4th UGEO 2026 Unisba Hadirkan Ruang Pembelajaran Global bagi Generasi Muda

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG  – Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menyelenggarakan 4th Unisba Global Student Motion (UGEO) 2026 pada Senin-Sabtu (24-29/8/2026). Mengusung tema “Next-Gen Changemaker: Youth Action for Inclusive Learning and Sustainable Cities”, kegiatan ini menjadi wadah mobilitas internasional yang memadukan keterlibatan akademik, pertukaran budaya, aktivitas komunitas, pembelajaran lintas budaya, serta jejaring internasional.

Kegiatan dibuka di Aula Utama Unisba, Senin (24/8). Rangkaian pembukaan diawali dengan laporan kegiatan oleh Kepala Kantor Urusan Internasional Unisba, Imam Pamungkas, S.Pd.I., M.Ag., Ph.D., kemudian dilanjutkan sambutan dan pembukaan oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H.

Dalam laporannya, Imam Pamungkas menyampaikan bahwa UGEO 2026 dirancang sebagai platform mobilitas internasional yang mempertemukan keterlibatan akademik, budaya, komunitas, pelaporan internasional, serta pembelajaran antarbudaya.

“UGEO 2026 dirancang sebagai platform mobilitas internasional yang mengintegrasikan keterlibatan akademik, kegiatan budaya dan kemasyarakatan, pelaporan internasional, serta pembelajaran lintas budaya.,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UGEO 2026 melibatkan peserta dan perwakilan akademik dari empat institusi internasional, yakni Holy Child Central Colleges, Inc. dan Ateneo de Davao University dari Filipina, serta Universiti Sains Malaysia dan Curtin University Malaysia. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa internasional yang tengah menempuh studi di Unisba dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).

“Program ini melibatkan 13 mahasiswa dan tiga faculty members atau academic advisors dengan latar belakang negara yang beragam, termasuk Filipina, China, Sri Lanka, Malaysia, Mesir, Somalia, dan Palestina,” jelasnya.

Selain itu, sebanyak 19 mahasiswa sarjana dari berbagai program studi di Unisba turut dilibatkan untuk memperoleh pengalaman interaksi internasional dan lintas budaya. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh 34 anggota kepanitiaan yang berasal dari KUI dan mahasiswa Unisba Global International Student (UGIS).

Sementara itu, Prof. Ratna dalam sambutannya mengatakan, UGEO merupakan program kreatif KUI Unisba yang menjadi implementasi kerja sama dengan berbagai mitra strategis perguruan tinggi internasional.

“UGEO merupakan program kreatif dari International Office Unisba sebagai implementasi dari MoU dan MoA yang telah ditandatangani antara Unisba dengan strategic university partners,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan dan pengalaman bersama mahasiswa maupun dosen dari berbagai negara.

“Kami berharap dapat menciptakan sinergi dan nilai-nilai baru untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas mahasiswa, dosen, Unisba, serta seluruh institusi yang berpartisipasi,” ungkap Prof. Ratna.

Ia menambahkan, UGEO memiliki peran penting dalam membangun gagasan mahasiswa sebagai agen perubahan, khususnya dalam merespons isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami percaya program UGEO sangat penting bagi mahasiswa dalam membangun ide untuk menjadi agen perubahan terhadap isu-isu SDGs. Saat ini, pemahaman terhadap isu tersebut sudah menjadi sesuatu yang penting bagi kita,” katanya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Unisba dan Ateneo de Davao University (ADDU), Filipina. Penandatanganan tersebut menjadi salah satu langkah penguatan jejaring dan kerja sama internasional Unisba dengan perguruan tinggi mitra.

Rangkaian hari pertama kemudian dilanjutkan dengan UGEO Guest Lecturer bertema Quality Education. Sesi tersebut menghadirkan tiga pembicara, yakni Assoc. Prof. Mark Laurence J. Fano, LPT, MALT, CHRA dengan materi “Abot-Malay, Abot-Dama, Abot-Kaya: From Access to Quality”, Ms. Karen Anne E. San Pedro, MEd, MAEd dengan materi “The Mover: How Youth Action Drives Inclusive Education”, serta M. Imam Pamungkas, S.Pd.I., M.Ag., Ph.D. dengan materi “Beyond Knowledge: Educating for Humanity”. Sesi ditutup dengan diskusi dan tanya jawab.

