BERITAUNGGULAN.COM, BEKASI — Rabu (11/02/2026) Ada yang berbeda di Grand Metropolitan Mall Bekasi sore ini. Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan modern, sebuah energi spiritual dan semangat kepemudaan akan menyatu dalam harmoni. Bapak Sopian,S.Pd selaku Kepala Sekolah MBS AR Fachruddin mengatakan bahwa para santri dari MBS AR Fachruddin—lembaga pendidikan yang sebelumnya akrab dikenal sebagai Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kampung Sawah—siap turun gunung untuk menunjukkan bahwa kehidupan pesantren bukan hanya soal kitab kuning, melainkan juga tentang kreativitas tanpa batas dalam berinteraksi sosial.
Kehadiran mereka dalam perhelatan Muslimfest 2026 bukan sekadar pengisi acara biasa. Ini adalah panggung pembuktian. Penampilan akan dibuka dengan alunan Nasyid MBS AR Fachruddin. Berbeda dengan musik populer pada umumnya, nasyid yang dibawakan para santri ini membawa pesan moral yang mendalam melalui harmoni vokal yang memikat. Melalui lirik-lirik bernafaskan tauhid, mereka mencoba menyentuh sisi spiritual para pengunjung mal, membuktikan bahwa dakwah bisa disampaikan dengan cara yang sangat artistik dan relevan bagi telinga generasi masa kini, ujar Pak Sopian.
Namun, kelembutan vokal nasyid akan segera berganti dengan dentuman energi dari tim Tapak Suci MBS AR Fachruddin. Mengenakan seragam merah khas yang ikonik, para pesilat muda ini akan mendemonstrasikan kelincahan, kekuatan, dan kedisiplinan.
Kemudian Ibu Yuli bagian Kurikulum MBS AR Fachruddin Kota Bekasi menjelaskan bahwa Seni bela diri asli Indonesia ini tidak hanya menunjukkan ketangkasan fisik, tetapi juga filosofi “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah.” Penampilan ini dijamin akan memukau mata pengunjung dengan koreografi jurus yang tajam namun penuh estetika, tuturnya.
Acara yang berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 15.00 hingga 18.00 WIB ini menjadi momentum penting bagi santri untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat luas. Melalui Muslimfest, MBS AR Fachruddin ingin menghapus stigma bahwa santri itu eksklusif atau ketinggalan zaman. Sebaliknya, mereka adalah individu-individu tangguh yang siap mewarnai peradaban dengan bakat dan akhlak mulia.
Bagi warga Bekasi dan sekitarnya, ajaklah keluarga untuk menjadi saksi bagaimana nilai-nilai luhur pesantren diterjemahkan ke dalam seni pertunjukan yang modern dan memikat. Sampai jumpa di Grand Metropolitan! (red.djaddie)












