BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Berangkat dari keinginan untuk terus berkarya selama kuliah, dua mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung berhasil meraih Juara 1 International Poster Competition dalam rangka Dies Natalis ke-18 Fakultas Keperawatan Universitas Esa Unggul, 23 September 2026. Prestasi tersebut diraih oleh Windy Agustin dan Nasywa Muthmainnah, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan semester 5 yang tergabung dalam tim Winas.
Keduanya mengangkat tema telehealth dalam poster infografis yang menjelaskan peran perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan, termasuk melalui layanan homecare. Gagasan ini berangkat dari pemahaman bahwa peran perawat tidak terbatas pada rumah sakit, puskesmas, atau klinik, tetapi juga mencakup pendampingan pasien di rumah untuk mendukung kualitas hidup serta membantu keluarga memberikan perawatan secara mandiri.
Keikutsertaan tim Winas berawal dari informasi kompetisi yang diperoleh Nasywa melalui kakak tingkat dari Program Studi Keperawatan Universitas Esa Unggul. Namun, sebelum mendapatkan informasi tersebut, Windy dan Nasywa telah berkomitmen untuk mengikuti lomba bersama sebagai upaya meraih prestasi dan memanfaatkan masa perkuliahan untuk terus mengembangkan diri.
Persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Keduanya baru menyadari bahwa tenggat pendaftaran dan pengumpulan karya berdekatan saat mengikuti technical meeting. Di tengah kesibukan perkuliahan, Windy berfokus mencari dan mengkaji materi, sedangkan Nasywa menyusun konsep serta desain agar poster menarik dan mudah dipahami masyarakat awam.
“Waktu persiapannya sangat sedikit, tetapi kami berusaha menjaga komunikasi, saling menyemangati, dan membagi peran dengan baik. Kami tidak menganggap proses ini sebagai beban, justru berusaha menikmati setiap tahapnya,” ungkap Windy dan Nasywa, Rabu (21/10/2026).
Menurut keduanya, tantangan dalam menyelesaikan poster bukan hanya keterbatasan waktu, melainkan juga bagaimana menyajikan materi telehealth yang luas menjadi informasi yang ringkas tanpa menghilangkan pesan penting. Karena itu, tim Winas memperhatikan alur baca, pemilihan desain, keterbacaan teks, serta penggunaan contoh dan prosedur penerapan telehealth agar informasi dapat dipahami dengan nyaman oleh pembaca.
Poster tersebut dirancang tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga informatif dan mudah diakses pemahamannya oleh masyarakat. Keduanya berharap karya tersebut dapat membantu masyarakat mengenal telehealth sekaligus memahami bahwa perawat memiliki peran dalam mendampingi pasien dan keluarga di luar fasilitas pelayanan kesehatan.
Kemenangan ini menjadi kejutan bagi keduanya. Windy dan Nasywa mengaku tidak sepenuhnya menyangka akan meraih posisi pertama. Perasaan haru, bahagia, dan syukur bercampur ketika mengetahui hasil kompetisi. Bagi mereka, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti mencoba selama ada kerja sama dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.
“Pencapaian ini adalah langkah awal bagi kami untuk membanggakan institusi di kancah internasional. Kami ingin terus menghasilkan karya dan prestasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, institusi, dan bangsa,” tutur mereka.
Keduanya juga mengajak mahasiswa UNISA Bandung untuk tidak melewatkan kesempatan mengembangkan potensi melalui berbagai kompetisi. Menurut mereka, keberanian mengambil peluang menjadi salah satu hal penting dalam perjalanan meraih kesuksesan.
“Setiap orang pasti pernah berada di titik pasrah dalam hidup. Namun, untuk meraih kesuksesan, tidak semua orang menyadari peluang yang datang dan memiliki keberanian untuk mengambilnya. Semangat untuk terus berkarya sambil berjuang bagi bangsa,” pesan Windy dan Nasywa.
Prestasi tim Winas menjadi salah satu capaian mahasiswa UNISA Bandung yang menunjukkan bahwa ruang belajar tidak hanya terbatas pada kegiatan perkuliahan. Melalui kompetisi, mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta menyampaikan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. [ ]
Dok foto: UNISA Bandung