Peserta kemudian mengikuti campus tour yang mencakup sejumlah fasilitas Unisba, seperti fakultas, perpustakaan, masjid, student activity center, hingga Al Biruny Observatory. Hari pertama ditutup dengan sesi ice breaking dan cultural bonding untuk memperkenalkan latar belakang serta budaya masing-masing peserta.

Memperkuat Pembelajaran Lintas Budaya

Memasuki hari kedua, Selasa (25/8), peserta akan mengikuti rangkaian Cultural Exchange yang akan dilaksanakan di Batik Wallagri dan Saung Angklung Udjo, Bandung. Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung mempelajari proses pembuatan batik sekaligus berinteraksi dengan komunitas lokal.

Kegiatan kemudian akan dilanjutkan dengan intercultural sharing session untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran lintas budaya yang diperoleh selama mengikuti kegiatan. Pada sore harinya, peserta akan menyaksikan pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo.

Pada hari ketiga, Rabu (26/8), UGEO akan memasuki agenda Academic & Research Engagement yang akan berlangsung di Gedung Dekanat Unisba. Peserta akan mengikuti sesi akademik yang membahas tiga isu Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 4 Quality Education, SDG 10 Reduced Inequalities & Economic Inclusion, dan SDG 11 Sustainable Cities and Communities.

Materi akan disampaikan oleh Nabilah Nuraini, S.Ag., M.Ag., Dr. Hendrati Dwi Mulyaningsih, S.E., M.M., CT., CECP., serta Fachmy Sugih Pradifta, S.T., M.T. Setelah sesi tanya jawab, peserta akan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan isu SDG 4, SDG 10, dan SDG 11 serta merumuskan berbagai gagasan dan solusi.

Selanjutnya, Kamis (27/8), peserta akan mengikuti Outdoor Global Networking di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kegiatan akan diisi dengan aktivitas paintball yang dirancang untuk mendorong kerja sama antarpeserta, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas luar ruang berupa offroad Land Rover atau rafting sesuai kondisi lokasi. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi, kolaborasi, serta jejaring antarpeserta dari berbagai negara.

Puncak kegiatan akan berlangsung pada Jumat (28/8) melalui Closing Ceremony di Auditorium Unisba. Peserta akan mempresentasikan hasil FGD serta gagasan solusi berdasarkan isu SDG 4, SDG 10, dan SDG 11. Acara kemudian akan dilanjutkan dengan penampilan UGIS dan peserta, pemberian sertifikat serta penghargaan, dan sambutan penutup dari perwakilan mahasiswa internasional.

Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan farewell gathering, foto bersama, serta pertukaran cendera mata. Setelah itu, peserta akan memperoleh waktu eksplorasi secara mandiri di kawasan Cihampelas Walk.

Seluruh rangkaian UGEO 2026 akan berakhir pada Sabtu (29/8) dengan agenda kepulangan peserta. Peserta akan melakukan check-out dari akomodasi sebelum kemudian ditransfer menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Prof. Ratna berharap pengalaman yang diperoleh melalui UGEO dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi mahasiswa maupun institusi yang terlibat.

“Melalui pengalaman memahami berbagai budaya lintas negara, sekaligus memberikan pengalaman kepada dosen dalam melihat karya mahasiswa internasional dengan spektrum global, kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat menjadi turning point bagi peningkatan kapasitas dan pengembangan Unisba,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan 4th UGEO 2026, Unisba akan terus memperkuat komitmennya dalam membangun jejaring internasional sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa menjadi generasi muda yang mampu berkolaborasi, memahami keberagaman, dan mengambil peran dalam menjawab tantangan global, khususnya terkait pendidikan inklusif dan pembangunan kota berkelanjutan. [ ]

Dok foto: HUMAS