BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Melalui Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M), Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jati diri islami para mahasiswanya. Pada Kamis, 2 April 2026, Unisba menggelar kegiatan “Tasmi’ Mahasiswa” yang dipusatkan di Masjid Al-Asy’ari Unisba. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya universitas untuk meningkatkan kualitas hafalan, bacaan, dan adab mahasiswa terhadap kitab suci Al-Qur’an.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 11.00 WIB hingga selesai ini ditargetkan secara khusus bagi mahasiswa baru Unisba, terutama mereka yang telah menyelesaikan tahapan Perwalian Pesantren (PAI II).
Tasmi’ kali ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sebuah manifestasi dari visi Unisba dalam mencetak generasi intelektual muslim yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, Unisba melihat pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman iman. LPI3M, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengembangan karakter mahasiswa, memandang bahwa Al-Qur’an harus menjadi landasan utama dalam pembentukan etos kerja dan belajar.
Ketua LPI3M dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa kegiatan Tasmi’ ini bertujuan untuk memastikan setiap mahasiswa memiliki kedekatan emosional dan intelektual dengan Al-Qur’an.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas hafalan, bacaan, dan adab mahasiswa terhadap Al-Qur’an, kami mengajak seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa baru, untuk hadir dan memahami dan mengamalkan ayat-ayat suci dalam kehidupan sehari-hari,” sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi lembaga.
Tasmi’ sendiri merupakan tradisi dalam dunia Islam di mana seorang penghafal Al-Qur’an memperdengarkan hafalannya di hadapan penyimak (musami’).
Dalam konteks kegiatan ini, menjadi ajang evaluasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas interaksi mereka dengan Al-Qur’an.
Kegiatan ini dihadiri dan dibimbing langsung oleh para pakar di bidangnya. Nama-nama besar di lingkungan Unisba turut serta memberikan pengarahan dan dukungan, di antaranya Dr. Parihat, Dra., M.Si., Dr. Fahmi Fatwa, S.Sy., M.Si., Dr. M. Yunus, S.H.I., M.E.Sy., Dr. Shindu Irwansyah, Lc., M.Ag., dan Dr. Panji Adam, S.Sy., M.H.
Kehadiran para akademisi yang juga merupakan figur panutan di kampus menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani adalah prioritas utama yang dijunjung tinggi oleh jajaran pimpinan universitas.
Sinergi antara disiplin ilmu umum dan keagamaan terlihat jelas dalam profil para pendamping. Hal ini sejalan dengan slogan Unisba, yaitu menghasilkan “Mujahid” (pejuang), “Mujtahid” (pemikir/peneliti), dan “Mujaddid” (pembaharu).
Dengan bimbingan para doktor dan pakar hukum serta ekonomi syariah tersebut, mahasiswa diharapkan dapat melihat Al-Qur’an bukan sebagai teks sejarah semata, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk solusi problematika modern.
Pihak LPI3M Unisba meyakini bahwa penguatan hafalan dan bacaan Al-Qur’an akan berdampak langsung pada integritas moral mahasiswa.
Di dunia profesional nantinya, seorang lulusan Unisba diharapkan tidak hanya mahir dalam bidang jurusannya—baik itu kedokteran, hukum, teknik, maupun komunikasi—tetapi juga memiliki benteng iman yang kuat agar terhindar dari praktik-praktik yang melanggar etika dan agama.
“Mari luangkan waktu kita untuk membersamai ayat-ayat suci Al-Qur’an, memperkuat iman, dan menambah keberkahan ilmu,” tulis pesan ajakan dari LPI3M yang tersebar di media sosial resmi universitas (@lpi3m.unisba).
Pesan ini mengandung harapan besar agar waktu yang dihabiskan di kampus tidak hanya mengejar nilai akademik (IPK), tetapi juga mengejar keberkahan ilmu yang akan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Respon mahasiswa terhadap kegiatan ini tergolong positif. Banyak dari mereka yang menyadari bahwa kesibukan kuliah seringkali membuat waktu untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an berkurang.
Dengan adanya agenda resmi dari universitas seperti Tasmi’ ini, mahasiswa merasa difasilitasi untuk kembali “cas” iman mereka.
Kegiatan Tasmi’ Mahasiswa Unisba tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi Islam haruslah menyentuh seluruh dimensi kemanusiaan.
Bukan hanya fisik dan akal, tetapi juga jiwa dan ruhani. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa baru dapat membawa semangat Qur’ani dalam setiap langkah studinya ke depan.
LPI3M Unisba berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang terus dikembangkan kualitasnya. Langkah ini diambil demi mewujudkan visi besar universitas dalam mencetak lulusan yang mandiri, berdaya saing global, namun tetap memiliki adab dan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an.
Keberkahan ilmu yang dicari bukan sekadar retorika, melainkan hasil dari usaha nyata dalam memuliakan firman Tuhan di lingkungan akademik. [ ]
Dok foto: LPI3M Unisba












