BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Universitas Islam Bandung (Unisba) menyerahkan sertifikat pendidik kepada dosen yang dinyatakan lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2025 sekaligus menggelar sosialisasi Serdos Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (19/6). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dosen yang telah memperoleh pengakuan sebagai pendidik profesional sekaligus langkah strategis mempersiapkan dosen yang akan mengikuti sertifikasi pada tahun mendatang.
Acara diawali dengan laporan pengembangan karier dosen yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Asnita Frida B.R. Sebayang, S.E., M.Si. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa sebanyak 29 dosen Unisba dinyatakan lulus Sertifikasi Dosen Tahun 2025, sementara 72 dosen telah masuk sebagai nominator Serdos Tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa sertifikasi dosen merupakan bagian penting dari pengembangan karier akademik sekaligus bentuk pengakuan profesional terhadap kompetensi dosen. Selain memberikan peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan profesi, sertifikasi juga menjadi pendorong peningkatan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Dalam sambutan dan arahannya, Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengungkapkan rasa syukur atas semakin meningkatnya jumlah dosen Unisba yang telah memiliki sertifikat pendidik.
“Hampir mencapai 90 persen jumlah dosen Unisba sudah tersertifikasi. Ini artinya indikator bahwa tata kelola Unisba semakin hari semakin baik dan konsisten dalam mendorong para dosennya untuk mendapatkan sertifikasi pendidik,” ujarnya.
Rektor menegaskan bahwa sertifikat pendidik bukan semata-mata berkaitan dengan tunjangan profesi, tetapi merupakan pengakuan terhadap kompetensi dan profesionalisme dosen sesuai amanat Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. Menurutnya, dosen memiliki tanggung jawab sebagai pendidik profesional sekaligus ilmuwan yang mengembangkan, mentransformasikan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui tridarma perguruan tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai perguruan tinggi Islam, Unisba memiliki karakteristik yang membedakannya dengan perguruan tinggi lain, yakni membentuk insan yang berkarakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid. “Sertifikat pendidik ini selain sebagai pengakuan kompetensi dosen secara pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian, juga menjadi amanah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, integritas akademik, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Rektor turut mengajak para dosen yang telah masuk nominasi Serdos 2026 agar mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa sertifikasi hendaknya dimaknai sebagai bagian dari ibadah dan ikhtiar meningkatkan kualitas diri, sedangkan tunjangan profesi merupakan bonus atas dedikasi tersebut.
Usai penyerahan sertifikat pendidik kepada para lulusan Serdos 2025, acara dilanjutkan dengan testimoni dari salah satu perwakilan lulusan, Hilmi Sulaiman Rathomi, dr., Sp. KKLP., M.K.M., Ph.D. Ia menceritakan pengalamannya mengikuti proses sertifikasi ketika sedang menjalani tugas belajar di Australia.
Menurutnya, seluruh tahapan dapat dilalui berkat pendampingan intensif dari tim pengembangan karier dosen dan bagian akademik Unisba. “Kalau saya saja yang beda benua waktu itu bisa lulus, Insya Allah semua bapak-ibu yang nanti menjalani proses juga bisa lulus. Membawa semangat mujahid, karena proses ini memang layak untuk diperjuangkan,” ungkapnya.
Hilmi mengapresiasi proses pendampingan yang dinilainya sangat sistematis, mulai dari early screening, sosialisasi, konsultasi dokumen, hingga pendampingan penyusunan video pembelajaran. Ia juga memberikan sejumlah masukan, di antaranya penyediaan contoh video pembelajaran yang sesuai standar serta dokumentasi perkuliahan secara lebih terstruktur di tingkat fakultas.
Ia juga mengajak para dosen yang telah memperoleh sertifikat pendidik untuk memanfaatkan tambahan tunjangan profesi sebagai investasi dalam peningkatan kualitas tridarma. “Sebagian dari tunjangan profesi itu bisa dialokasikan kembali untuk mendukung penelitian, pengabdian kepada masyarakat, atau meningkatkan produktivitas akademik. Dengan begitu manfaatnya tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga berdampak bagi institusi,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Sertifikasi Dosen Tahun 2026 yang membahas mekanisme terbaru, persyaratan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh para dosen nominator. Melalui sosialisasi ini, para peserta memperoleh gambaran mengenai tahapan sertifikasi sekaligus strategi dalam mempersiapkan dokumen dan pemenuhan persyaratan yang diperlukan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan tim pengembangan karier dosen sebagai wadah untuk menjawab berbagai pertanyaan serta memperkuat kesiapan dosen dalam menghadapi proses Sertifikasi Dosen Tahun 2026. [ ]
Dok foto: Humas












