Program Pengabdian Unisba Dorong Kemandirian Ekonomi KWT melalui Budidaya Tabulampot

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, tim dosen Universitas Islam Bandung (Unisba) melaksanakan program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pelatihan budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot). Program yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya usaha berbasis agribisnis rumah tangga.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya peluang kerja produktif bagi anggota KWT serta belum optimalnya pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan usaha yang bernilai ekonomi. Budidaya tabulampot dipilih karena mudah diterapkan pada lahan terbatas, memiliki nilai jual yang baik, serta berpotensi menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam membudidayakan tabulampot, menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis agribisnis rumah tangga, serta membuka peluang usaha baru yang dapat mendukung peningkatan ekonomi keluarga.

Pelatihan dilaksanakan pada Minggu, 14 Mei 2026, di Masjid Asmaul Husna Kertamanah, Jalan Margaluhur III, Baleendah, Kabupaten Bandung. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas anggota KWT dan warga sekitar yang memiliki minat mengembangkan budidaya tabulampot.

Sebelum penyampaian materi, seluruh peserta mengikuti pretest untuk mengukur pengetahuan awal mengenai budidaya tabulampot dan kewirausahaan. Hasil pretest menjadi dasar dalam pelaksanaan pelatihan sehingga materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Nita P.A. Hidayat mengenai pengembangan wirausaha melalui budidaya tabulampot. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sikap ulet dan konsisten dalam membangun usaha pertanian serta menjelaskan empat pilar utama budidaya, yaitu pengelolaan tanah, pemupukan, pemberian nutrisi tambahan, dan pengendalian hama serta penyakit tanaman.

Selanjutnya, Dr. Hirawati Oemar, Dra., M.T., IPM. menyampaikan materi mengenai pemasaran digital. Peserta diperkenalkan pada berbagai strategi pemasaran secara daring, mulai dari pemanfaatan media sosial, platform e-commerce, hingga teknik promosi digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Materi berikutnya disampaikan oleh Hj. Alip Nurhidayati selaku Ketua KWT mengenai pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan Compos Bag, pupuk organik cair (POC), dan PSB. Sementara itu, Ustadz Rustandi memberikan materi teknis budidaya tabulampot yang mencakup pemilihan media tanam, penggunaan pupuk, insektisida, fungisida, hingga teknik perawatan tanaman agar menghasilkan buah yang optimal. Pelatihan juga dilengkapi dengan materi mengenai teknologi pengairan untuk tabulampot yang disampaikan oleh Dr. Endang Prasetya Ningsih.

Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti praktik langsung membuat media tanam dan menanam bibit buah di bawah bimbingan Ustadz Rustandi. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta sehingga mereka mampu menerapkan teknik budidaya yang telah dipelajari.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyerahkan berbagai sarana budidaya tabulampot, termasuk bibit tanaman, alat, dan bahan yang diperlukan untuk praktik budidaya serta pembuatan pupuk organik. Selain itu, peserta mendapatkan pendampingan produksi, pelatihan pemasaran daring, serta monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui program ini, Unisba berharap anggota KWT tidak hanya memiliki keterampilan baru dalam membudidayakan tabulampot, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif berbasis pekarangan rumah yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat perekonomian masyarakat. [ ]

Dok foto: Unisba