17 Dosen Unisba Lulus Serdos 2026, Profesionalisme Dosen Terus Diperkuat

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Sebanyak 17 dosen Universitas Islam Bandung (Unisba) berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Unisba memperkuat profesionalisme dosen sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Ke-17 dosen tersebut dinyatakan lulus melalui dua sesi Reguler Serdos 2026. Pada Reguler Sesi 0, sebanyak tujuh dosen lulus, sedangkan 10 dosen lainnya lulus pada Reguler Sesi 1.

Pada Sesi 0, dosen yang lulus berasal dari Fakultas Farmasi dan Sains, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Teknik. Mereka yaitu apt. Farendina Suarantika, S.Farm., M.S.Farm.; Haditsa Qur’ani Nurhakim, S.Pd., M.Pd.; Hantoro Ksaid Notolegowo, S.E., M.A.; Nadia Meirani, S.E., M.S.M.; Nindya Saraswati, S.E., M.B.A., CMAI.; Riswandha Risang Aji, S.T., M.URP.; dan Ulvah Nur’Aeni, S.Th.I., M.A.

Sementara itu, 10 dosen yang lulus pada Sesi 1 berasal dari Fakultas Dakwah, Fakultas Farmasi dan Sains, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, serta Fakultas Hukum. Mereka yakni Dr. Ahmad Muttaqin, S.Th.I., M.Hum.; Esti Rachmawati Sadiyah, S.Si., M.Si.; apt. Hanifa Rahma, S.Farm., M.Si.; Ilham Faishal Mahdy, S.Stat., M.Stat.; Indra Fajar Alamsyah, S.E., M.H., Ph.D.; Malki Ahmad Nasir, S.Ag., M.IRKH., Ph.D.; Dr. Eng. Ir. Mohammad Rahman Ardiansyah, S.T., M.T., IPM.; Dr. Muhammad Ilman Abidin, S.H., M.H.; Dr. Salma Suroyya Yuniyanti, S.H., M.Kn.; dan Ir. Vera Septiawati, S.T., M.T., IPM.

Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., mengatakan sertifikasi dosen menjadi salah satu indikator terpenuhinya kompetensi dasar yang diperlukan untuk menjalankan profesi dosen secara profesional.

“Dengan kelulusan ini, berarti sejumlah kompetensi-kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang dosen ini sudah terpenuhi. Dan ini akan berimplikasi juga nanti ke kinerja, terutama kinerja Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses Serdos berlangsung berdasarkan kebijakan dan mekanisme yang ditetapkan secara nasional, termasuk adanya perangkingan dan kuota. Karena itu, dosen yang belum lulus dalam suatu sesi tidak serta-merta menunjukkan rendahnya kompetensi, tetapi dapat berkaitan dengan mekanisme kuota nasional.

Untuk meningkatkan kesiapan dosen, Unisba melakukan berbagai pendampingan, mulai dari capacity building hingga dukungan melalui tim karier dosen. Pendampingan tersebut juga mencakup pemberian informasi dan pembelajaran dari proses Serdos sebelumnya.

“Kita secara substansi mempersiapkan dosen-dosen, termasuk juga memberikan capacity building sebelum Serdos dilakukan. Yang kedua, kita juga mendampingi, ada tim karier dosen yang setiap saat itu siap memberikan informasi,” katanya.

Saat ini, 83 persen dosen Unisba saat ini telah memiliki sertifikasi dosen. Bagi dosen yang telah memenuhi persyaratan, Unisba terus memproses tahapan sertifikasi sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku.

Ia juga mendorong para dosen untuk aktif mengikuti perkembangan kebijakan Serdos serta arahan dari Bidang Karier Dosen. Pemantauan tersebut didukung dengan sistem informasi pada Sisfo yang membantu memetakan posisi dan tahapan karier dosen.

Dr. Asnita berharap sertifikasi tidak berhenti sebagai pencapaian administratif ataupun berdampak pada kesejahteraan dosen. Profesionalisme yang telah dibuktikan melalui Serdos diharapkan turut memberikan dampak terhadap perkembangan mahasiswa.

“Dengan adanya Serdos ini bukan hanya menaikkan kesejahteraan, juga memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas dan kemauan untuk mengawal mahasiswa-mahasiswa kita mencapai rekognisi dan prestasi,” tuturnya.

Ia menekankan agar dosen profesional terus meneruskan kompetensinya kepada mahasiswa melalui pembelajaran, publikasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal tersebut dinilai sejalan dengan pendekatan student-centered learning dan visi Kampus Berdampak yang dikembangkan Unisba.

“Dosen profesional itu kan dia harus bisa menjadi figur yang bisa dicontoh sama mahasiswa. Jadi akan berkorelasi dengan Kampus Berdampak. Itu yang saya tekankan, harus berkorelasi dengan visi Kampus Berdampak di Unisba,” pungkasnya. [ ]