BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Wisuda Gelombang II Universitas Islam Bandung (Unisba) Tahun Akademik 2025/2026 menjadi momentum bagi para lulusan untuk tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat. Lulusan Unisba diharapkan menjadi ragi di tengah masyarakat, hadir membawa gagasan dan solusi di lingkungan sekitar maupun dunia kerja. Semangat ini sejalan dengan Unisba sebagai kampus berdampak.
Dalam wisuda ini, lebih dari 1.500 lulusan resmi dikukuhkan. Prosesi berlangsung di Aula Utama Unisba pada Sabtu–Minggu (22–23/8/2026), diikuti lulusan jenjang Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana dari berbagai fakultas. Selama dua hari, wisuda digelar dalam empat sesi.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan wisuda bukan akhir dari perjalanan akademik. Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu gerbang pengabdian yang sesungguhnya. Gelar akademis yang tertera di belakang nama Saudara bukan sekadar hiasan ijazah, melainkan sebuah amanah besar yang menuntut pembuktian nyata di tengah masyarakat,” ujar Rektor dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tetap membawa nilai yang menjadi bagian dari pendidikan di Unisba, yakni Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid. Nilai tersebut menjadi bekal untuk terus berjuang, berpikir kritis, berinovasi, dan membawa perubahan di tengah masyarakat.
Menurut Rektor, lulusan juga perlu menjaga keseimbangan antara ilmu dan integritas. Ilmu tanpa integritas dapat disalahgunakan, sedangkan integritas tanpa ilmu dapat membuat seseorang kesulitan menyelesaikan persoalan dengan tepat.
“Di pundak Saudara kini melekat identitas sebagai intelektual Muslim, sebagai insan yang Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, serta pembelajar sepanjang hayat,” katanya.
Rektor turut mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan peran orang tua dalam perjalanan pendidikan mereka. Ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan doa, dukungan, dan pengorbanan hingga putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan.
“Kepada Bapak dan Ibu orang tua lulusan, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unisba. Hari ini, kami kembalikan putra-putri Bapak/Ibu. Insyaallah mereka kembali sebagai pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk masyarakat,” ujar Rektor.
Ketua Badan Pembina Yayasan Unisba, Prof. Dr. H. Bagir Manan, S.H., M.CL., dalam sambutannya mengingatkan para lulusan mengenai tanggung jawab yang melekat pada seorang sarjana. Ia mengutip pandangan Bung Hatta mengenai dua ciri utama seorang sarjana, yakni memiliki pembawaan intelektual dan menjunjung tinggi etika.
Menurut Prof. Bagir, intelektual tidak hanya ditandai oleh penguasaan ilmu, tetapi juga keberanian untuk bertanggung jawab. Ia menambahkan, seorang intelektual perlu memiliki sikap adil dan terbuka dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Seorang intelektual tidak cukup hanya accountable, tidak cukup hanya ethics, tapi harus dilengkapi oleh dua hal lagi, yaitu seorang intelektual harus selalu fair, fairness, selalu jujur. Yang kedua, harus selalu terbuka, openness,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sikap hati-hati, menurutnya, bukan berarti takut mengambil keputusan, melainkan mempertimbangkan setiap tindakan dengan penuh tanggung jawab.
Selain itu, Prof. Bagir mengajak para lulusan menjadi bagian dari perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat dan ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga seorang sarjana harus mampu mengikuti perubahan, memberikan manfaat, bahkan menjadi pembawa perubahan.

“Menjadilah manusia pembawa kebaikan dalam masyarakat, jangan mengecewakan masyarakat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan membawa identitas sebagai sarjana Muslim yang bertanggung jawab.
“Saya berharap di manapun Saudara berada, tunjukkanlah bahwa Saudara-saudara adalah sarjana Unisba yang membawa harapan-harapan Unisba. Menjadi sarjana intelektual, sarjana Muslim intelektual yang bertanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas capaian Unisba yang menjadi salah satu dari 19 perguruan tinggi dari 314 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten yang telah meraih akreditasi Unggul.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukan akhir, melainkan awal untuk memasuki dunia yang penuh tantangan sekaligus peluang. Persaingan kerja yang semakin ketat dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menuntut lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Jadikanlah teknologi sebagai alat yang kita berdayakan, bukan alat yang menggantikan peran kita,” pesannya.
Menurutnya, lulusan perlu memiliki sejumlah kemampuan penting, seperti akhlak, integritas, kemampuan memecahkan masalah, serta kemauan untuk terus belajar. Di tengah perkembangan AI, kemampuan manusia seperti empati, kecerdasan emosional, kreativitas, etika, dan tanggung jawab moral tetap menjadi kekuatan yang tidak dapat digantikan teknologi.
Ia juga mendorong lulusan untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi berani melihat peluang menjadi entrepreneur. Dengan membuka lapangan kerja, lulusan dinilai dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Sebagai bekal memasuki dunia profesional, ia mengajak para lulusan Unisba menjadi pribadi JAGO, yakni Jejaring, Adaptif, Gesit, serta Orisinal dan Otentik.
“Pegang teguh spirit tersebut di mana pun kalian berada,” pesannya.
Pada wisuda kali ini, Unisba juga memberikan apresiasi kepada sejumlah lulusan dengan capaian akademik dan masa studi terbaik.
Untuk kategori Yudisium Pujian dengan IPK tertinggi di tingkat universitas, penghargaan diraih Meisya Febriana dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,98.
Sementara itu, predikat lulusan tercepat diraih Muhammad Farhan Faiz Mubarok, juga dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi. Ia menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun, 4 bulan, 21 hari.
Adapun predikat lulusan termuda diraih Nazwa Zahratunnisa dari Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran yang menyelesaikan pendidikan sarjana pada usia 20 tahun, 10 bulan, 21 hari. [ ]
Dok foto: Unisba












