BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Penyakit tidak menular, khususnya sindrom metabolik, kini menjadi salah satu ancaman kesehatan yang semakin banyak dialami masyarakat Indonesia. Pola makan yang kurang sehat, minim aktivitas fisik, kualitas tidur yang buruk, hingga stres berkepanjangan menjadi faktor yang saling berkaitan dan meningkatkan risiko munculnya diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains UNISBA berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi UNISBA bersama HealYourself.id sebagai mitra menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Holistik Farmasi–Psikologi untuk Meningkatkan Self-Awareness terhadap Penyakit Sindrom Metabolik pada Ibu-Ibu Binaan HealYourself Community.”
Program ini merupakan penerima Hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPKM) LPPM UNISBA Tahun 2026 yang mengedepankan kolaborasi lintas disiplin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara holistik, yaitu dari aspek biologis, psikologis, dan spiritual.
Ketua Tim PkM, Dr. Apt. Fitrianti Darusman, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa selama ini edukasi mengenai sindrom metabolik lebih banyak berfokus pada aspek medis. Padahal, kondisi psikologis seperti stres kronis, kelelahan emosional, hingga rendahnya kesadaran diri (self-awareness) juga memiliki peran besar terhadap munculnya berbagai gangguan metabolik.
“Melalui program PkM ini kami ingin mengajak peserta tidak hanya memahami penyakit, tetapi juga mengenali sinyal tubuh, memahami hubungan antara pikiran, emosi, dan kesehatan fisik, sehingga mereka mampu membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai CEO HealYourself.id, Novie Ocktaviane Mufti, M.Psi. Psikolog merasakan manfaat kegiatan PkM ini terhadap ibu-ibu binaan di komunitasnya yang rata-rata merupakan ibu rumah tangga usia 30 – 50 tahun, dengan tingkat ekonomi menengah kebawah, dimana umumnya memiliki kesadaran yang rendah terhadap pola hidup sehat.
Hal ini terlihat dari berat badan yang overweight dan seringkali mengeluhkan sakit kepala, pegal-pegal, sesak napas, kelelahan, sering buang air kecil dan merasa haus, dimana kondisi ini berisiko timbulnya penyakit sindrom metabolik.
Kolaborasi lintas disiplin
Kegiatan PkM ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Tim pengabdi diketuai oleh Dr. Apt. Fitrianti Darusman, S.Si., M.Si., dengan anggota dosen Apt. Lanny Mulqie, S.Si., M.Si., dan Siti Hazar, S.Si., M.Si. dari Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi dan Sains UNISBA, serta Andhita Nurul Khasanah, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Fakultas Psikologi UNISBA.
Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh mahasiswa lintas fakultas, yaitu Shofia Ekatantri Na’ima Putri, Zalfa Annisa Setiawan, Muhammad Hanif Al-Ghifari, dan Muhammad Akmal Kurniawan dari Program Studi Farmasi, serta Yoris Diani Putri Gallasmi dan Azizah Zahra Adillah dari Fakultas Psikologi.
Untuk memperkuat proses pendampingan peserta, kegiatan ini turut melibatkan para psikolog muda sebagai fasilitator, yaitu Silvia Gani Budi Lestari, S.Psi., Luzia Lulian Anggari, S.Psi., dan Devi Nur Fauziah, S.Psi., yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi UNISBA.
Menurut tim pengabdi, kolaborasi antara tenaga kefarmasian, psikologi, mahasiswa, dan komunitas menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang lebih komprehensif dan aplikatif.
Tidak sekadar penyuluhan
Berbeda dengan kegiatan penyuluhan kesehatan pada umumnya, program ini dirancang dalam bentuk pendampingan intensif selama 28 hari agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengubah perilaku hidup sehat secara nyata.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua termin, yaitu pada 10 Mei 2026 dan 7 Juni 2026, bertempat di Kantor YKMB Bandung.
Pada termin pertama, seluruh peserta menjalani skrining kesehatan biologis, yaitu pengukuran berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh dan tekanan darah, serta pengukuran kadar gula darah sewaktu, kolesterol dan asam urat dengan metode strip-test, dan pengisian lembar mental health screening metode scorring untuk skrining kesehatan psikologis.
Hal ini dilakukan sebagai data awal kondisi kesehatan peserta. Selanjutnya peserta mengikuti pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum memperoleh materi edukasi.
Tiga narasumber kemudian menyampaikan materi sesuai bidang keahliannya. Apt. Lanny Mulqie, S.Si., M.Si. memberikan edukasi mengenai penyakit sindrom metabolik, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini. Selanjutnya, Andhita Nurul Khasanah, S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan hubungan antara stres, hormon, dan meningkatnya risiko sindrom metabolik.
Sementara itu, Psikolog dari Tim HealYourself.id juga Dosen Fakultas Psikologi UNJANI Dita Mediasari, M.Psi., Psikolog mengupas pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek medis, psikologis, dan spiritual dalam menjaga kesehatan.
Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti posttest, diskusi interaktif, serta tanya jawab bersama para narasumber. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pengisian lembar monitoring kesehatan biologis dan psikologis yang diisi selama 28 hari dengan menerapkan berbagai perilaku hidup sehat, mulai dari pola makan, pola gerak (olahraga) dan pola istirahat (tidur) hingga melakukan refleksi terhadap kondisi fisik dan emosional yang dialami setiap hari.
Di akhir kegiatan, peserta mengisi lembar informed consent sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan program hidup sehat pada kegiatan PkM ini.
Mengukur perubahan perilaku
Pada termin kedua, peserta kembali menjalani skrining kesehatan biologis dan psikologis dengan metode yang sama untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi setelah mengikuti program selama 28 hari.
Selain pengumpulan lembar monitoring kesehatan, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan sharing session mengenai pengalaman peserta dalam menjalankan pola hidup sehat. Berbagai cerita mengenai tantangan, motivasi, hingga perubahan yang dirasakan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran bersama.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi, kegiatan ditutup dengan pengumuman level sehat peserta berdasarkan hasil penerapan pola hidup sehat selama 28 hari yang disampaikan langsung oleh Ketua Tim PkM yang disertai dengan pemberian hadiah kepada peserta yang berhasil menerapkan pola hidup sehat yang tergambar dari hasil skrining kesehatan biologis dan psikologinya.
Membangun self-awareness sebagai langkah awal hidup sehat
Melalui program ini, tim pengabdi berharap peserta mampu meningkatkan self-awareness, yaitu kemampuan mengenali kondisi tubuh, pikiran, dan emosi sehingga lebih peka terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan.
Kesadaran diri dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun perubahan perilaku yang berkelanjutan. Ketika seseorang mampu memahami sinyal tubuhnya, mengelola stres dengan baik, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual, maka upaya pencegahan penyakit kronis dapat dilakukan lebih dini.
Program ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dapat menghadirkan inovasi pengabdian yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghasilkan dampak nyata melalui perubahan perilaku hidup sehat.
Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan PkM ini diharapkan menjadi model PkM berdampak berbasis kolaborasi multidisiplin yang mampu memperkuat upaya promotif dan preventif di masyarakat.
Dengan menggabungkan pendekatan farmasi, psikologi, nilai-nilai Islam, serta pendampingan komunitas, UNISBA berkomitmen menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sadar, lebih sehat, dan lebih berdaya dalam menjaga kualitas hidupnya.
Ke depan, model edukasi holistik Farmasi–Psikologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh best practice dalam program pemberdayaan masyarakat, sekaligus berkontribusi pada upaya pencegahan penyakit tidak menular melalui peningkatan self-awareness dan perubahan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan. [ ]
Dok foto: Unisba











