Sinergi Foundation Bangun Masjid Darurat Al Hidaya, Hidupkan Ibadah Ramadhan di Pengungsian Gaza

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Di tengah kecamuk konflik kemanusiaan yang belum mereda, secercah harapan muncul bagi warga palestina di jalur Gaza, khususnya di wilayah Barat Kamp Jabalia – As Sudaniyah. Sebuah bangunan masjid darurat yang diberi nama Al Hidaya resmi berdiri dan mulai digunakan sebagai pusat ibadah bagi warga Palestina.

Masjid dengan luas bangunan sekitar 90 meter persegi tersebut hadir berkat kepedulian masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Sinergi Foundation yang bekerja sama dengan mitra lokal di Gaza.

Pembangunan Masjid Al Hidaya ini dilatarbelakangi oleh hancurnya lebih dari seribu masjid di Jalur Gaza akibat serangan zionis Israel. Akibatnya, aktivitas ibadah warga sipil menjadi terganggu.

Mereka tak lagi punya tempat aman dan nyaman untuk menunaikan shalat berjamaah dan ibadah lainnya. Masyarakat terpaksa melaksanakan shalat berjamaah di ruang darurat, tenda, atau mushala sementara yang dibangun secara sederhana di dekat reruntuhan masjid.

Kehadiran Masjid Al Hidaya menjadi solusi cepat dan tepat bagi lebih dari ratusan warga di wilayah Barat Kamp Jabalia untuk memulihkan fungsi masjid. Di tengah segala keterbatasan, bangunan darurat ini memastikan kumandang azan tetap bergema dan syariat shalat berjamaah tetap terjaga. Masjid ini juga membawa kedamaian dan kehangatan nuansa Ramadhan ke tengah-tengah para pengungsi.

Masjid Al Hidaya sendiri berdiri kokoh dengan struktur rangka besi ringan dan kayu, serta penutup terpal dan plastik pelindung. Di dalamnya, terdapat karpet shalat yang memadai untuk menampung puluhan jamaah dalam satu waktu.

Seluruh tahapan pembangunan masjid darurat, mulai dari pemasangan struktur hingga penyediaan perlengkapan ibadah, selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Pembangunan dilaksanakan dengan cepat mengingat tingginya kebutuhan ibadah penduduk di bulan Ramadhan.

Kehadiran Masjid Al Hidaya bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kehidupan sosial dan spiritual bagi para pengungsi. Sepanjang bulan Ramadhan, masjid ini menjadi saksi bagi berbagai aktivitas keagamaan, mulai dari shalat lima waktu, shalat Jumat, hingga shalat Tarawih. Warga juga dapat berkumpul dan bercengkrama dengan nyaman di sela-sela waktu shalat.

Tidak hanya itu, masjid ini juga dapat berfungsi sebagai madrasah bagi pengungsi anak-anak. Di antaranya melalui kegiatan Halaqah Tahfidz Al-Qur’an dan hafalan hadits, majelis dzikir dan pembelajaran agama bagi orang dewasa, serta pusat penguatan mental dan harapan masyarakat di tengah kondisi sulit. [ ]

Dok foto: Sinergi Foundation