UNISBA Bekali Komunitas Arsitek Desa Citaman dengan Teknologi Desain Site Plan untuk Dorong Ekonomi Kreatif

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG  Universitas Islam Bandung (UNISBA) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Tahun 2026. Kegiatan tahap kedua ini difokuskan pada peningkatan kapasitas Komunitas Arsitek Desa Citaman melalui pelatihan teknologi desain site plan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut mengusung judul Pemberdayaan Komunitas Arsitek Desa melalui Rancang Taman Bermain Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.”

Tim pelaksana dipimpin oleh Intan Nurrachmi, S.H.I., M.E.Sy., dengan anggota Weishaguna, S.T., M.M., Dr. Erhamwilda, Dra., M.Pd., serta mahasiswa  Saeful Hidayat dan Asti Fitriyanti.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Desa Citaman Yayan Heryana yang menyampaikan apresiasi atas sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pengembangan sumber daya masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi Komunitas Arsitek Desa diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi desain kawasan yang berdampak pada tumbuhnya ekonomi kreatif desa.

Pada sesi pelatihan, Weishaguna, S.T., M.M. menyampaikan materi mengenai teori ruang bermain anak. Materi tersebut membahas konsep gamifikasi permainan tradisional sebagai pendekatan dalam merancang ruang bermain yang mampu merangsang kreativitas dan daya imajinasi anak.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai prinsip ergonomi ruang gerak anak sehingga desain taman bermain tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik penyusunan desain taman bermain anak melalui simulasi analisis keterkaitan program ruang, penyusunan visi dan konsep perancangan, hingga implementasi desain secara manual maupun digital.

Dalam sesi ini peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi 5D Renderer dan Sketch Up sebagai media visualisasi desain site plan sehingga mampu menghasilkan rancangan yang lebih realistis dan komunikatif.

Agar pelatihan berlangsung secara terukur, tim pelaksana juga melaksanakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik langsung dalam mengembangkan konsep desain sesuai kondisi Desa Citaman.

Ketua pelaksana kegiatan, Intan Nurrachmi, S.H.I., M.E.Sy., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis transfer pengetahuan dan teknologi.

Melalui penguasaan teknologi desain site plan, Komunitas Arsitek Desa diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam merancang ruang publik yang berkualitas sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang mengedepankan kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, UNISBA berharap Komunitas Arsitek Desa Citaman dapat menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi desain kawasan yang berorientasi pada pembangunan desa yang berkelanjutan, ramah anak, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [ ]

Dok foto: Unisba