Perkuat Komitmen Kampus Inklusif, Unisba Gelar Koordinasi dan Penguatan Inklusi Layanan Disabilitas

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif melalui penyelenggaraan kegiatan Koordinasi dan Penguatan Inklusi Layanan Disabilitas bertema “Penguatan Inklusi Layanan Disabilitas dalam Penerimaan Mahasiswa Baru dan Penyelenggaraan Pendidikan di Perguruan Tinggi”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) di Auditorium Unisba, Gedung Dekanat Lantai 8, dan diikuti oleh para dekan, wakil dekan, serta ketua program studi di lingkungan Unisba.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Unisba dalam memperkuat sinergi antarunit kerja guna menghadirkan lingkungan kampus yang ramah, inklusif, dan aksesibel bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, peningkatan pemahaman, serta komitmen bersama dalam merumuskan kebijakan dan langkah implementatif untuk mendukung proses penerimaan mahasiswa baru yang inklusif serta penyelenggaraan layanan pendidikan yang berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B.R. Sebayang, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan layanan disabilitas merupakan bagian dari agenda prioritas universitas.

“Layanan disabilitas bukan sekadar program, tetapi bagian dari komitmen Unisba dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa inisiatif ini telah menjadi perhatian di tingkat senat universitas dan akan terus dikembangkan secara bertahap melalui kolaborasi lintas unit. Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan fasilitas dan kondisi kampus yang tersebar, Unisba optimistis penguatan layanan ini dapat diimplementasikan secara optimal.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perubahan perspektif terhadap mahasiswa disabilitas. Menurutnya, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa mahasiswa disabilitas memiliki tingkat kemandirian yang tinggi dan potensi yang perlu didukung secara maksimal.

Sementara itu, Ketua Satuan Gugus Tugas Unit Layanan Disabilitas (ULD) Unisba, Dr. Khambali, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa Unisba telah melakukan sejumlah langkah konkret, di antaranya pengisian kuesioner dan borang metrik kampus inklusif sejak Februari hingga 24 April 2026 sebagai bagian dari pengukuran oleh Komisi Nasional Disabilitas, serta pengajuan resmi pembentukan ULD.

Selain itu, seluruh fakultas dan program studi didorong untuk membuka akses seluas-luasnya bagi calon mahasiswa disabilitas, baik disabilitas fisik maupun nonfisik.

“Unisba sejatinya telah lama menerima mahasiswa disabilitas. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut secara lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa tantangan utama dalam mewujudkan pendidikan inklusif tidak terletak pada kondisi disabilitas, melainkan pada kesiapan sistem serta lingkungan yang mendukung.

Menurutnya, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018, hanya sekitar 2,8 persen penyandang disabilitas yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian bersama yang perlu direspons melalui penguatan kebijakan, peningkatan aksesibilitas, serta penyediaan akomodasi yang layak.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa implementasi pendidikan tinggi inklusif sangat ditentukan oleh sikap, pengetahuan, fleksibilitas, serta kreativitas seluruh pemangku kepentingan dalam memecahkan berbagai tantangan.

Selain itu, diperlukan pula desentralisasi pengambilan keputusan yang melibatkan pembuat kebijakan, dosen, tenaga kependidikan, orang tua, hingga mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, Unisba memperkuat upaya membangun budaya akademik yang inklusif, baik dalam kebijakan maupun praktik, mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga proses pembelajaran. Dengan komitmen dan kolaborasi berkelanjutan, Unisba menegaskan diri sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh mahasiswa. [ ]

Dok foto: Unisba