Unisba dan Pemkot Banjar Perkuat Kolaborasi Melalui Seminar Akhir Studio Perencanaan Kota

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan Seminar Akhir Studio Perencanaan Kota di Aula Pascasarjana Unisba, Jumat (17/7). Kegiatan ini menjadi ajang pemaparan hasil kajian mahasiswa terkait konsep tata ruang di Kota Banjar sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui penandatanganan kerja sama strategis.

Kegiatan diawali dengan laporan Koordinator Studio Perencanaan Kota, Dr. Ir. Ira Safitri Darwin, S.T., M.Si., IPU., yang menjelaskan bahwa Kota Banjar dipilih sebagai lokus studi karena memiliki karakteristik yang unik sebagai salah satu kota termuda di Jawa Barat dengan dinamika wilayah yang menarik untuk dikaji.

Pada studio kali ini, mahasiswa mengusung tema “Konsep Tata Ruang Kecamatan dan Ibu Kota Kecamatan di Kota Banjar sebagai Etalase Pemberdayaan UMKM”. Menurut Ira, tema tersebut tidak hanya mengajarkan mahasiswa mengenai aspek fisik tata ruang, tetapi juga bagaimana perencanaan kota dapat menjadi instrumen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan UMKM.

“Mahasiswa mengerjakan 11 analisis dan satu desain tapak yang dituangkan ke dalam berbagai luaran, mulai dari laporan survei, laporan fakta dan analisis, laporan akhir, video profil, poster, hingga buklet ringkasan eksekutif. Kami berharap hasil studio ini dapat menjadi bahan diskusi dan alternatif gagasan bagi Pemerintah Kota Banjar dalam penyusunan perencanaan di tingkat kecamatan,” ujar Ira.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjar yang telah memberikan ruang belajar, data, dan pendampingan lapangan bagi mahasiswa PWK Unisba.

Menurutnya, kegiatan studio perencanaan kota tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kurikulum, tetapi juga berfungsi sebagai living laboratory yang melatih mahasiswa agar lebih peka terhadap dinamika ruang hidup masyarakat. Ia juga menyoroti kolaborasi dengan UMKM serta inisiatif penyusunan roadmap pembangunan Kota Banjar dengan pendekatan wellness city yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah.

“Semangat kampus berdampak yang saat ini digaungkan pemerintah sejatinya selaras dengan nilai yang selama ini dipegang Unisba, yaitu menjadi ragi di masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Ratna.

Ratna juga menegaskan bahwa Unisba terbuka untuk memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kota Banjar dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, menyampaikan apresiasi kepada Unisba yang telah memilih Kota Banjar sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan studio lapangan yang berlangsung pada 29 Maret–4 April 2026. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga membuka ruang dialog antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.

Ia menilai tema yang diangkat mahasiswa sangat relevan dengan arah pembangunan Kota Banjar. Konsep etalase UMKM di tingkat kecamatan dinilai mampu mendorong terciptanya pusat pelayanan masyarakat sekaligus ruang promosi produk unggulan daerah yang dapat menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi.

“Saya percaya ide-ide kreatif yang disusun mahasiswa akan memberikan perspektif baru terhadap pengembangan ruang Kota Banjar. Hasilnya diharapkan tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi juga menjadi referensi dan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Teknik Unisba dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Banjar, serta penandatanganan Implementation Agreement antara Program Studi PWK Unisba dengan Bappelitbangda Kota Banjar. Penandatanganan kerja sama ini disertai dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

Puncak kegiatan diisi dengan presentasi hasil Studio Perencanaan Kota Banjar oleh mahasiswa PWK Unisba, sesi tanya jawab bersama para akademisi dan jajaran Pemerintah Kota Banjar, serta pengumuman poster terbaik.

Melalui kegiatan ini, Unisba kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang berdampak, tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui kolaborasi nyata dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan wilayah yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. [ ]

Dok foto: Humas Unisba