Rumah Zakat Tanam 64 Bibit Pohon di Tapanuli Selatan, Dukung Kelestarian Lingkungan

BERITAUNGGULAN.COM, TAPANULI (20 September 2026) — Menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Semangat tersebut diwujudkan Relawan Rumah Zakat Tapanuli Selatan melalui kegiatan Volunteer Go Green dalam rangka memperingati World Cleanup Day di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Sebanyak delapan Relawan Rumah Zakat Tapanuli Selatan terlibat dalam kegiatan penanaman pohon yang juga dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan, Konservasi Indonesia, Pemerintah Kecamatan Batang Toru, Pemerintah Desa Huta Godang, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta para relawan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan sekitar aliran sungai sekaligus mengurangi risiko erosi dan sedimentasi.

Koordinator Relawan Rumah Zakat Tapanuli Selatan, Sri Agustina, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut ditandai dengan penanaman 64 bibit pohon.

Bibit yang ditanam terdiri atas 20 batang mahoni, 20 batang durian, 10 batang petai, dan 10 batang pohon honde. Penanaman dilakukan di sekitar kawasan Sungai Huta Godang.

Vegetasi dengan sistem perakaran yang kuat diharapkan dapat membantu menjaga struktur tanah, menahan erosi, serta mengurangi dampak aliran air ketika terjadi hujan deras.

“Penanaman pohon ini bertujuan untuk menjaga bantaran Sungai Huta Godang agar dapat menahan arus sungai jika suatu hari terjadi hujan deras,” ujar Sri.

Mewakili Bupati Tapanuli Selatan, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga mengapresiasi keterlibatan Rumah Zakat, Konservasi Indonesia, relawan, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

“Apapun yang kita lakukan, harus mempertahankan keseimbangan antara kesejahteraan dengan lingkungan hidup. Tidak bisa kita hanya mendorong kesejahteraan saja. Intinya adalah mari kita jaga keseimbangan antara ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan penanaman pohon dapat dilakukan secara berkelanjutan dan bibit yang ditanam memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan.

“Mudah-mudahan pohon-pohon yang kita tanam hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara ekonomis dan juga bagi kelestarian lingkungan, sehingga keseimbangan itu dapat tercapai,” harapnya.

Perwakilan Konservasi Indonesia, Mustakim, berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari gerakan lingkungan yang lebih luas di Tapanuli Selatan.

Ia menilai penanaman pohon tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Sebaliknya, gerakan tersebut perlu dilanjutkan agar jumlah pohon yang tumbuh terus bertambah.

“Mudah-mudahan dari acara ini tidak hanya 60 batang yang ditanam, tetapi bisa beranak-pinak dari tanaman-tanaman lain,” katanya.

Mustakim juga menekankan pentingnya pemilihan tanaman dengan sistem perakaran yang kuat untuk membantu menjaga struktur tanah, mengurangi erosi dan sedimentasi, serta memperkuat kawasan di sekitar aliran sungai.

Konservasi Indonesia menyatakan siap mendukung gerakan berkelanjutan dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan serta Dinas Lingkungan Hidup dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan, Asrul Ali Siregar, mengatakan bahwa penanaman pohon merupakan investasi lingkungan jangka panjang.

“Yang kita harapkan bukan seremonialnya. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin satu atau dua tahun belum terlihat hasilnya, tetapi lima tahun ke depan baru akan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong penanaman tanaman keras dengan sistem perakaran yang sesuai untuk membantu menjaga kawasan dari ancaman erosi dan kerusakan akibat aliran air.

Camat Batang Toru, Mara Tinggi Siregar, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di Desa Huta Godang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, relawan, dan organisasi lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah Batang Toru.

Melalui kegiatan World Cleanup Day tersebut, Relawan Rumah Zakat bersama berbagai pihak menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat diharapkan tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang. [ ]

Dok foto: Rumah Zakat