BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG BARAT – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Bandung (UNISBA) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISBA serta Pemerintah Desa Kertawangi menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Pemberdayaan Kelompok TP PKK Desa Kertawangi melalui Inovasi Produk Minyak Atsiri dari Tanaman sebagai Produk Unggulan Daerah Berdaya Saing”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di Ruang Serba Guna Kantor Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ini merupakan bagian dari program Pengembangan Produk Unggulan Mitra yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dekan FMIPA UNISBA, Dr. apt. Suwendar, M.Si., yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, pengembangan produk berbasis sumber daya alam lokal dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Kertawangi, Yanto Bin Surya, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara UNISBA dan Pemerintah Desa Kertawangi. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok TP PKK dan masyarakat desa dalam mengembangkan produk unggulan yang memiliki nilai tambah serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sebagai ketua kegiatan, apt. Farendina Suarantika, M.S.Farm., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak tersedia di Indonesia. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, minyak atsiri juga memiliki beragam potensi pemanfaatan dalam bidang kesehatan, kosmetik, aromaterapi, hingga industri pangan dan produk rumah tangga.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. apt. Dadang Juanda, M.Si., yang mengulas secara komprehensif mengenai potensi industri minyak atsiri di Indonesia. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri terbesar di dunia dengan berbagai komoditas unggulan seperti minyak nilam (patchouli oil), minyak peppermint, dan minyak serai. Peserta diberikan pemahaman mengenai proses produksi minyak atsiri mulai dari pemilihan bahan baku, metode isolasi, teknik destilasi, hingga berbagai produk turunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Pada sesi ini juga dilakukan demonstrasi penggunaan alat destilasi minyak serai sehingga peserta dapat memahami secara langsung proses ekstraksi minyak atsiri dari tanaman.
Materi berikutnya disampaikan oleh apt. Hanifa Rahma, M.Si., mengenai pembuatan produk lilin aromaterapi berbahan dasar minyak atsiri. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada formulasi dan tahapan pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak lavender, minyak mawar, dan minyak sereh wangi sebagai bahan aktif utama. Penyampaian materi dilengkapi dengan pemutaran video demonstrasi proses pembuatan lilin aromaterapi sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan produksi secara lebih jelas dan praktis. Dijelaskan pula bahwa selain memberikan aroma yang menyenangkan, minyak atsiri tertentu memiliki efek relaksasi yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kenyamanan lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai potensi pengembangan produk aromaterapi sebagai salah satu peluang usaha rumah tangga yang memiliki nilai tambah dan prospek ekonomi yang menjanjikan.
Materi ketiga disampaikan oleh apt. Vinda Maharani Patricia, M.Si., yang memberikan edukasi mengenai sertifikasi halal produk bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Dalam sesi ini diperkenalkan Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang diselenggarakan pemerintah untuk membantu UMK memperoleh sertifikasi halal tanpa biaya. Peserta diberikan panduan praktis mengenai persyaratan, tahapan pendaftaran, hingga manfaat sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari anggota TP PKK Desa Kertawangi. Para peserta aktif berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk berbasis minyak atsiri yang dapat dihasilkan dari sumber daya lokal serta strategi pemasaran produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan program, kegiatan ditutup dengan pembagian produk lilin aromaterapi hasil pelatihan kepada anggota TP PKK Desa Kertawangi. Selain itu, dilakukan pula serah terima alat destilasi minyak atsiri kepada perwakilan Kelompok TP PKK Desa Kertawangi sebagai sarana pendukung pengembangan usaha berbasis minyak atsiri di tingkat masyarakat. Diharapkan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keterampilan produksi sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan tim dosen Program Studi Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker FMIPA UNISBA yang terdiri atas Dr. apt. Dadang Juanda, M.Si.; apt. Vinda Maharani Patricia, M.Si.; apt. Hanifa Rahma, M.Si.; apt. Bambang Tri Laksono, M.S.Farm.; dan apt. Taufik Muhammad Fakih, M.S.Farm. Turut mendukung kegiatan tersebut tenaga kependidikan Rizki Nuzulfikri, S.Pd. dan Faqih Radina, S.T., serta mahasiswa Tifanil Oktafira dan Bagas Hadi Panoreh.
Melalui kegiatan ini, UNISBA berharap masyarakat Desa Kertawangi, khususnya Kelompok TP PKK, dapat semakin mandiri dalam memanfaatkan potensi tanaman lokal sebagai sumber minyak atsiri dan mengembangkannya menjadi produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terciptanya inovasi produk lokal yang berdaya saing serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. [ ]
Dok foto: Unisba












