BERITAUNGGULAN.COM, KBB — Potensi komoditas lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa apabila dikelola secara inovatif dan berorientasi pada nilai tambah. Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Bandung (UNISBA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pengembangan Komoditi Ubi Jalar sebagai Upaya Inovasi dan Hilirisasi” di Kantor Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat,
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ubi jalar tidak hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bahan baku produk bernilai tambah yang mampu memperkuat perekonomian desa. Selama ini, sebagian besar hasil panen ubi jalar masih dipasarkan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonomi yang diperoleh petani relatif terbatas.
Ketua tim pengabdian, Dr. Dede R. Oktini, S.E., M.P., menjelaskan bahwa hilirisasi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di pedesaan. Menurutnya, pengembangan produk olahan berbasis ubi jalar dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas akses pasar bagi masyarakat.
“Desa Cikalong memiliki potensi yang besar dalam pengembangan komoditas ubi jalar. Tantangannya adalah bagaimana komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai konsep hilirisasi, peluang diversifikasi produk, strategi pengembangan usaha, pengemasan produk, hingga pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Diskusi juga mengangkat pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Tim pengabdian FEB UNISBA yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. Nina Maharani, S.E., M.Si., Dr. Rabiatul Adwiyah, S.E., M.Si., Dr. Nurdin, S.E., M.Si., Hilman Saladin, Derissca Eka Restu, dan Shafira Nisa Azahra, serta didukung oleh mahasiswa Program Sarjana UNISBA, Kartika dan Arkan.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan komoditas pertanian di wilayah mereka. Berbagai ide pengembangan produk olahan berbasis ubi jalar muncul sebagai langkah awal untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FEB UNISBA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal. Pengembangan ubi jalar melalui inovasi dan hilirisasi diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi Desa Cikalong secara berkelanjutan. [ ]
Dok foto: Unisba












