersembunyi.
Kecurigaan ini menguat lantaran Palestina sendiri tidak dilibatkan dalam badan tersebut. Dani menilai ada ketidakadilan yang mencolok dalam mekanisme BOP, terutama terkait pelucutan senjata.
“Yang lucunya adalah ketika mereka meminta kepada Hamas untuk menarik senjata, tetapi dari pihak Israel sendiri tidak ditarik senjatanya. Sehingga kita melihat ini sebuah sandiwara,” tuturnya.
Terkait rencana pemerintah Indonesia yang akan mengirimkan 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Dani mengingatkan Presiden RI Prabowo Subianto agar berhati-hati. Ia mewanti-wanti agar pasukan kebanggaan tanah air tidak justru menjadi alat propaganda di tengah ketidakjelasan mandat di medan perang.
”Jangan sampai pejuang kemerdekaan tanah air (Palestina) malah dilucuti senjatanya, sementara pihak Israel terus mengembangkan senjata,” katanya.
Oleh karena itu, Dani mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil sikap berani dengan menarik Indonesia keluar dari keanggotaan BOP.
“Kita berharap kepada Bapak Presiden Prabowo, presiden kita yang tercinta, untuk segera keluar dari BOP karena kita tidak melihat ada kemaslahatan di sana,” ucapnya.
Massa menegaskan bahwa aksi solidaritas ini tidak akan berhenti sampai Palestina mendapatkan hak kemerdekaannya secara penuh. Selain aksi turun ke jalan, dukungan materiil dan non-materiil terus disalurkan warga Jawa Barat untuk warga Gaza.
Sejumlah orator mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk memboikot produk afiliasi Israel. Menurut mereka boikot Israel merupakan salah satu cara membuat ekonomi Israel bangkrut.
“Sebentar lagi bulan Ramadhan, maka jadi momen ini untuk terus memboikot produk-produk afiliasi Israel sebagai salah satu cara kita mendukung Palestina merdeka,” ajak salah seorang orator.
Diakhir aksi Dani didampingi sejumlah orator membacakan pernyataan sikap sebagai berikut,
P E R N Y A T A A N S I K A P A B A B I L
(Aliansi Bela Palestina Boikot Israel)
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah wa sholatu was salamu ala Rasulillah wa la Haula wa la Quwwata illa Billahil Aliyil Adhiem
Pada bulan Oktober 2025 merupakan fase pertama dari gencatan senjata. Dalam fase pertama ini, Israel dan Hamas setuju untuk melakukan pertukaran sandera-tahanan, penarikan sebagian pasukan Israel, dan peningkatan bantuan kemanusiaan.
Gencatan senjata yang seharusnya menjadikan suasana yang benar-benar tanpa senjata, tidak ada letusan dan dentuman bom, dan masuknya bantuan kemanusiaan baik kebutuhan sembako dan kebutuhan medis, tapi justru yang terjadi dilapangan jauh panggang dari api.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan, sejak empat bulan perjanjian gencatan senjata diberlakukan, Israel telah melakukan 1.620 pelanggaran. Akibatnya, 573 warga Palestina tewas, termasuk 292 anak-anak dan perempuan, serta 1.553 orang terluka 99 persen di antaranya warga sipil.
Meskipun sekarang muncul lembaga perdamaian baru Board of Peace (BoF) yang katanya bertujuan menciptakan perdamaian sekalipun, tidak bisa menghentikan serangan dan pembantaian Israel terhadap rakyat Palestina, begitupun meski Indonesia sudah bergabung kedalam BoP tetap saja serangan Israel tidak pernah benar-benar berhenti.
Karenanya ABABIL (Aliansi Bela Palestina Boikot Israel) dengan ini menyatakan sikap:
- Gencatan senjata (ceasefire) hanyalah strategi busuk dari israhel dan Amerika untuk meredakan eskalasi tanpa pernah berniat untuk benar-benar menciptakan perdamaian, maka gencatan senjata ini merupakan gencatan senjata berdarah (bloody ceasefire) dan seharusnya Israel diberikan kartu merah dan dihapuskan dari peta dunia.
- Menolak keterlibatan Indonesia dalam BoP yang mana Israel sebagai pihak penjajah terlibat didalamnya, pihak yang melakukan pembantaian dan justru menciptakan suasana tidak damai, maka jelas ini memperlihatkan bahwa BoP hanya sebagai alat untuk melegitimasi dan memuluskan rencana Israel dalam menguasai jalur Gaza dan Palestian sepenuhnya.
- Meminta kepada Presiden Indonesia Bapak. Prabowo Subianto untuk segera keluar dari BoP karena jelas itu bertentangan dengan konstitusi negara kita, yang menolak penjajahan dalam bentuk apapun.
- Hentikan pengiriman TNI ke Gaza, jangan sampai hanya dimanfaatkan untuk kepentingan Israel dalam rangka melucuti senjata para pejuang kemerdekaan Palestina yang sedang mempertahankan kedaulatan negara dan tanah airnya sendiri. Dengan kata lain jangan sampai TNI kemudian di adu domba kan dengan para pejuang di Palestina, sungguh berat pertanggung jawabannya baik di dunia maupun di akherat kelak dihadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
- Pelucutan senjata hendaknya dilakukan oleh kedua belah pihak, agar supaya tercipta kedamaian yang sesungguhnya, bukan sebagai upaya untuk menelanjangi Palestina dari mempertahankan dirinya terhadap penjajahan.
- Pemerintah Indonesia harus mewaspadai terhadap proxy Israel yang ada di Indonesia, yang berupaya untuk menormalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel.
- Meminta kepada semua lapisan masyarakat khususnya kaum muslimin untuk terus melakukan boikot terhadap produkproduk yang terafiliasi dengan Israel baik secara langsung maupun tidak, terutama di bulan suci Ramadhan ini.
- Untuk memaksimalkan pahala Ramadhan marilah kita senantiasa berdo’a dan membantu rakyat Palestina dengan harta dan jiwa semampu kita.
Demikian pernyataan sikap ini kami buat, semoga Alloh Ta’ala senantiasa memberikan perlindungan dan kemenangan bagi para pejuang yang mempertahankan negara dan tanah airnya dari Penjajah Israel.
Nasrun minallohi wa fathun qarieb wa basyiril mu’miniin
Bandung, 13 Februari 2026/ 25 Sya’ban 1447 H
Ketua ABABIL
Dani Mohamad Ramdan, S.Sos.I
SC:
- Prof. Dr. Anton Minardi, SH.,M.Ag.
- KH. Muhammad Roinul Balad
- KH.Roni Abdul Fatah, LC,. MA.
- Al Ustadz Roni Abu Salim
- H. Dicky Ahmad Salahuddin D., SH.
- Ustadz. Amin Buchaeri












