Menjadi Rujukan Pengelolaan Sampah melalui Program Zero Waste, Unisba Terima Kunjungan Universitas Al Ghifari

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Keberhasilan Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam mengembangkan pengelolaan sampah melalui Program Zero Waste mendapat perhatian dari perguruan tinggi lain. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan Universitas Al Ghifari ke Unisba dalam rangka benchmarking konsep dan program pengelolaan sampah di perguruan tinggi, yang berlangsung di Gedung Rektorat Unisba, Selasa (11/8/2026).

Rombongan Universitas Al Ghifari terdiri atas Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Direktur Pendidikan Tinggi, Direktur Khusus, Ketua LPPM, Ketua Pusat Studi Perubahan Iklim dan Manajemen Bencana, Sekretaris Puslit, anggota Puslat, serta Humas. Rombongan disambut langsung oleh Ketua LPPM Unisba beserta jajaran dan tim Zero Waste Unisba.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari Program Zero Waste Unisba yang dinilai memiliki konsep pengelolaan sampah yang terstruktur dan memberikan dampak nyata.

Sekretaris LPPM sekaligus Koordinator Program Zero Waste Unisba, Dr. Titik Respati, drg., M.Sc.PH., mengatakan Universitas Al Ghifari menunjukkan ketertarikan terhadap program yang telah dilakukan Unisba.

“Universitas Al Ghifari sangat concern juga soal sampah. Mereka sangat tertarik pada Unisba karena kita punya program yang terstruktur dan langsung kelihatan dampaknya,” ujar Dr. Titik.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Universitas Al Ghifari juga meninjau langsung pengelolaan sampah internal Unisba di Saung Kompos, Kampus Utama Unisba. Dr. Titik menekankan bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari lingkungan kampus sendiri, tidak hanya sebatas membuang sampah, tetapi juga mencakup proses pengolahan dan pemanfaatannya.

Program Zero Waste Unisba juga dikembangkan melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung kegiatan akademik di perguruan tinggi.

“Program Zero Waste tidak hanya soal perubahan perilaku, tetapi juga ada manfaat untuk institusi, dosen, dan mahasiswa. Model seperti ini yang menurut mereka sangat mungkin untuk diadopsi,” jelasnya.

Dr. Titik menambahkan, kunjungan tersebut juga membuka peluang kerja sama antara Unisba dan Universitas Al Ghifari. Salah satunya melalui diskusi dan pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.

“Kita bisa menjadi partner diskusi berdasarkan pengalaman kita di Zero Waste, bagaimana mengemas sebuah program supaya berjalan dengan baik, komprehensif, berdampak, dan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap Program Zero Waste Unisba. Ia berharap praktik baik yang telah dilakukan dapat terus dibagikan dan menjadi pembelajaran bagi perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Al Ghifari, Nuchrodin, S.g., M.Pd., mengatakan pihaknya ingin belajar dari Unisba untuk membenahi pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

“Kami ingin belajar bagaimana pengelolaan sampah ini bisa dikelola di kampus sendiri. Selama ini selalu dibuang ke luar, kami ingin mencoba mengelolanya di kampus sendiri,” ujarnya.

Dari kunjungan tersebut, Universitas Al Ghifari berencana memulai pengelolaan sampah dari hal sederhana, yaitu meningkatkan kesadaran untuk memilah sampah. Saat ini, pihaknya telah menyediakan tempat pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan kampus.

“Kami baru di tahap awal. Kami ingin mencoba dari menyadarkan pemilahan sampah dulu di kampus. Selama ini kesadaran itu belum muncul, sampah langsung masuk ke tong sampah tanpa dipilah,” katanya.

Setelah kunjungan, Universitas Al Ghifari akan melanjutkan komunikasi dengan Unisba untuk mempelajari dan mengembangkan program pengelolaan sampah sesuai dengan kondisi di kampusnya.

“Mudah-mudahan kami minimal bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh Unisba,” pungkasnya. [ ]

Dok foto: Unisba