Unisba Dorong Riset Berdampak dan Kolaborasi Akademik Lewat SPeSIA dan 2nd VISION 2026,

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) terus mendorong peran sebagai kampus berdampak melalui pengembangan penelitian, diseminasi pengetahuan, serta perluasan kolaborasi akademik di tingkat nasional dan internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Penelitian Sivitas Akademika (SPeSIA) 2026 Batch II dan 2nd VISION 2026.

Mengusung tema “Strengthening the SDGs Through Impactful Research in the Era of Artificial Intelligence”, kegiatan tersebut digelar secara luring di Aula Utama Unisba dan daring melalui Zoom Meeting, Selasa (11/8/2026).

Pelaksanaan SPeSIA 2026 Batch II dan 2nd VISION 2026 turut melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai co-host, yaitu Universitas Bhakti Kencana, Politeknik Al Islam Bandung, Politeknik Pajajaran, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dan Universitas 17 Agustus Samarinda. Kegiatan internasional tersebut juga melibatkan Holy Child College dari Filipina sebagai mitra penyelenggara.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan SPeSIA terus dikembangkan dari forum penelitian internal Unisba menjadi ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyampaikan dan mendiseminasikan hasil penelitian.

Menurutnya, keterlibatan berbagai perguruan tinggi dalam SPeSIA dan VISION menunjukkan bahwa forum tersebut tidak hanya menjadi ruang akademik di tingkat internal, tetapi juga mulai berkembang menjadi jembatan kolaborasi di tingkat nasional dan internasional.

“SPeSIA harus menjadi wadah para mahasiswa yang memiliki ide dan hasil penelitian, khususnya dari tugas akhir, sekaligus menjadi ruang untuk belajar melakukan diseminasi hasil penelitian,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman melakukan penelitian dan menyampaikan hasilnya kepada publik menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional dan berkontribusi di tengah masyarakat.

“Tidak hanya meneliti, tetapi juga melakukan diseminasi tentang hasil penelitian. Ketika terjun ke lapangan, konstruksi berpikirnya sudah tertata dan memiliki gambaran bagaimana hasil penelitian tersebut dapat dikomunikasikan serta memberikan kontribusi kepada masyarakat,” katanya.

Dalam konteks karakter lulusan Unisba, Rektor menekankan pentingnya mahasiswa mengembangkan nilai mujahid, mujtahid, dan mujaddid (3M). Penelitian menjadi salah satu bentuk aktualisasi kemampuan berpikir mahasiswa, sementara hasil penelitian diharapkan dapat menjadi pembaruan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses akademik. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses penulisan dan pengembangan karya ilmiah, tetapi tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir dan tanggung jawab akademik mahasiswa.

“Jangan sampai kalian menjadi sarjana AI, sarjana yang dihasilkan melalui Artificial Intelligence. Yang kuliah di sini bukan robot, tetapi kalian. AI adalah sebagai alat bantu saja,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., mengatakan SPeSIA merupakan agenda rutin Unisba sebagai ruang diseminasi hasil penelitian sivitas akademika dari berbagai bidang ilmu. Sementara itu, 2nd VISION menjadi bagian dari upaya Unisba memperkuat internasionalisasi melalui forum ilmiah yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara.

“SPeSIA menjadi ruang diseminasi penelitian lintas bidang, sedangkan VISION menjadi wadah internasionalisasi dan dialog ilmiah mahasiswa dari berbagai negara,” ujarnya.

Secara keseluruhan, SPeSIA dan 2nd VISION 2026 menghasilkan 1.152 artikel, yang terdiri atas 1.085 artikel penelitian nasional dan 67 artikel internasional.

Pada SPeSIA 2026, sebanyak 1.085 artikel penelitian dihasilkan oleh mahasiswa Unisba dari berbagai fakultas. Fakultas Ilmu Komunikasi menghasilkan 182 artikel, Fakultas Farmasi dan Sains 158 artikel, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 148 artikel, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis 139 artikel.

Selanjutnya, Fakultas Psikologi menghasilkan 100 artikel, Fakultas Teknik dan Fakultas Syariah masing-masing 96 artikel, Fakultas Hukum 50 artikel, Fakultas Dakwah 40 artikel, dan Fakultas Kedokteran 9 artikel.

Sementara itu, 2nd VISION 2026 menghasilkan 67 artikel internasional yang terdiri atas 41 artikel bidang sosial dan humaniora serta 26 artikel bidang sains dan teknologi. Kegiatan ini juga melibatkan peserta dari Filipina melalui kerja sama dengan Holy Child College sebagai mitra penyelenggara.

Menurut Dr. Asnita, forum internasional juga dapat memperluas jejaring dan meningkatkan reputasi akademik perguruan tinggi. Pertukaran gagasan dengan akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara diharapkan membuka peluang kolaborasi penelitian di masa mendatang.

Untuk memperluas akses terhadap hasil penelitian, artikel SPeSIA dan 2nd VISION diarahkan memiliki Digital Object Identifier (DOI) sehingga lebih mudah ditemukan, diakses, dan digunakan sebagai rujukan. Artikel tersebut juga diarahkan untuk masuk ke berbagai kanal pengindeksan, seperti Google Scholar dan Garuda, serta berpeluang dipublikasikan melalui Bandung Conference Series (BCS) dan jurnal ilmiah terakreditasi Sinta yang dikelola Unisba.

Diseminasi hasil penelitian juga dilakukan melalui media digital, khususnya Tiktok, sebagai sarana publikasi video presentasi dan konten edukasi peserta guna memperluas jangkauan diseminasi ilmu pengetahuan.

Kegiatan SPeSIA 2026 Batch II dan 2nd VISION 2026 turut menghadirkan keynote speaker Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisba, Prof. Dr. Ima Amaliah, S.E., M.Si. Dalam paparannya, Prof. Ima membahas peran AI dalam mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebagai bentuk apresiasi, Unisba memberikan penghargaan kepada presenter dengan artikel terbaik di setiap fakultas. Penghargaan The University Best Presenter and Article diraih oleh Mesya Febriana dari Fakultas Ilmu Komunikasi dengan nilai 970 melalui artikel berjudul “Hubungan Kampanye Program TOSS TBC dengan Kesadaran Akan Penyakit TBC (Studi Korelasional Hubungan Kampanye Program TOSS TBC dengan Kesadaran Akan Penyakit TBC di Platform Instagram Kementerian Kesehatan Republik Indonesia @kemenkes_ri)”.

Selain itu, penghargaan juga diberikan dalam kategori Konten Edukasi. Dari enam pemenang, juara pertama diraih oleh Ranisa Cahyaning Asri dari Fakultas Ilmu Komunikasi.

Pada 2nd VISION 2026, penghargaan diberikan dalam kategori The Best Presenters dan The Best Papers. Juara pertama The Best Presenters diraih oleh Haya Nailah Ramadhaniah dari Program Studi Statistika, Fakultas Farmasi dan Sains.

Sementara itu, juara pertama The Best Papers diraih oleh M. Nadzir Soleh dari Program Studi Matematika, Fakultas Farmasi dan Sains, melalui artikel berjudul “Breast Cancer Classification Based on Gene Expression Data Using Singular Value Decomposition. [ ]