BERITAUNGGULAN.COM, KOREA SELATAN — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Bertanding pada The 18th Korea Open International Karate-Do Championship & The 5th WCKF World Karate-Do Championship yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada 9–13 Juli 2026, tim Karate Unisba berhasil membawa pulang enam medali, terdiri atas lima medali emas dan satu medali perak, sekaligus dinobatkan sebagai Juara Umum II.
Prestasi tersebut diraih oleh lima mahasiswa Unisba. Bimbim Maulana Ibrahim (Fakultas Ilmu Komunikasi) meraih dua medali emas pada nomor Senior Male +75 kg dan beregu senior putra. Gian Muhammad Rasya (Fakultas Ilmu Komunikasi) meraih medali emas pada nomor Senior Male -75 kg. Alya Deanti Sutendi (Fakultas Psikologi) menjadi juara pertama pada nomor Senior Female, sedangkan Reynal Martahan Naibaho (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) menyumbangkan dua medali emas dari nomor Senior Male -67 kg dan beregu putra. Sementara itu, Eka Fitriyani Widiyastuti (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) berhasil meraih medali perak pada nomor Senior Female.
Kepala Bagian Kemahasiswaan Unisba, Hikmat Taofiq, S.Ag., yang turut mendampingi tim di Korea Selatan, mengaku bangga atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga atas capaian yang diraih tim UKM Karate Unisba. Prestasi ini merupakan hasil dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta dukungan pelatih, Sensei Dicky Herdian Putra, yang juga merupakan alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba, beserta pembina,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang perolehan medali, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Unisba mampu bersaing di tingkat internasional. Capaian ini sekaligus sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mendorong lahirnya mahasiswa unggul, aktif, berprestasi, dan memiliki daya saing global.
Ia menjelaskan, Bagian Kemahasiswaan terus memberikan dukungan kepada UKM Karate, mulai dari pembinaan bersama pelatih, fasilitasi administrasi, koordinasi dengan berbagai pihak, pendampingan persiapan keberangkatan, hingga dukungan pendanaan sesuai kemampuan dan kebijakan universitas. Selain itu, Unisba juga terus membangun ekosistem pembinaan prestasi agar mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Investasi terbaik adalah memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensinya dan membawa nama baik Unisba melalui prestasi,” katanya.
Ia menambahkan, keberlanjutan prestasi tidak dapat bergantung pada individu semata, tetapi harus dibangun melalui sistem pembinaan yang berjenjang. Karena itu, Unisba terus memperkuat pembinaan mahasiswa berprestasi melalui UKM serta memperbanyak kesempatan mengikuti kompetisi sebagai sarana mengasah kemampuan.
Ia berharap prestasi yang diraih tim Karate Unisba menjadi awal lahirnya budaya berprestasi di lingkungan kampus.
“Semoga semakin banyak mahasiswa yang berani bermimpi besar dan membuktikan kemampuannya di tingkat internasional. UKM Karate diharapkan menjadi role model bagi UKM lainnya bahwa dengan kerja keras, disiplin, kolaborasi, dan doa, mahasiswa Unisba mampu bersaing dengan siapa pun di dunia,” ujarnya.
Ia juga meyakini keberhasilan ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa. Menurutnya, prestasi memiliki efek domino yang positif karena menunjukkan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi apabila memiliki komitmen, disiplin, dan kemauan untuk terus berkembang.

Sebagai bentuk apresiasi, Unisba akan terus memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari beasiswa, publikasi prestasi, pembinaan lanjutan, hingga kesempatan mengikuti kompetisi berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa sebagai ruang pengembangan diri.
“UKM bukan sekadar tempat menyalurkan hobi, tetapi tempat membangun karakter, kepemimpinan, kerja sama tim, dan mengembangkan kompetensi. Jangan takut memulai dari hal kecil. Hari ini UKM Karate telah membuktikan mimpinya. Siapa sangka, langkah kecil di UKM bisa mengharumkan nama Unisba, bahkan Indonesia, di panggung internasional,” pungkasnya. [ ]
Dok foto: Unisba












