PWK Unisba Dampingi Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam Penyusunan Dokumen RDTR dan KLHS

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat kontribusinya dalam bidang perencanaan wilayah dan kota melalui keterlibatan aktif dalam pendampingan penyusunan dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam mendukung perencanaan tata ruang yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) 1 untuk menyepakati delineasi kawasan perkotaan di Wilayah Perencanaan Baturetno dan Jatisrono, yang dirangkaikan dengan Konsultasi Publik 1 KLHS untuk menjaring isu-isu strategis pembangunan. Kegiatan ini berlangsung di Aston Solo Hotel pada 14 Oktober 2026, pukul 09.00–17.00 WIB.

 

Keterlibatan PWK Unisba dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan penataan ruang dan pembangunan daerah. Melalui kompetensi di bidang perencanaan wilayah dan kota, PWK Unisba turut berperan dalam proses identifikasi karakteristik wilayah, penetapan batas kawasan perencanaan, serta perumusan landasan perencanaan yang mempertimbangkan potensi dan tantangan daerah.

 

Kegiatan dibuka secara daring oleh perwakilan Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II. Pembukaan dilaksanakan secara paralel untuk tiga wilayah sasaran, yaitu Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Wonogiri. Agenda ini mencerminkan upaya percepatan penyusunan dokumen penataan ruang daerah sebagai bagian dari penguatan perencanaan pembangunan di tingkat nasional.

 

Mewakili Bupati Wonogiri, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, dr. Adhi Dharma, M.M., hadir secara langsung untuk menyampaikan sambutan dan arahan strategis. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam merumuskan arah pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.

 

Kolaborasi ini menjadi ruang bagi PWK Unisba untuk menerapkan keilmuan perencanaan wilayah dan kota dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Melalui diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, proses penyusunan dokumen RDTR dan KLHS diharapkan dapat mengakomodasi kondisi eksisting, potensi wilayah, serta kebutuhan pembangunan secara komprehensif.

 

Diskusi berlangsung dalam dua sesi utama, yaitu sesi RDTR yang dipandu oleh Djoko Wuri selaku Kepala Bidang Penataan Ruang dan sesi KLHS yang dipandu oleh Wiwik selaku Kepala Bidang Lingkungan Hidup.

 

Dalam pelaksanaan pendampingan ini, PWK Unisba berkolaborasi dengan tim penyusun dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba. Tim tersebut melibatkan tenaga ahli lintas disiplin dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Studi Ekonomi Pembangunan, serta dosen di lingkungan Fakultas Teknik Unisba.

 

Kolaborasi lintas disiplin ini memperkuat pendekatan perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek spasial, tetapi juga mempertimbangkan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan dukungan keahlian tersebut, penyusunan dokumen RDTR dan KLHS diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang relevan dengan karakteristik wilayah Kabupaten Wonogiri serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

 

Bagi PWK Unisba, keterlibatan dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat dan penerapan keilmuan untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

 

Pelaksanaan FGD 1 dan Konsultasi Publik 1 KLHS menghasilkan sejumlah keluaran penting sebagai dasar bagi tahapan penyusunan dokumen berikutnya. Hasil utama kegiatan tersebut meliputi berita acara kesepakatan delineasi kawasan sebagai dokumentasi kesepahaman mengenai batas wilayah perencanaan di Baturetno dan Jatisrono, serta daftar panjang isu strategis KLHS (long list) yang menghimpun berbagai isu pembangunan berdasarkan tiga dimensi utama keberlanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi.

 

Hasil tersebut menjadi pijakan awal bagi tim penyusun dalam melanjutkan proses perencanaan. Tahapan selanjutnya mencakup penyusunan dokumen fakta dan analisis, dilanjutkan dengan penyusunan dokumen rencana secara lebih mendalam.

 

Melalui keterlibatan ini, PWK Unisba menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu perencanaan wilayah dan kota serta mendukung terwujudnya tata ruang yang berkualitas, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Wonogiri yang maju dan berwawasan lingkungan. [ ]

Dok foto: Unisba