Dari Air Bersih hingga Go Digital: Aksi Nyata Apoteker UNISBA Berdayakan PKL Ranggagading

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Program Studi Profesi Apoteker Universitas Islam Bandung (UNISBA) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis pemberdayaan. Menyasar pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Ranggagading, program ini menghadirkan solusi konkret atas persoalan sanitasi, keamanan pangan, hingga akses pasar digital.

Berdasarkan hasil identifikasi, hanya sekitar 7 persen pedagang yang memiliki akses air bersih mengalir. Mayoritas masih menggunakan air secara berulang untuk mencuci peralatan, yang berisiko terhadap keamanan pangan. Menjawab tantangan tersebut, tim PkM Apoteker UNISBA menghadirkan bak cuci piring berbasis teknologi tepat guna yang terhubung dengan air bersih, sehingga praktik pencucian menjadi lebih higienis.

Inovasi ini diperkuat dengan penggunaan sabun cuci piring berbasis prebiotik, hasil riset tim, yang tidak hanya efektif membersihkan tetapi juga hemat air. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana keilmuan farmasi mampu hadir sebagai solusi praktis bagi masyarakat.

Tidak hanya aspek kesehatan, transformasi ekonomi juga menjadi fokus utama. Pada tahap awal, tim telah mendampingi pendaftaran PKL ke platform jual beli digital, disertai pelatihan penggunaan fitur, simulasi transaksi, serta strategi penetapan harga berbasis perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar margin keuntungan tetap terjaga. Pendekatan ini menjawab tantangan rendahnya literasi digital sekaligus membuka peluang peningkatan omzet.

Strategi pemasaran diperkuat melalui integrasi offline-to-online, dengan pemasangan media promosi seperti stiker QR Code dan banner pada gerobak. Inisiatif ini memudahkan pelanggan mengakses layanan pesan antar dan memperluas jangkauan pasar di luar lokasi fisik.

Untuk memastikan keberlanjutan, tim juga menyusun dua modul edukatif. Informasi terkait pemanfaatan platform digital disusun dalam bentuk “Modul Literasi Pemasaran Digital Usaha Mikro Pangan.” Sedangkan informasi untuk mendukung edukasi keamanan pangan secara berkelanjutan disusun dalam bentuk “Modul Panduan Penyiapan Produk Pangan yang Aman bagi Kesehatan” sebagai panduan praktis yang dapat digunakan secara mandiri oleh para pedagang.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada 1 Agustus dengan penyerahan sarana sanitasi dan produk kepada mitra. Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya akses air bersih dan pertumbuhan ekonomi, serta menegaskan posisi UNISBA—khususnya Program Studi Profesi Apoteker—sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. [ ]

Dok foto: Unisba