BERITAUNGGULAN.COM, SERANG 20 Agustus 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui Pusat Penelitian Kesehatan, Keselamatan, dan Kebencanaan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Fakultas Teknik Untirta, dan Jurusan Teknik Sipil Untirta menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penilaian Awal Kerentanan Bangunan pada 19–20 Agustus 2026 di Aula Conference Hall Fakultas Teknik Untirta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengenali, menilai, dan mengurangi risiko bencana, khususnya yang berkaitan dengan kerentanan bangunan. Bimbingan teknis mengusung semangat “Mengenali – Menilai – Mengurangi Risiko untuk Indonesia Tangguh”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Direktur Mitigasi Bencana BNPB, Kepala BPBD Kabupaten Serang, Wakil Rektor IV Untirta, Dekan Fakultas Teknik Untirta, Ketua Jurusan Teknik Sipil, serta Kepala Pusat Penelitian Kesehatan, Keselamatan, dan Kebencanaan Untirta.
Selain dihadiri oleh unsur pimpinan dan pemangku kepentingan kebencanaan, kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa Teknik Sipil Untirta yang dipersiapkan sebagai calon enumerator, serta perwakilan dari BPBD Kabupaten Serang. Keterlibatan mahasiswa Teknik Sipil sebagai calon enumerator menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini karena mereka dipersiapkan untuk memiliki kemampuan teknis dalam melakukan penilaian awal kerentanan bangunan di lapangan.
Melalui bimbingan teknis ini, para peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dan prinsip penilaian awal kerentanan bangunan, identifikasi kondisi bangunan, aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam proses penilaian, serta teknik pengumpulan data yang diperlukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana.

Keberadaan calon enumerator dari kalangan mahasiswa Teknik Sipil diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kapasitas daerah dalam penyediaan data dan informasi mengenai kondisi serta tingkat kerentanan bangunan. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu dasar dalam penyusunan strategi pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketangguhan masyarakat.
Kepala Pusat Penelitian Kesehatan, Keselamatan, dan Kebencanaan Untirta menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, BNPB, dan BPBD merupakan bentuk nyata dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda pengurangan risiko bencana.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kapasitas sumber daya manusia sekaligus menyediakan pengetahuan dan teknologi yang dapat digunakan dalam penanggulangan bencana. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dipersiapkan untuk berkontribusi secara langsung dalam proses pengumpulan dan penilaian data kerentanan bangunan di lapangan,” ujarnya.
Kolaborasi antara LPPM Untirta melalui Pusat Penelitian Kesehatan, Keselamatan, dan Kebencanaan, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, BNPB, dan BPBD Kabupaten Serang diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan penelitian, pendidikan, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kebencanaan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Untirta sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen dalam mendukung pengurangan risiko bencana melalui pendekatan kolaboratif, berbasis keilmuan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan terbentuknya calon enumerator dari mahasiswa Teknik Sipil Untirta, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun jejaring sumber daya manusia yang mampu mendukung proses identifikasi dan pemetaan kerentanan bangunan secara lebih sistematis, sehingga dapat berkontribusi terhadap terwujudnya masyarakat dan lingkungan yang lebih aman serta tangguh menghadapi bencana. [ ]
Dok foto: Untirta












