BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Survei uji coba Reaktor Plasma Pemusnah Sampah, di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Arcamanik, Kota Bandung, di hadiri Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Jumat (2/1/2026).
Survey ini dihadiri pula oleh Ketua LPPM Unisba, Tim Task Force Zero Waste Unisba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, serta Camat Arcamanik.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa reaktor plasma merupakan hasil riset Tim Task Force Zero Waste Unisba yang dirancang untuk mengolah sampah secara lebih efektif dan ramah lingkungan.
Saat ini, tim teknis tengah melakukan penyempurnaan agar sistem dapat beroperasi secara optimal.

“Kami menargetkan dalam waktu sekitar dua minggu seluruh kendala teknis dapat diselesaikan, sehingga reaktor plasma ini dapat berfungsi secara maksimal sesuai dengan harapan bersama,” ujar Prof. Harits.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., mengapresiasi kontribusi Unisba dalam mendukung penanganan persoalan sampah di daerah.
Menurutnya, pembangunan fisik instalasi telah selesai dan saat ini memasuki tahap akhir pemasangan peralatan teknis.
“Teknologi reaktor plasma ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 ton sampah per hari dengan tingkat polusi yang sangat minim. Seluruh proses tetap akan melalui uji emisi dan memenuhi standar lingkungan yang berlaku,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan teknologi ini harus dibarengi dengan peran aktif masyarakat, terutama dalam melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
Sampah anorganik menjadi prioritas untuk diolah di TPS, sementara sampah organik diharapkan dapat dikelola di lingkungan masing-masing.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus melakukan pendampingan hingga tahap operasional berjalan secara optimal bersama Pemerintah Kota Bandung dan tim Unisba.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Dudy Prayudi, S.T., M.T., menyampaikan harapannya agar teknologi ini dapat membantu mengurangi beban sampah Kota Bandung yang mencapai sekitar 1.500 ton per hari.
“Ini merupakan ikhtiar bersama antara pemerintah dan perguruan tinggi. Kami berharap dalam waktu dekat hasil pengoperasian reaktor plasma ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. [ ]
Dok foto: Unisba












