BERITAUNGGULAN.COM, SURABAYA — Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur kembali menegaskan peran strategisnya dalam menguatkan gerakan keumatan. Kali ini, lembaga pengelola zakat nasional tersebut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Muslimat Hidayatullah (MUSHIDA) Jawa Timur sebagai bagian dari ikhtiar membangun ketahanan keluarga dan peradaban bangsa.
Muswil MUSHIDA Jawa Timur yang mengusung tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas” digelar di Hotel Graha Widya Bhakti. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus wilayah, pengurus daerah, serta perwakilan MUSHIDA dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Ketua PW MUSHIDA Jawa Timur, Ustadah Retno, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muswil bukan sekadar agenda organisasi rutin, melainkan ruang strategis untuk konsolidasi ide, visi, dan gerakan muslimah. Fokus utamanya adalah memperkuat peran perempuan dalam keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi.
“Muslimah memiliki posisi sentral sebagai poros pembentuk karakter generasi. Ketika keluarga dibangun dengan nilai keimanan, pendidikan, dan ketahanan moral yang kuat, maka umat dan bangsa pun akan tumbuh kokoh,” ungkapnya.
Dukungan BMH terhadap Muswil MUSHIDA ini sekaligus menegaskan kiprah lembaga zakat tersebut yang tidak hanya berfokus pada pendistribusian bantuan sosial. BMH secara konsisten mendorong penguatan pendidikan, dakwah, ekonomi umat, serta pemberdayaan perempuan muslimah melalui program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menyampaikan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi unggul yang berdaya saing dan berakhlak mulia.
“BMH siap bersinergi dengan MUSHIDA Jawa Timur. Mulai dari penguatan ekonomi keluarga, pendidikan anak, hingga dakwah sosial berbasis komunitas. Semua ini adalah bagian dari ikhtiar membangun peradaban yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberlangsungan berbagai program pemberdayaan tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah. Dana umat yang ditunaikan dengan kesadaran dan keikhlasan telah menjadi energi besar bagi lahirnya berbagai program kemanfaatan.
“Zakat dan sedekah bukan sekadar kewajiban ritual. Ia adalah instrumen perubahan sosial yang nyata, yang mampu mengangkat martabat umat dan memperkuat sendi-sendi kehidupan masyarakat,” tegas Imam Muslim.
Melalui dukungan terhadap Muswil MUSHIDA Jawa Timur ini, BMH kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dalam hampir seluruh sektor gerakan keumatan. Mulai dari penguatan keluarga, pemberdayaan muslimah, pendidikan, hingga pembangunan ketahanan sosial berbasis nilai-nilai keislaman.
Seluruh ikhtiar tersebut diharapkan menjadi bagian dari gerakan kolektif umat untuk mewujudkan Indonesia Emas, yang bertumbuh dari rumah, keluarga, dan kesadaran bersama akan pentingnya peran zakat dalam pembangunan bangsa./Herim












