ok

Ramadhan 1447 H: “Bahagia dengan Berzakat”, BMH Gaungkan Gerakan Solidaritas Nasional untuk Umat dan Kemanusiaan

BERITAUNGGULAN.COM, JAKARTA — Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengusung tema besar “Bahagia dengan Berzakat” sebagai pesan utama gerakan Ramadhan tahun ini. Tema tersebut menjadi ajakan bagi umat Islam untuk menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya tentang menerima, tetapi juga tentang berbagi dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

Melalui gerakan Ramadhan nasional ini, BMH menempatkan zakat sebagai kekuatan strategis untuk memperkuat solidaritas umat sekaligus memperluas dampak sosial yang berkelanjutan. BMH menegaskan, zakat tidak sekadar kewajiban tahunan, melainkan instrumen perubahan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan serta memperkokoh kepedulian masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum spiritual sekaligus sosial. Melalui zakat, kita membersihkan harta dan jiwa, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak krisis,” ujar perwakilan BMH dalam keterangan resminya.

Capaian Program Ramadhan 1446 H Jadi Pijakan

Sebagai pijakan menuju Ramadhan 1447 H, program Ramadhan BMH pada tahun sebelumnya mencatat capaian signifikan dengan jangkauan luas di berbagai sektor.

Di bidang dakwah, program Sebar Da’i Ramadhan menugaskan 1.500 dai ke berbagai wilayah strategis untuk memperkuat pembinaan umat dan menghadirkan layanan keislaman di daerah-daerah yang membutuhkan.

Pada sektor pendidikan, program Tebar Sejuta Al-Qur’an berhasil mendistribusikan 15.158 mushaf, termasuk 30 paket Al-Qur’an Braille untuk penyandang disabilitas netra.

Dalam layanan zakat, BMH menyalurkan 12.116 paket zakat fitrah, serta 15.125 paket fidyah dan kafarat kepada para mustahik.

Sementara itu, program berbagi buka puasa menjangkau masyarakat luas melalui distribusi 273.539 paket berbuka puasa di dalam negeri, serta 1.040 paket yang disalurkan untuk warga terdampak konflik di Palestina dan Suriah.

Tak hanya itu, melalui program Peduli Masjid, BMH turut menjangkau 168 masjid dan musholla dengan distribusi 12.116 set perlengkapan ibadah.

Rangkaian capaian tersebut menegaskan bahwa zakat dan sedekah mampu memberikan manfaat lintas sektor, mulai dari dakwah, pendidikan, kemanusiaan, hingga penguatan sarana ibadah.

Merespons Krisis Kebencanaan Awal 2026

Memasuki awal tahun 2026, Indonesia menghadapi situasi kebencanaan yang cukup serius. Dalam periode 1 Januari hingga 10 Februari 2026, tercatat sebanyak 1.546.246 orang terdampak bencana alam, dengan 154 korban meninggal dunia.

Di wilayah Sumatera, sekitar 75.000 orang masih mengungsi, terutama di Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Gayo Lues. Kerusakan hunian juga mencapai puluhan ribu unit rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, sebanyak 4.546 fasilitas pendidikan turut terdampak.

Merespons kondisi tersebut, BMH menghadirkan program “Bahagia Berbagi untuk Penyintas Bencana” sebagai bagian dari rangkaian Ramadhan 1447 H. Program ini tidak hanya menyasar penyintas bencana di Sumatera, tetapi juga masyarakat terdampak konflik kemanusiaan di Palestina dan Sudan.

“Zakat harus hadir di titik-titik krisis. Kami memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi selama Ramadhan, sekaligus membangun kembali harapan mereka,” jelas Public Relations BMH Pusat, Imam Nawawi.

Program Berbasis Dampak Jangka Pendek dan Panjang

BMH merancang program Ramadhan 1447 H dengan pendekatan dampak berlapis. Dalam jangka pendek, bantuan zakat difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, sekaligus meringankan beban ekonomi mereka selama bulan suci.

Sementara dalam jangka panjang, program diarahkan untuk memperkuat modal sosial komunitas lokal agar lebih tangguh menghadapi krisis. Zakat juga diharapkan mampu meningkatkan daya hidup mustahik dengan mengurangi beban pengeluaran dasar, sehingga mereka dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan yang lebih produktif.

BMH juga memberi perhatian pada aspek psikologis. Bantuan zakat diyakini dapat membantu memperbaiki kondisi mental para penyintas bencana sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Pada saat yang sama, pembangunan fasilitas ibadah serta program dakwah terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual umat secara berkelanjutan.

Zakat sebagai Jalan Kebahagiaan

Melalui tema “Bahagia dengan Berzakat”, BMH berharap Ramadhan 1447 H menjadi momentum kebangkitan solidaritas umat. Zakat bukan hanya ibadah personal, melainkan juga instrumen keadilan sosial yang inklusif dan mampu menjangkau kelompok rentan.

BMH mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kepedulian. Dengan berzakat, umat tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menanamkan dampak perubahan jangka panjang bagi komunitas yang membutuhkan.

Ramadhan adalah bulan berbagi. Dan melalui zakat, kebahagiaan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi menjalar menjadi harapan bagi banyak orang.