Unisba Menjadi Bagian dari Penelitian Internasional Rekonstruksi Pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia dan Brunei Darussalam

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) menjadi bagian dari penelitian internasional mengenai Rekonstruksi Pembelajaran Al-Qur’an di Brunei Darussalam dan Indonesia yang dilaksanakan oleh tim peneliti dari Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, pada Selasa (11/8/2026).

Tim peneliti terdiri atas Dr. KH Mukh Nursikin, M.Si., M.Pd.; Prof. Dr. Mansur, M.Ag.; Prof. Dr. Sa’adi, M.Ag.; dan Prof. Dr. Mubasirun, M.Ag. Kehadiran tim peneliti di Unisba menjadi momentum akademik penting untuk menggali praktik, kebijakan, pengalaman kelembagaan, serta model pendidikan Islam dan pembelajaran Al-Qur’an yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.

Penelitian ini menggunakan perspektif komparatif antara Indonesia dan Brunei Darussalam, dengan perhatian pada bagaimana pembelajaran Al-Qur’an dapat direkonstruksi agar tetap relevan dengan perkembangan masyarakat, karakteristik generasi mahasiswa, serta tantangan pendidikan Islam kontemporer.

Dalam rangkaian kegiatan penelitian, tim peneliti melakukan wawancara dan penggalian informasi dari sejumlah pimpinan dan akademisi Unisba yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebijakan, pengembangan, dan implementasi pendidikan Islam di lingkungan universitas.

Sumber informasi penelitian dari Unisba antara lain Dr. Parihat Kamil, M.Si., Ketua Lembaga Pembinaan Insan Mujahid Mujtahid dan Mujaddid (LPI3M); Dr. Shindu Irwansyah, Lc., M.Ag., Kepala Bagian PAI-PPK; Dr. Fahmi Fatwa Rosyadi, S.Sy., M.Si., Sekretaris LPI3M; serta Prof. Dr. Nan Rahminawati, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

Informasi penelitian juga diperoleh dari Dr. Fitroh Hayati, S.Ag., M.Pd.I., Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI); Dr. Aep Saepudin, M.Ag., Dosen FTK; Dr. Alhamuddin, M.MPd., Wakil Dekan Bidang Alkerma FTK; Dr. Asep Dudi Suhardini, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan Bidang Belmawa FTK; serta Dr. Erhamwilda, M.Pd., Wakil Dekan Bidang PSDUK FTK.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memberikan perspektif yang komprehensif bagi tim peneliti, karena informasi yang dihimpun tidak hanya berasal dari perspektif pengelola program studi, tetapi juga dari unsur pimpinan universitas, lembaga pembinaan keislaman, pengelola pendidikan agama, dan pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Dalam proses penggalian data, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian penelitian. Salah satunya adalah visi, misi, dan kebijakan Unisba. Penelitian mengkaji bagaimana Unisba memandang pendidikan tinggi bukan hanya sebagai proses pengembangan kapasitas intelektual, tetapi juga sebagai proses pembentukan religiusitas, moralitas, karakter, dan kepribadian mahasiswa.

Perspektif ini menjadi penting dalam diskursus pendidikan tinggi kontemporer yang semakin mempertanyakan apakah keberhasilan universitas cukup diukur dari kompetensi akademik dan profesional, atau juga harus dilihat dari kemampuannya membentuk manusia yang memiliki integritas, nilai, dan orientasi kehidupan yang bermakna.

Aspek berikutnya adalah kurikulum Pendidikan Agama Islam dan implementasinya dalam perkuliahan. Tim peneliti menggali bagaimana PAI dikembangkan sebagai bagian dari proses pendidikan mahasiswa serta bagaimana nilai-nilai keislaman diimplementasikan dalam pembelajaran.

PAI tidak hanya dipandang sebagai proses transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana membangun literasi keagamaan, penalaran etis, pembentukan karakter, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.

