Unisba Hadiri Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

BERITAUNGGULAN.COM, JAKARTA — Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta membangun kolaborasi lintas lembaga, Universitas Islam Bandung (Unisba) berpartisipasi dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat (26/6/2026) ini menjadi forum strategis untuk membahas berbagai tantangan kebangsaan sekaligus merumuskan arah pembangunan Indonesia di masa depan.

Hadir mewakili Unisba dalam kegiatan tersebut, Rektor Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama (Alkerma) Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H.; Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Prof. Dr. Nan Rahminawati, M.Pd.; Dekan Fakultas Psikologi Dr. Dewi Rosiana, M.Psi., Psikolog; Ketua Senat Prof. Dr. Atih Rohaeti Dariah, S.E., M.Si.; serta Ketua Dewan Guru Besar Prof. Dr. Atie Rachmiatie, Dra., M.Si.

Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menjadi forum strategis nasional yang mengusung tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”. Acara ini dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, serta pelaku industri.

Mengutip laman kemdiktisaintek.go.id, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa sepanjang sejarah peradaban manusia, perubahan besar selalu ditentukan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, perguruan tinggi, akademisi, dan peneliti memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan nasional yang bertumpu pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia unggul.

“Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus,” tegas Presiden RI.

Di dalam forum ini, para pemangku kepentingan membahas berbagai isu strategis pembangunan nasional, mulai dari ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, energi, hilirisasi dan industri, kelautan dan perikanan, pertanian, hingga pendidikan. Hasil pembahasan tersebut akan dirumuskan menjadi rumusan dan rekomendasi strategis dari perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan nasional yang inklusif, adaptif, dan berdampak.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan bahwa setelah seluruh sesi akan selesai maka akan merumuskan peran dan kontribusi perguruan tinggi untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang presiden canangkan.

Ia menjelaskan bahwa KSTI menjadi ruang strategis untuk menyatukan pandang pemerintah, perguruan tinggi, ilmuwan, peneliti, mitra pembangunan dalam mendukung agenda prioritas nasional.

Peserta kegiatan ini antara lain sebanyak 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua asosiasi perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan dan peneliti (termasuk sekitar 300 peneliti dari BRIN, serta lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kemdiktisaintek.

Melalui kegiatan ini Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, riset yang berdampak serta inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Keikutsertaan Rektor dan sivitas akademika Unisba dalam kegiatan ini merupakan komitmen Unisba untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta memberikan masukan bagi penyelesaian berbagai persoalan strategis bangsa melalui peran perguruan tinggi. [ ]

Dok foto: Unisba