BERITAUNGGULAN.COM, KABUPATEN BANDUNG BARAT — Di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, sinergi antara dunia pendidikan dan pembangunan daerah kembali diperkuat melalui peluncuran kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Studio Perencanaan Desa.
Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum akademik, melainkan sebuah langkah strategis untuk menyusun Rencana Tata Ruang Desa dengan proyeksi sepuluh tahun ke depan.
Melalui pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, para mahasiswa prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Unisba diharapkan mampu mengidentifikasi potensi tersembunyi, memetakan permasalahan krusial, serta merumuskan isu-isu strategis yang selama ini menjadi tantangan di masyarakat desa.
KKL ini menjadi instrumen penting bagi mahasiswa untuk terjun langsung mendalami realitas spasial dan sosial di lapangan.
Penyusunan rencana tata ruang desa ini dipandang sebagai dokumen strategis bagi desa-desa di Kecamatan Cipatat untuk menjamin arah pembangunan yang lebih terukur.
Dengan adanya dokumen perencanaan yang komprehensif, baik dari sisi spasial (tata ruang) maupun aspasial (sosial-ekonomi), desa memiliki kompas yang jelas dalam mengelola sumber dayanya.
Output dari kegiatan ini diproyeksikan mampu membantu pemerintah desa dalam menciptakan kawasan yang produktif sekaligus berkelanjutan, sehingga setiap jengkal lahan dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa merusak daya dukung lingkungan bagi generasi mendatang di masa yang akan datang.
Prosesi penerimaan mahasiswa Studio perencanaan Desa ini berlangsung khidmat di Aula Kantor Kecamatan Cipatat pada Senin siang (30/03/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Bandung Barat.
Mewakili pihak kewilayahan, hadir pula Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) yang mewakili Camat Cipatat Serta perwakilan dari lima desa yang menjadi lokus studi, yakni Desa Citatah, Sumur Bandung, Sarimukti, Rajamandala Kulon, dan Gunung Masigit, turut hadir memberikan dukungan penuh atas dimulainya riset lapangan ini.
Selama rentang waktu pelaksanaan dari tanggal 29 Maret hingga 5 April 2026, para mahasiswa PWK UNISBA akan menjalani agenda yang sangat padat dan terstruktur.
Tahapan awal akan difokuskan pada kegiatan scanning desa untuk menangkap gambaran umum wilayah, diikuti dengan verifikasi batas desa guna menghindari konflik pemanfaatan ruang di masa depan.
Selain itu, orientasi lapangan dilakukan untuk memvalidasi data sekunder dengan kondisi faktual di lapangan.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat selama delapan hari ini diharapkan mampu menyerap aspirasi warga secara langsung agar rencana yang disusun nantinya bersifat bottom-up dan aplikatif.
Kabid DPMDes KBB, Faizal Firdaus,S.IP.,M.Si dalam arahannya memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya efisiensi dalam pembangunan desa.
Beliau mengungkapkan bahwa di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah maupun desa, kolaborasi dengan dunia akademisi menjadi solusi yang sangat relevan dan cerdas.
“Kegiatan seperti ini perlu diperbanyak. Keterlibatan kampus membantu kita menutup celah kebutuhan dalam menyusun dokumen perencanaan desa. Sinergi ini adalah bentuk nyata bagaimana ilmu pengetahuan dapat diimplementasikan untuk kemajuan masyarakat luas,” tegas Faizal di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi PWK Fakultas Teknik Unisba, Dr. Asep Hariyanto, ST.,M.Si menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPMDes, Pemerintah Kecamatan Cipatat, serta kelima Kepala Desa yang telah bersedia menjadi mitra dalam studi ini.
Kerja sama ini dipandang sebagai manifestasi dari program “Kampus Berdampak”, di mana universitas tidak lagi sekedar berteori belaka, melainkan agen perubahan yang terjun membantu masyarakat.
Hal ini juga sejalan dengan komitmen global dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke-17, yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan, yang dalam konteks ini adalah kemandirian dan kemajuan desa yang terencana dengan baik.
Menutup rangkaian pembukaan, diharapkan hasil dari KKL Studio Desa ini dapat menjadi rujukan formal bagi pemerintah desa dalam mengajukan usulan pembangunan ke tingkat yang lebih tinggi.
Dengan data yang akurat dan perencanaan yang matang, setiap desa diharapkan mampu bertransformasi menjadi kawasan yang mandiri secara ekonomi dan tertata secara ruang.
Semangat kolaboratif antara PWK FT Unisba dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat ini diharapkan terus berlanjut, menciptakan pola pembangunan daerah yang berbasis pada data, partisipasi, dan keberlanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Cipatat. [ ]












