BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Bandung (Unisba) menyerahkan policy brief bertajuk “Legalitas, Tata Kelola, dan Kinerja Usaha BUM (Badan Usaha Milik) Desa di Jawa Barat: Tantangan dan Arah Penguatan Kebijakan” kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Selasa (30/6), di Ruang Kelas Gedung LPPM Unisba.
Policy brief tersebut merupakan luaran Project Mata Kuliah Berdampak Ekonomi Pedesaan yang disusun berdasarkan hasil survei mahasiswa terhadap 18 Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di berbagai kabupaten di Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang menghubungkan proses akademik dengan kebutuhan nyata pemerintah dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DPMD Provinsi Jawa Barat, dosen pengampu Mata Kuliah Ekonomi Pedesaan Prof. Dr. Atih Rohaeti Dariah, S.E., M.Si., Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Dr. Nurfahmiyati, S.E., M.Si., Sekretaris Program Studi Ekonomi Pembangunan Meidy Haviz, S.E., M.Si., serta mahasiswa peserta mata kuliah.
Dalam sambutannya, Prof. Atih Rohaeti Dariah menjelaskan bahwa penyusunan policy brief merupakan tindak lanjut dari kunjungan edukasi ke DPMD Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut, DPMD mengharapkan adanya data terbaru mengenai kondisi BUM Desa di Jawa Barat sebagai bahan masukan dalam penyusunan kebijakan.
“Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi kondisi riil BUM Desa. Harapannya, mereka memiliki kemampuan analitis yang lebih kuat sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat melakukan survei terhadap 18 BUM Desa di wilayah asal masing-masing. Seluruh proses, mulai dari penyusunan instrumen survei, pengolahan data, hingga penyusunan policy brief dilakukan sebagai bagian dari ujian akhir semester (UAS).
Prof. Atih juga menyampaikan apresiasi kepada DPMD Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari lapangan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPMD Provinsi Jawa Barat yang telah menginspirasi lahirnya project mata kuliah berdampak ini. Semoga hasil kajian mahasiswa dapat menjadi masukan bagi penguatan kebijakan pengembangan BUM Desa sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa,” katanya.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menyampaikan sejumlah temuan penting dari hasil survei. Secara umum, BUM Desa yang diteliti masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek legalitas, tata kelola kelembagaan, hingga kinerja usaha. Dari 18 BUM Desa yang menjadi objek penelitian, sebagian besar masih menghadapi kendala dalam kelengkapan dokumen legalitas, kapasitas sumber daya manusia, penyusunan perencanaan bisnis, serta tata kelola organisasi yang belum optimal.
Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan, antara lain penguatan pendampingan penyusunan dokumen legalitas, percepatan proses perizinan usaha, rekrutmen pengurus berbasis kompetensi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kapasitas manajemen dan sumber daya manusia, serta penguatan pengawasan dan pengembangan bisnis BUM Desa.
Policy brief tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada perwakilan DPMD Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk kontribusi akademik Unisba dalam mendukung penguatan tata kelola dan pengembangan ekonomi pedesaan di Jawa Barat.
Melalui kegiatan ini, Unisba menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang berdampak melalui peningkatan kompetensi mahasiswa dan penyusunan rekomendasi ilmiah bagi kebijakan pembangunan masyarakat serta ekonomi pedesaan. [ ]
Dok foto: Unisba












