Diaspora Indonesia Kenalkan Mesin Exodus, Teknologi Terapi Regeneratif untuk Penyakit Berat

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Petrus Freddy Cahyono, diaspora Indonesia yang bermukim di Ukraina, memperkenalkan Mesin Exodus, teknologi terapi regeneratif untuk penyakit berat. Pria yang memiliki perusahaan LLC Pravitna Genius Sel ini membawa dan memamerkan alat itu dalam ajang perhimpunan persahabatan Indonesia Tiongkok di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

CEO PT Pravidna Nanoteknologi Indonesia yang telah 10 tahun bermukim di Ukraina ini bersyukur dapat memperkenalkan cara kerja alat. Ia menjelaskan sampel air liur atau urine diambil dari pasien untuk mendeteksi tingkat kerusakan sel dengan presisi tinggi menggunakan satelit.

Jika ditemukan kerusakan sel tubuh di atas 25 persen, darah pasien kemudian diambil untuk diproses dan diisolasi di mesin Exodus secara steril. Eksosom yang sudah murni selanjutnya diberikan ke tubuh pasien untuk meregenerasi organ yang rusak. Petrus mengatakan alat tersebut dapat digunakan untuk membantu terapi pasien diabetes, kolesterol, jantung, leukemia, kanker, hingga autoimun.

Namun kesembuhan pasien sangat ditentukan oleh kondisinya sendiri. “Kalau organ pasien sudah rusak total, saya tidak mungkin melawan takdir. Alat ini sangat efektif jika persentase kerusakan organ masih bisa ditoleransi, misalnya 40 persen hingga 60 persen. Kesembuhan seutuhnya tetap berada di tangan Yang Maha Kuasa,” ujarnya, Senin 1 Juni 2026.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin mencoba terapi regeneratif harus mendaftar melalui distributor resmi dan mendapatkan rujukan dari jaringan dokter spesialis yang telah bermitra. Petrus mendorong penerapan pengobatan di Indonesia menggunakan alat tersebut sebagai bentuk panggilan membantu masyarakat.

Apalagi di tengah kondisi geopolitik dan perang yang memanas sehingga distribusi obat-obatan global terhambat. “Saya mau rakyat Indonesia bukan hanya hidup sehat, olahraga, atau makan sehat, tetapi menyadari bahwa di dalam darahnya sendiri ada solusi yang lebih hebat karena Tuhan menciptakan kita dengan darah yang miracle yang tidak bisa dibuat. Itu bisa menjadi obat dan solusi yang sangat luar biasa,” katanya.

Ia berharap kondisi sel masyarakat Indonesia terjaga sehingga usia harapan hidup lebih panjang. Petrus juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan warga Jabar yang terbuka terhadap inovasi. [ ]