Penelitian juga memberikan perhatian terhadap kepesantrenan di lingkungan Unisba, termasuk keberadaan pesantren mahasiswa dan pesantren calon sarjana sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Islam Unisba.

Keberadaan program kepesantrenan menunjukkan bahwa pendidikan keislaman tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui pembiasaan, keteladanan, interaksi sosial, kehidupan bersama, dan pengalaman keseharian mahasiswa.

Aspek penting lainnya adalah pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan Unisba. Hal ini menjadi fokus penelitian untuk melihat bagaimana Al-Qur’an diajarkan, dipelajari, dipahami, dan diimplementasikan dalam kehidupan mahasiswa.

Kajian mengenai rekonstruksi pembelajaran Al-Qur’an menjadi semakin relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital. Mahasiswa saat ini hidup dalam lingkungan yang menghadirkan tantangan baru, mulai dari misinformasi, etika digital, krisis nilai, polarisasi sosial, pembentukan identitas, hingga persoalan moral dalam pengambilan keputusan.

Karena itu, pembelajaran Al-Qur’an di perguruan tinggi perlu terus dikembangkan dari pendekatan yang hanya berorientasi pada transfer of knowledge menuju proses pembelajaran yang bersifat reflektif, kontekstual, aplikatif, dan transformatif.

Dalam perspektif tersebut, pembelajaran Al-Qur’an dapat bergerak melalui tahapan reading, understanding, reflection, internalization, dan action, atau membaca, memahami, merefleksikan, menginternalisasikan, dan mengamalkan.

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya dilihat dari kemampuan mahasiswa menjelaskan kandungan ayat, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an hadir dalam cara berpikir, sikap, pengambilan keputusan, karakter, dan perilaku mahasiswa.

Kegiatan penelitian tersebut sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Pascasarjana UIN Salatiga dan Unisba. Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementing Agreement antara Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Magister Pendidikan Islam (MPI) Unisba dengan Pascasarjana UIN Salatiga.

Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama akademik yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pendidikan Islam, pengembangan pembelajaran Al-Qur’an, pertukaran akademik, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penelitian, tetapi berkembang menjadi ekosistem kolaborasi akademik yang memungkinkan pertukaran gagasan, pengalaman akademik, pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta lahirnya karya ilmiah yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.

Keterlibatan Unisba dalam penelitian internasional tersebut menunjukkan bahwa praktik pendidikan Islam yang dikembangkan di Unisba memiliki relevansi untuk dikaji dalam perspektif yang lebih luas.

Integrasi antara keunggulan intelektual, religiusitas, pendidikan karakter, kepesantrenan, dan pembelajaran Al-Qur’an menjadi pengalaman pendidikan yang menarik untuk ditempatkan dalam diskursus global mengenai masa depan pendidikan tinggi Islam.

Bagi Unisba, penelitian ini juga menjadi ruang refleksi untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan knowledge, faith, character, and action.

Universitas tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga manusia yang memiliki ilmu, iman, integritas, karakter, dan kemampuan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Melalui kolaborasi dengan Pascasarjana UIN Salatiga, Unisba diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun perspektif baru mengenai pembelajaran Al-Qur’an yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berilmu, berkarakter, religius, dan transformatif.

Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pengembangan pendidikan Islam membutuhkan dialog lintas institusi, lintas wilayah, bahkan lintas negara. Penelitian “Rekonstruksi Pembelajaran Al-Qur’an di Brunei Darussalam dan Indonesia” diharapkan menghasilkan bukan hanya temuan akademik, tetapi juga gagasan dan model pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan Islam masa kini.

Pada akhirnya, rekonstruksi pembelajaran Al-Qur’an bukan sekadar tentang bagaimana Al-Qur’an diajarkan, tetapi tentang bagaimana Al-Qur’an dihidupkan dalam kehidupan mahasiswa dan menjadi sumber transformasi pribadi, sosial, dan peradaban. [ ]

Dok foto: Unisba