Pemuda Hidayatullah

Pemuda Hidayatullah Nilai Kenaikan BBM Tak Berpihak pada Kepentingan Rakyat

BERITAUNGGULAN.COM, JAKARTA — Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah secara tegas menyuarakan penolakannya terhadap kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax. Kebijakan penyesuaian harga ini dinilai sangat memberatkan dan tidak berpihak kepada kondisi riil ekonomi rakyat.

 

Lonjakan harga Pertamax yang terjadi tercatat sangat drastis, meroket dari harga semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan signifikan ini langsung memicu keluhan berat di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sehari-hari mengandalkan BBM nonsubsidi untuk mobilitas harian mereka.

 

Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah, Hanif Chaniago, menyampaikan bahwa langkah yang diambil pemerintah ini sangat mencederai rasa keadilan sosial masyarakat yang tengah berjuang keras untuk pulih secara ekonomi setelah dihantam pandemi Covid 19.

 

“Kami dari Pemuda Hidayatullah mengkritik kenaikan BBM ini. Kebijakan ini sangat memberatkan rakyat kelas Menengah yang mengandalkan BBM non subsidi untuk mobilitas harian mereka. Kemudian, di tengah situasi ekonomi yang serba sulit seperti sekarang ini, menaikkan harga BBM justru akan memicu efek domino terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya,” tegas Hanif di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

 

Selanjutnya, PP Pemuda Hidayatullah menyoroti bahwa alasan penyesuaian harga pasar global tidak sepatutnya langsung dibebankan ke pundak rakyat kecil. Kenaikan drastis ini dikhawatirkan akan segera menimbulkan efek domino berupa melambungnya harga kebutuhan pokok sehari-hari.

 

Oleh karena itu, PP Pemuda Hidayatullah mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi kembali kebijakan kenaikan BBM jenis pertamax ini dan mencari solusi alternatif yang berpihak pada kemaslahatan rakyat untuk mencegah meluasnya riak sosial di tataran akar rumput. [ Mohammad Jundy ]